"Sayang!"
Eunseo mengecup kedua mata Bona membangunkan kekasihnya. Gadis itu perlahan menggeliat dan mengeratkan pelukan. Mata Bona masih terpejam, enggan terbangun dari mimpi indahnya.
"Bangun, sayang!"
Tangan Eunseo bergerak membelai lembut wajah Bona.
"Hmm, aku masih ngantuk." Gumam Bona menyembunyikan wajah di dada Eunseo.
"Ini darurat, Sayang. Tolong bangun!"
Eunseo menoleh Chengxiao di belakang. Gadis itu masih tertidur lelap. Eunseo menarik selimut dan menyelimuti Chengxiao agar tak kedinginan.
"Ini masih pagi, Sayang. Ayo tidur lagi!"
Bona membuka mata, setengah mengantuk.
"Kalau kamu masih ngantuk, kamu bisa tidur di punggungku nanti." Ujar Eunseo mengecup kening Bona.
Turun perlahan dari ranjang, gadis jangkung itu segera berjongkok menyuruh Bona naik ke punggungnya.
"Kita mau kemana sepagi ini?" Tanya Bona heran, naik ke punggung Eunseo.
"Kita lari pagi, Sayang!"
Eunseo mengusap pucuk kepala Bona penuh sayang. Tangan kanannya meraih tas kecil dan berjalan jinjit takut membangunkan Chengxiao. Perlahan Eunseo menyelinap, memutar kenop pintu keluar dari kamar.
"Kamu tunggu sebentar ya!"
Eunseo hampir lupa jika kunci kamar mereka ada di tangan Chengxiao. Perlahan Eunseo menurunkan Bona di sofa. Setengah berlari kembali masuk kamar, mencari kunci. Eunseo mendekati Chengxiao, mencari-cari kunci kamar di sekitarnya tubuh gadis itu. Perlahan tangan Eunseo menyingkap bantal, meraba kunci namun tak menemukannya. Tanpa sadar Eunseo terus bergerak dan mengungkung tubuh gadis itu, mencari kunci. Mata Chengxiao terbuka dan mendapati Eunseo ada di atas tubuhnya.
"Akhirnya kamu sadar dan kembali padaku."
Dengan cepat Chengxiao memeluk erat Eunseo, menyatukan tubuh mereka.
"Apa yang kamu lakukan?"
Eunseo kaget, menyingkirkan tangan Chengxiao yang liar menggerayangi tubuhnya.
"Jangan berpura-pura, Sayang. Aku tahu kamu masih menginginkan aku, kan?"
Chengxiao menarik tengkuk Eunseo dan melumat bibir Eunseo penuh nafsu. Gadis itu cukup kesulitan melepaskan diri dari serangan ganas Chengxiao.
"Xiao, hentikan! Aku mohon!"
Eunseo terus memberontak, menghindari ciuman gadis itu.
"Aku tahu apa yang kau inginkan. Kau tak puas kan dengan service wanita gila itu?"
Chengxiao melucuti pakaian dan menyisakan pakaian dalam. Melon supernya menyembul ke permukaan, sengaja menggoda Eunseo.
"Ini tidak seperti yang kamu pikirkan."
Eunseo berusaha membuang jauh-jauh pikiran kotor di kepalanya. Dan menarik selimut menutupi tubuh vulgar Chengxiao.
"Biar ku tebak, ini kan yang kau mau?"
Gadis itu mencopot celana dalam dan memamerkannya tepat di wajah Eunseo.
"Kamu jangan gila!"
Eunseo panik menelan saliva, membasahi tenggorokannya yang kering.
"Aku rela memberikan apapun untukmu." Bisik Chengxiao menarik lengan Eunseo, melumat lembut bibir Eunseo.
Sesaat mereka berciuman, Eunseo hampir lupa tujuannya. Perlahan tangan Eunseo bergerak mengelus punggung Chengxiao dan mengambil kunci.
KAMU SEDANG MEMBACA
MY BABIES™
Fanfiction| Kim Bona X Son Eunseo | Cosmic Girls's Sketch : "Kau rekan kerjaku yang paling menyebalkan.." __Bona. "Jika aku menyebalkan, lalu kenapa kau tak menolak saat kita berciuman.." __Eunseo. ®19+ | 22/04/2018 - 21/07/2018 | | gxg | ©April, 2018. With L...
