"Silakan duduk, Tante!" Kata Luda menarik kursi mempersilakan wanita itu duduk.
"Terima kasih." Jawab Pinky duduk menatap gadis di depannya itu penuh pertanyaan.
"Ada apa kamu ingin bertemu saya?"
Luda berdehem, membenarkan posisi duduknya.
"Santai saja, Tante. Mungkin mau makan siang dulu atau ngopi?"
"Langsung saja ke intinya. Saya tidak punya banyak waktu untuk bersantai-santai duduk denganmu."
"Benarkah? Bagaimana dengan foto-foto ini, sepertinya akan menarik? Apa Tante tidak ingin melihatnya?"
Luda mengeluarkan foto dari amplop cokelat dan menunjukkannya pada Pinky. Tampak jelas foto dirinya dan Chaeyeon sedang berciuman di kolam renang.
"Bagaimana bisa kamu memiliki foto-foto itu? Kembalikan padaku!"
Pinky hendak merebutnya, dengan cepat Luda menyembunyikan amplop itu di balik jas blazer.
"Tenang, Tante. Semua akan baik-baik saja, asal Tante mau mendengarkanku."
"Maksudmu? Kamu sedang mengancam saya?"
"Tidak. Saya hanya ingin memberi Tante penawaran yang bagus. Bagaimana Tante tertarik?" Luda tersenyum licik.
"Apa yang kamu inginkan? Kamu butuh uang?"
"Tidak. Itu terlalu biasa."
"Berapa banyak yang kamu inginkan? Saya akan membayarmu."
"Saya tidak menginginkan uang Tante sepeser pun. Saya tidak tertarik. Jika Tante mau bisa menukarnya dengan Bona."
Pinky mengepalkan tangan menahan emosi.
"Bona tidak ada hubungannya dengan masalah ini. Cepat katakan berapa jumlah yang kamu inginkan?"
Pinky menggebrak meja, marah. Luda tertawa renyah, menyalakan sebatang rokok.
"Tidak usah tegang seperti itu. Saya hanya menginginkan Bona. Permintaan saya tidak banyak. Tante cukup membujuk Bona untuk menikah dengan saya. Setelah itu masalah Tante selesai dan rahasia perselingkuhan Tante pun aman. Bagaimana?"
"Apa?! Kamu ingin menikahi Bona? Saya tidak akan menyerahkan Bona untuk orang sepertimu." Tegas Pinky kesal.
"Jangan bodoh, Tante. Kita akan sama-sama di untung kan, bukan? Jika tante bersikeras menolak, Tante tahu kalau saya tidak akan tinggal diam."
Pinky sejenak berpikir, mencerna setiap kata-kata gadis itu.
"Kamu pikir saya takut, lakukan apa yang kamu inginkan. Saya tidak peduli!"
Pinky beranjak dari tempatnya, Luda menahan lengan wanita itu mencegahnya pergi.
"Tunggu. Baiklah jika itu yang Tante inginkan. Jangan salahkan saya. Sebentar lagi Tante akan melihat kehancuran kerajaan kecil Tante sendiri. Selamat bersenang-senang."
Pinky mencebik dan menepis tangan Luda kasar, meninggalkannya penuh kemarahan.
_____
Suasana cerah sore itu tiba-tiba di guyur hujan deras. Eunseo berlari cepat takut kebasahan, memasuki halte untuk berteduh. Gadis itu berdiri mengeringkan rambutnya yang lepek terkena air hujan. Eunseo menatap derasnya air hujan, mengingatkannya akan sesuatu. Eunseo tersenyum tipis, membenarkan jaket sedikit mengigil kedinginan.
"Permisi,"
Bona memasuki halte setengah kuyup kehujanan. Eunseo bergeser, memberi sedikit ruang untuk gadis itu.
KAMU SEDANG MEMBACA
MY BABIES™
Fanfiction| Kim Bona X Son Eunseo | Cosmic Girls's Sketch : "Kau rekan kerjaku yang paling menyebalkan.." __Bona. "Jika aku menyebalkan, lalu kenapa kau tak menolak saat kita berciuman.." __Eunseo. ®19+ | 22/04/2018 - 21/07/2018 | | gxg | ©April, 2018. With L...
