M y B a b i e s - 41

1.3K 123 14
                                        

Plak! Plak!

Luda menampar Bona dan Eunseo bergantian, mencekal pergelangan tangan gadis itu. Menarik Bona paksa agar menjauh dari Eunseo.

"Kau pikir bisa merebut dia dariku?! Itu tidak akan terjadi."

Luda mendorong tubuh Eunseo, jatuh di ranjang. Luda pun menyeret Bona ikut bersamanya.

"Dia milikku." Kata Eunseo mencegah Luda dan menghalangi mereka.

"Jangan bermimpi. Mungkin seharusnya aku membunuhmu waktu itu. Agar kau tak mengganggu hubunganku." Kata Luda memukul wajah Eunseo berkali-kali, tanpa ampun.

"Cukup hentikan! Aku akan ikut denganmu. Lepaskan dia!" Teriak Bona menahan pukulan Luda, meminta gadis itu menyudahi pertikaian itu.

"Aku akan berhenti mengganggu dia. Asal kau mengikuti segala keinginanku." Luda melonggarkan cengkeramannya.

"Baik. Jika itu bisa mengakhiri semuanya. Aku akan menikah denganmu." Gumam Bona lirih.

Melirik Eunseo sejenak, memutuskan menyetujui permintaan Luda. Bona tak ingin melihat Eunseo selalu menderita karena dirinya.

"Tolong jangan lakukan itu! Aku tahu kamu tak mencintainya." Eunseo memohon, memeluk kaki Bona.

Namun Bona tak bisa menolak permintaan Luda. Bagaimana pun ia harus menikahi Luda. Dengan begitu Luda takkan menyakiti Eunseo.

"Maafkan aku, Seo. Ini yang terbaik untuk kita. Aku tak ingin melihatmu selalu terluka karenaku." Bona menepis tangan Eunseo, hatinya begitu perih.

"Tapi aku mencintaimu, menikahlah denganku.
Aku mohon!" Eunseo menangis. Bona menggelengkan kepala dan melihat ke tempat lain, menutupi perasaannya yang hancur.

"Sekarang kau dengar sendiri, kan? Berhentilah mengganggu Bona. Karena kita akan segera menikah." Kata Luda menggenggam tangan Bona, mendorong bahu Eunseo agar menjauh.

"Tidak! Kalian tak boleh menikah. Sayang, kamu bercanda, kan?" Eunseo lekat menatap Bona, meminta penjelasan.

"Seo, boleh aku jujur? Sebenarnya aku tidak benar-benar mencintaimu. Orang yang ku cintai bukan kamu. Aku hanya menjadikanmu pelarian. Eunseo yang aku cintai pun sama sekali tak bisa mengingatku. Aku harus apa? Semuanya sudah aku lakukan untuk mengembalikan ingatannya. Aku menyerah."

"Kita saling mencintai, bukan? Kenapa kamu membohongi dirimu sendiri? Lihat mataku! Aku benar-benar mencintaimu."

"Aku tahu, kamu memang mencintaiku. Namun aku hanya akan memberikan seluruh cintaku untuk Eunseo. Mari kita akhiri hubungan kita! Ini tak adil untukmu."

"Jiyeon, tolong jangan seperti ini! Aku tidak bisa kehilanganmu begitu saja. Tolong jangan patahkan hatiku! Jangan berbohong. Menikahlah denganku!"

"Aku tidak bisa! Maafkan aku." Bona menggamit tangan Luda, mengajaknya pergi.

"Selamat tinggal. Setelah kita menikah, aku jamin hidupmu aman." Luda tertawa licik.

Eunseo terpaku mengurai air mata, masih tak bisa percaya Bona lebih memilih Luda. Perasaannya benar-benar sangat hancur dan tak tahu tujuan.

_____

"Apa?! Kamu serius mau nikah sama Luda? Mami nggak salah denger?!"

Pinky tercengang, menatap putrinya meminta penjelasan. Bona mengangguk lemah, menguatkan segenap jiwa. Ia hanya bisa pasrah menerima kenyataan pahit di hadapannya.

"Kamu nggak lagi sawan kan, Bon?"

Pinky menempelkan telapak tangan di kening anak gadisnya, masih tak percaya. Karena Pinky tahu Bona begitu mencintai Eunseo. Kenapa Bona begitu yakin ingin menikahi Luda.

 MY BABIES™Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang