Chapter 22

2.6K 613 87
                                        

Baekhyun membeku, ini di luar ekspetasinya, Hara tidak pernah meminta untuk menikahinya tapi sekarang apa? Hara meminta yang mungkin haknya.

"Aku tidak bisa" ujar Baekhyun, tentu saja ia tidak bisa, ia masih punya Hana, ia tidak ingin menikahi Hara sedangkan ia masih mempunyai status sebagai suami Hara.

"Kenapa? Apa karna statusmu dengan Hana masih sebagai suami istri?" balas Hara sengit, wajar bukan ia berlaku seperti ini, heyy Baekhyun melepaskan tanggung jawabnya, tentu saja Hara marah.

"Jika kau tahu kenapa bertanya? Dari awal kau sendiri yang bilang bahwa apapun yang terjadi kau tidak akan meminta apapun dari ku, dan kau bilang hubungan kita hanya seperti ini, tapi kenapa sekarang kau meminta ku untuk menikahimu? Kau fikir ini lelucon?" habis sudah, Baekhyun tidak tahan dengan emosinya.

"Lalu bagaimana dengan anakmu?" Baekhyun terdiam, ia tidak bisa apa-apa sekarang.

"Gugurkan saja" ucapan laknat pun lolos begitu saja.

"Kau gila?! Baek ini anakmu!!!" Hara tak kalah murkanya dengan Baekhyun justru mungkin ialah yang paling murka.

"LALU AKU HARUS APA?!" satu bentakan lolos dari bibir tipis Baekhyun, matanya memerah menahan amarah, sedangkan Hara? Ia baru saja melolosakan air matanya.

"Aku tidak bisa meninggalkan Hana jika kau ingin tahu" lanjut Baekhyun dengan suara yang rendah. Ia mulai putus asa.

Hara terisak, mungkin ini konsekuensinya, tapi ia pun tidak bisa mengalah lagi, ia sudah banyak mengalah, dan sekarang ia ingin egois, bukannya semua orang berhak egois?.

Hara terkekeh sinis di sisa-sisa isakannya.

"Aku mengerti, lalu kenapa kau tidak berterus terang saja? Bukannya cepat atau lambat Hana akan tahu? Dan bukannya akan sama saja? Apa kau sadar? Hana belum bisa memberikanmu keturunan, atau mungkin tidak akan? Lalu kenapa kau menyuruhku menggugurkan bayimu? Kau jelas sudah mendapatkan keturunanmu walaupun itu bukan dari Hana tapi aku!" Baekhyun terdiam, sedikit kelewatan memang saat mendengar Hara yang seperti mengejek Hana karna belum bisa mengandung atau tidak akan mengandung, ia kesal, namun itulah faktanya.

Baekhyun menundukan kepalanya dalam, pening, itulah yang di rasa oleh kepalanya, sakit di hatinya makin menjadi-jadi.

Hara bangkit dari tempat duduknya, berlalu begitu saja meninggalkan Baekhyun yang masih Setia dengan keterdiamannya.

"Melihat mu yang diam seperti ini jujur saja membuat hatiku sakit, dari awal kau memang tidak pernah membagi perasaanmu sama rata Baek. Kau tahu? Kau lelaki penuh dusta"

"Pulanglah, istrimu pasti akan khawatir karna suami kesayangannya masih betah berdiam diri bersama simpanannya, dan juga tolong fikirkan bayimu, bukan masalah bagiku jika kau tidak ingin memikirkan ku, setidaknya anakmu jangan kau terlantarkan begitu saja"

Pintu kamar tertutup rapat, Baekhyun mengepalkan tangannya erat, ia kesal, kesal dengan dirinya sendiri karna tidak bisa tegas dalam memilih segala hal yang memang harus ia pilih.

🔒Treason🔒

Baekhyun baru saja sampai di rumahnya, ia berjalan gontai menuju kamarnya.

Dengan perlahan, ia pun membuka pintu kamar, takut jika Hana sudah tidur dan akan mengganggu tidur sang istri.

Namun kenyataannya tidak,  Hana sedang duduk di depan meja riasnya, ia baru saja selesai dengan urusan wajahnya yang ia rawat seperti biasanya.

Hana menoleh, melihat Baekhyun yang menatap nya dengan tatapan sendu, Hana tersenyum, membuat hati Baekhyun semakin terasa sakit.

"Kau baru pulang Baek?" tanya Hana lembut, ia bangkit dari tempat duduknya berjalan menghampiri Baekhyun yang masih berdiri di lawang pintu kamar.

Treason || Byun Baekhyun Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang