Special Chapter: The Fact 2

2.5K 574 107
                                        

Cuman mau klarifikasi, jadi gini yorobun, setiap judul yang aku kasih nama special chapter itu berarti flashback.

Happy Reading...

Hara dan Nyonya Park meninggalkan rumah mewah yang sebelumnya menjadi tempat tinggal mereka. Dengan sisa tangisnya, Nyonya Park menuntun Hara yang masih menangis.

Di lain sisi Hana dan Chanyeol menyaksikan ibu dan Hara pergi. Tidak ada yang mengingikan perpisahan seperti ini. Chanyeol menangis, begitupun Hana. Mereka semua sama-sama terluka.

"Kenapa ayah mengusir ibu dan Eonnie?" dengan sisa-sisa isakannya Hana bertanya pada sang kakak yang sebenarnya percuma, Chanyeol tidak akan bisa menjawab pertanyaan sang adik.

🍃The Fact 2🍃

Jangan di Tanya, perasaan Hara benar-benar campur aduk. Ia tidak pernah membayangkan akan di usir dengan tidak hormatnya oleh seseorang yang mirisnya adalah ayahnya sendiri.

"Ibu, kita akan kemana?" lirih sekali. Hara sudah merasa lelah. Mereka baru saja keluar dari taxi, dan Hara tidak mengenali tempat yang sekarang ia pijak.

"Kita akan tinggal di rumah milik ibu dulu." Jawab Nyonya Park. Entah yang ia fikirkan hanya tempat ini. Walaupun tempatnya tidak sebesar rumah suaminya, tapi mampu memberi perlindungan dari sinar matahari dan rintikan air hujan.

"Rumahnya tidak bagus dan juga tidak besar. Tidak apa-apa kan jika kita tinggal di sini saja?"

Hara mendongak, menatap sang ibu yang juga balik menatapnya. "Tidak apa-apa bu, ini sudah lebih dari cukup. Asalkan dengan ibu, dimanapun aku mau."

🍃The Fact 2🍃

Tidak ada yang baik-baik saja setelah ini. Hara masih bisa bersekolah seperti biasanya, hanya saja keadaan menjadi canggung saat berpas-pasan dengan Hana.

"Eonnie, kau mulai sekolah?" Hana menjadi orang pertama yang menyapa kakaknya. Tidak ada maksud menyindir, hanya saja Hara merasa pertanyaan itu mengejek dirinya.

"Kau ingin aku tidak sekolah juga?" Hana terkejut. Sungguh, bukan itu maksud Hana, ia haya bertanya pada Hara, bukan maksud menyindir Hara karna terlihat di lingkungan sekolahnya setelah seminggu kemarin Hara tidak masuk sekolah karna beralasan sakit.

Hara meninggalkan Hana dengan segala keterkejutannya. Rasa bersalah atas pertanyaannya pun muncul kepermukaan.

'Sungguh, aku tidak bermaksud seperti itu.'

🍃The Fact 2🍃

"Hara!" satu teriakan berhasil tertangkap indra pendengaran Hara. Yaitu Baekhyun yang meneriakinya.

"Ada apa?" Tanya Hara setelah Baekhyun mendekat ke arahnya.

"Boleh aku titip sesuatu?"

"Apa?"

"Bisa tolong berikan ini pada Hana?" Baekhyun menyodorkan satu kotak besar pada Hara.entah apa isinya, Hara tidak ingin tahu apapun.

"Tolong berikan ini pada Hara, dan tolong bilang padanya untuk menemuiku nanti di taman biasanya kami berkencan." Baekhyun berucap dengan ringannya. Tanpa Tahu, hati seseorang sedang terluka.

Hara terdiam, bibirnya terkatup rapat. "Aku tidak bisa, maaf." Ucap Hara sebagai bentuk penolakan .

"Kenapa? Kau kan satu rumah dengannya."

"Kami sudah tidak satu rumah lagi. Jadi maaf, aku tidak bisa membantumu."

Baekhyun tentu saja terkejut, ia baru tahu tentang ini. "A-ahh.. maaf, aku tidak tahu." Sesal Baekhyun.

Treason || Byun Baekhyun Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang