My B a b i e s - 39

1.3K 116 74
                                        

Drrrtt! Drrrtt!

Panggilan telepon masuk, Bona meraba kasur mencari ponsel.

"Kamu di mana sekarang? Jangan buat aku marah dan bertindak kasar sama kamu?"

Terdengar suara Luda marah-marah di telepon.

"Kalau kamu telepon cuma mau marahin aku, aku tutup sekarang." Kata Bona menjauhkan ponsel dari telinga.

Malas mendengar ocehan Luda yang terlalu posesif terhadap dirinya.

"Silakan saja kamu abaikan aku. Kamu jangan menyesal, aku akan membuat kekacauan lebih jauh lagi."

"Kamu itu berisik sekali, mengganggu tidurku saja. Terserah! Apapun yang kamu lakukan, aku tidak peduli." Bentak Bona mulai kesal.

"Jawab aku, kamu di mana sekarang? Dan dengan siapa? Jangan bermain-main denganku. Aku takkan membiarkanmu kembali dengan Eunseo. Camkan itu!"

"Dengan siapapun aku sekarang, bukan urusanmu."

"Bona! Bona! Halo! Tuuts! Tuuts!"

Bona mengakhiri panggilan telepon. Luda kesal dan cemburu, gadis itu memukul kaca cermin di hadapannya. Pecahan kaca pun berserakan di lantai. Luda sama sekali tak peduli dengan tangannya yang berdarah. Luda benar-benar marah dan tak bisa bersabar dengan sikap Bona yang selalu mengabaikan dirinya.

"Pagi! Kamu sudah bangun?" Sapa Eunseo, ikut terbangun mendengar perdebatan Bona dan Luda.

"Selamat pagi, maaf membangunkan tidurmu."

Bona tersenyum, duduk di tepi ranjang, membenarkan balutan selimut. Mendekatkan  wajah dan mengecup kening, hidung Eunseo lembut. Gadis itu memejamkan mata, membiarkan Bona menciumi dirinya.

"Aku mencin___ "

Bona hendak mengecup bibir Eunseo, namun tiba-tiba ponsel Eunseo berdering mengacaukan momen sakral mereka.

"Sebentar, Bona menelepon." Kata Eunseo mendorong bahu Bona, mengambil ponsel dan menerima panggilan Chengxiao.

Bona menghempaskan tubuh di kasur, antara kesal dan cemburu. Gadis itu bangun memungut pakaian yang berserakan di lantai. Ia bergegas masuk kamar mandi membersihkan diri. Mengguyur seluruh tubuhnya di bawah air shower, mencoba  tetap tenang. Meredam segala perasaannya yang bergejolak.

"Maaf, membuat pagimu kurang nyaman." Bisik Eunseo memeluk Bona dari belakang dan mengecup lembut pipi gadis itu.

"Kamu membuatku cemburu dengan pacarmu. Aku takkan memaafkanmu."

Bona berbalik mengalungkan tangan di leher Eunseo, berpura-pura marah.

"Tolong maafkan aku. Aku tak bisa apa-apa, kalau kamu marah."

"Kamu jahat, jangan lakukan itu lagi. Harusnya kamu merayuku agar aku luluh."

Bona menarik gemas hidung Eunseo, menarik tengkuk gadis itu dan mereka pun saling berciuman di bawah air. Saling mengeratkan pelukan, berakhir bercinta seperti semalam.

_____

"Tante, jangan bohong sama saya! Katakan di mana Bona sekarang? Jangan pura-pura tidak tahu. Saya yakin Tante tahu kan keberadaan Bona?" Bentak Luda menggebrak meja, marah-marah karena tak menemukan Bona di rumahnya.

 MY BABIES™Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang