Chapter 9

2.7K 713 78
                                        

Jika saja Hana yang sedang sibuk dengan pekerjaannya di Negri Gingseng, lain halnya dengan Baekhyun yang sedang asik-asik nya memadu kasih terlarang bersama wanita yang entah dari mana asal usulnya di Negri Hitler.

Tidak ada yang bisa memprediksikan kapan hubungan terlarang mereka akan kandas, dengan Baekhyun yang kembali Setia pada sang istri, dan Hara yang memilih untuk mencari pria yang belum beristri.

Hara tahu ini salah, tapi rasa cintanya dengan pria bermarga Byun ini terlalu besar dan membutakan segalanya.

Tidak jauh beda dengan Hara yang masih Setia dengan kesalahannya, Baekhyun pun mempunyai rasa yang sama besarnya untuk Hara.

Baekhyun tidak pernah memikirkan tentang kejadian-kejadian yang akan menimpanya di masa depan jika Hana tahu soal ini.

Ia hanya sedang menikmati perannya sekarang.

Bermain api di belakang istrinya, tanpa tahu suatu saat nanti dirinyalah yang akan habis terbakar oleh api yang ia buat sendiri.
Ini sudah 4 hari mereka berdua menghabiskan liburannya di Negri Hitler, lebih tepatnya mereka menghabiskan liburannya di Berlin. Berprilaku layaknya seperti sepasang suami istri yang sedang berbulan madu, Baekhyun menikmati liburannya terlebih lagi Hara.

"Aku senang akhirnya kau menepati janjimu Baek" ujar Hara,

Mereka saat ini sedang menikmati pemandangan Indah di Grunewald, sebuah taman kota yang hijau dan asri di Berlin.

Tidak ada alasan khusus kenapa Baekhyun mengajak Hara pergi liburan ke Jerman, yang jelas Baekhyun hanya ingin membuat Hara senang dan tidak merajuk lagi padanya.

"Apa kau suka?" Baekhyun bertanya, dan Hara langsung mengecup kilat bibir tipis pria Byun itu.

"Aku suka, sangat suka, terimakasih aku mencintaimu"

Tidak ada kata lain selain kata manis 'Aku mencintai mu' mereka melanjutkan ciuman mereka yang bukan hanya sekedar kecupan-kecupan ringan, tetapi berubah menjadi lumatan-lumatan lembut yang saling beradu.

Mereka tidak lagi memikirkan keadaan sekitar toh bukan nya legal jika mereka melakukannya di tempat umum?

Setelah pagutan mereka terlepas karna kehabisan oksigen, merekapun menyatukan keningnya, mengatur nafasnya yang sedikit terengah-engah.

"Ingin berjanji sesuatu padaku Baek?" Hara menjadi orang pertama yang mengeluarkan suaranya, setelah nafasnya di rasa sudah teratur.

Baekhyun menatap tepat di manik Indah Hara, tanpa merubah posisi mereka yang masih saling menempelkan keningnya.

"Kau ingin berjanji, jika suatu saat terjadi apapun, kau tetap di samping ku?" Begitu katanya.

Baekhyun tidak menjawabnya dengan kata-katanya, yang ia lakukan hanya menyatukan kembali dua material lembut itu supaya saling beradu lagi.

Dengan begini Hara sudah tahu jawabannya walaupun bukan kata-kata yang ia dapatkan

🔒Treason🔒

"Dokter Oh.. Dokter Oh, pasien dengan nomor ruangan 1061 kritis" ujar seorang Suster yang baru saja datang ke kantin, terlihat bahwa suster tersebut habis berlari karna nafasnya yang terengah-engah.

Sehun baru saja akan melakukan makan siangnya bersama Hana, ya setiap makan siang mereka berdua selalu bersama, namun kali ini gagal karna laporan mendadak dari salah satu suster nya yang menyatakan bahwa pasiennya kritis.

Sehun langsung berlari meninggalkan makanan yang belum sempat tersentuh.

Mementingkan keselamatan pasien dari pada makan siangnya yang akan terbuang sia-sia.

Treason || Byun Baekhyun Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang