"Silakan nona masuk, nona Eunseo sudah menunggu di kamarnya." Asisten Eunseo membukakan pintu kamar untuk Bona.
Gadis itu melenggang masuk kamar Eunseo yang sangat luas, tiga kali lipat dari kamarnya.
"Kenapa kamu lama sekali?" Terdengar suara Eunseo mengagetkan Bona dari balik selimut.
"Kamu itu kurang kerjaan sekali menyuruhku datang pagi-pagi buta seperti ini. Mengganggu tidurku saja." Gerutu Bona duduk di ujung ranjang, dengan mata tertutup mengantuk.
"Bekerja denganku harus gesit dan cekatan, kemarilah." Eunseo menarik tangan Bona untuk berbaring di sebelahnya.
"Sebenarnya kamu mau apa memanggilku? Kamu tidak sedang berencana berbuat mesum kan?" Bona mendorong Eunseo menjauh.
"Aku tidak tertarik dengan dada ratamu itu. Aku menyuruhmu kemari untuk menjagaku tidur. Aku tak bisa tidur." Ucap Eunseo menepuk bantal dan meminta Bona tidur di sisinya.
"Apa kamu bilang dadaku rata? Punyamu lebih rata. Sudah dewasa kamu masih saja bertingkah seperti bayi. Apa jangan-jangan kau masih pake popok?" Jawab Bona ketus tak terima Eunseo menghina aset berharganya.
"Aku memintamu kemari bukan untuk menceramahiku. Tidur cepat, katanya kamu masih mengantuk." Eunseo memaksa Bona berbaring bersamanya.
Dan Eunseo perlahan melingkarkan pelukan mendekap Bona, matanya terpejam mencoba tidur.
"Kenapa kamu seperti ini? Kamu pikir aku gulingmu." Bona merasa tak nyaman.
"Ini bagian dari pekerjaanmu. Sudah jangan banyak protes, aku lelah dan mengantuk." Gumam Eunseo mengeratkan pelukan, begitu nyaman memeluk gadis itu. Bona tak berkutik dan mengikuti kemauan Eunseo.
Hembusan napas halus Eunseo terdengar menyapu wajahnya. Bona terdiam dan ikut mengantuk, mereka pun tertidur lelap saling berpelukan.
Matahari pagi terbit, sinarnya menerobos masuk melalui celah-celah kaca. Eunseo bergerak mengubah posisi tidurnya, meletakkan kepala di dada Bona. Hingga mata Bona pun terbuka, mendapati sosok Eunseo terlelap memeluknya.
Senyuman kecil pun terbit, sesaat Bona menatap wajah Eunseo begitu manis jika sedang tertidur. Bona merasa seperti jadi pengantin baru, berduaan berpelukan dan bermalas-malasan di tempat tidur.
"Hei bangunlah, kamu bisa terlambat ke kantor." Bisik Bona mengguncangkan bahu Eunseo pelan.
"Hari ini aku ada kuliah siang, tunggu sebentar aku masih mengantuk." Gumam Eunseo dengan mata masih terpejam.
"Bukankah kamu sudah lulus kuliah?"
"Ceritanya panjang, sudahlah jangan banyak bertanya." Eunseo kembali tertidur, tak mengubah posisinya. Dengan sabar Bona menunggu Eunseo hingga gadis itu terbangun sepenuhnya.
"Mana sarapanku?" Eunseo bangun memijat kepalanya yang masih sedikit pusing.
"Bagaimana aku membuatkan sarapan untukmu, jika kau tidur terus memelukku." Terang Bona merenggangkan otot-ototnya.
"Aku tak mau sarapan yang itu." Eunseo memejamkan mata meminta cium di bibir.
"Aku bukan isterimu, apa hubungannya pekerjaanku dengan menciummu?" Tolak Bona memukul bahu Eunseo.
"Apa harus aku menikahimu dulu dan kamu mau memberikan ciuman untukku? Apa bedanya rasa ciuman dengan menikah atau tidak? " Eunseo terlihat kecewa tak mendapatkan yang di inginkan.
"Hello, aku bukan pacarmu jadi kamu tak berhak meminta itu dariku."
"Aku lupa pacarku belum pulang dari Belanda. Kamu mandilah lebih dulu, setelah ini kamu harus mengantarku ke kampus." Eunseo turun dari ranjang dan membuang selimut. Dia berdiri di dekat balkon merentangkan tangan melakukan senam pagi, sambil menghirup udara segar pagi itu.
KAMU SEDANG MEMBACA
MY BABIES™
Fanfiction| Kim Bona X Son Eunseo | Cosmic Girls's Sketch : "Kau rekan kerjaku yang paling menyebalkan.." __Bona. "Jika aku menyebalkan, lalu kenapa kau tak menolak saat kita berciuman.." __Eunseo. ®19+ | 22/04/2018 - 21/07/2018 | | gxg | ©April, 2018. With L...
