Baekhyun dan Hana baru saja sampai di kediaman keluarga besar Baekhyun.
Salahkan Baekhyun yang selalu mengulur waktunya untuk datang bertemu dengan keluarganya.
Mereka berdua di sambut hangat oleh sang pemilik rumah, lebih tepatnya seorang gadis berumur sekitar 15 tahun membukakan pintunya.
"Eonni!!!" pekik sang gadis, Hana yang baru datang dan langsung mendapatkan pelukan yang tiba-tiba hanya bisa mendengus geli.
"Aigooo, bahkan kakak mu sendiri kau lupakan" Baekhyun tak habis fikir dengan adiknya yang lebih senang dengan kedatangan Hana dari pada dirinya, buktinya saja adiknya itu tidak mengindahkan kedatangannya dan malah asik dengan Hana.
"Aku sudah bosan dengan oppa yang semakin hari semakin jelek" ucap Yoonse, ya Yoonse adalah adik kandung Baekhyun.
Baekhyun mendelik sedangkan Hana tertawa melihat wajah kesal sang suami.
"Eoh, kalian sudah datang?" wanita paruh baya yang di ketahui ibu kandung Baekhyun itu pun menghampiri Baekhyun dan Hana.
"Ibu, ini aku membelinya saat hendak kesini tadi" Hana memberikan bingkisan kecil untuk ibu mertuanya, yang di terima dengan wajah berbinar dari lawan bicaranya.
"Harusnya kau tidak usah membawa apapun jika kemari, tapi terimakasih, kau sangat tahu apa kesukaanku, ayo masuk"
Hana tersenyum dan setelah itu Baekhyun dan Hana pun masuk ke dalam rumah, tidak lupa dengan Yoonse yang mengikutinya dari belakang.
Keluarga besar ini sepertinya sedang berkumpul, tidak hanya ada keluarga inti saja, melainkan sepupu-sepupu Baekhyun ada disini.
"Eonni pasti lelah, kau bisa istirahat di kamarku, atau di kamar Baekhyun oppa" Yoonse memang dekat dengan Hana jadi tidak heran kenapa Yoonse selalu ingin berdekatan dengan Hana.
Hana tersenyum, tangannya terulur mengusap lembut surai panjang adik iparnya itu.
"Iya nanti aku akan istirahat di kamarmu, tapi aku ingin berkumpul dengan semuanya dulu"
Yoonse mengangguk mengerti, tangan Hana kembali di gandeng menuju ruang keluarga yang sudah ramai sejak tadi itu.
Disana sudah ada Baekhyun, entah sejak kapan suaminya itu sudah berbaur dengan yang lainnya, dan akhirnya pun Hana duduk di samping suaminya.
"Lihatlah pasangan yang sibuk ini" Tuan Byun datang entah dari mana, Hana hanya tersenyum sungkan begitupun dengan Baekhyun.
"Sangat sibuk ayah, maafkan aku, Hana sekarang menjadi kepala departemen kandungan dan anak, jadi dia sangat sibuk sekarang, dan aku sibuk dengan pekerjaanku" ucap Baekhyun.
"Maaf ayah, mungkin nanti aku akan sering berkunjung kemari" tambah Hana.
Tuan Byun hanya mengangguk mengerti.
"Kau terlihat sangat kurus Hana" Jungha, kakak Baekhyun datang dengan nampan yang berisikan macam-macam cookies dan beberapa gelas jus jeruk.
"Eoh eonni juga ada di sini?" bukannya menjawab Hana malah balik bertanya.
Jungha hanya tersenyum lalu disusul dengan anggukan kepala.
"Kau sangat kurus, apa Baekhyun tidak memberikanmu uang untuk belanja?" ulang Jungha.
Baekhyun yang mendengar itu hanya mendengus, kadang kakak nya itu asal jeplak kalau ngomong.
"Hana sudah kaya, bahkan kayanya melebihi aku, jadi buat apa memberinya uang?" ucap Baekhyun yang langsung di hadiahi dengan pukulan keras di belakang lehernya oleh Yoonse.
"Aakhh... Sakit!"
"Ya oppa! Tega sekali kau!"
Hana terkekeh pelan, "Tidak eonni, Baekhyun selalu memberikanku uang"
"See? Aku tidak setega itu! Heisshh"
"Eonni bilang padaku jika Baekhyun oppa berlaku jahat padamu, akan ku tendang kemaluannya!!" tepat di akhir kalimat, Yoonse melayangkan tatapan tajamnya pada Baekhyun, sedangkan Baekhyun reflek memegang selangkangannya.
"Jangan macam-macam, ini aset masa depan ku dengan Hana"
Jungha dan Hana tertawa melihat perdebatan kakak beradik ini.
"Tumben sekali semuanya ngumpul ada apa memangnya?" Hana mengalihkan pembicaraan.
"Pernikahan Taehyung di percepat, Taehyung yang memintanya,karna sebentar lagi dia harus memegang perusahaannya yang di Inggris, jadi dia tidak mau jika pergi sebelum menikah" jawab Jungha, Hana tersenyum faham.
"Rumah jadi ramai aku jadi senang eonni, ya kau tahu sendiri di rumah aku hanya bertiga, Jungha eonni juga jarang kemari" Yoonse berujar dengan nada merajuk khasnya.
"Makannya cepat cari pasangan hidup sana" nyatanya Baekhyun masih ikut menibrung dengan para wanita-wanita ini.
Yoonse mendelik ke arah kakaknya, sedang kan Hana dan Jungha hanya menggelengkan kepalanya.
Mereka berdua memang tidak pernah berhenti berdebat jika sudah bertemu.
🔒Treason🔒
Baekhyun dan Hana menginap, mereka tidak di perbolehkan pulang oleh ibunya.
Untung saja besok Hana tidak memiliki jadwal dengan pasiennya, begitu pun dengan Baekhyun.
Ingat perusahaan tempat Baekhyun bekerja adalah perusahaan nya dan Baekhyun adalah CEO nya, jadi bebas Baekhyun ingin masuk atau tidak besok, toh dengan Baekhyun yang tidak masuk ke kantor satu hari tidak membuat perusahaannya gulung tikar kan?.
Kini Hana dengan ibu mertuanya sedang sibuk menyiapkan makan malam bersama, oh jangan lupakan dengan kehadiran Yoonse yang sedari tadi hanya bisa diam memperhatikan.
Jungha tidak ikut menyiapkan makan malam, karna ia harus mendiami anaknya yang baru saja menangis kencang.
"Yoonse, tolong taruh di meja makan sayang" Ibu Baekhyun tidak pernah menyuruh pelayan untuk sekedar memasak, katanya selagi bisa ia kerjakan sendiri kenapa tidak di kerjakan sendiri saja.
Pelayan hanya akan datang di pagi hari dan pulang saat hari mulai senja, dan pelayan itu pun hanya melakukan pekerjaan rumah seperti membereskan rumah, mencuci dan menyetrika, untuk urusan dapur Ibu Baekhyun yang akan melakukannya sendiri.
"Sudah bu, apa lagi yang harus aku kerjakan?"
"Tata piring nya, dan panggil semua orang untuk makan"
Yoonse menurut, ia menata semua piring di meja makan dan berlalu memanggil orang-orang untuk memulai acara makan malamnya.
Satu persatu mulai berdatangan, Hana dan ibu mertuanya sudah duduk di kursinya, ayah Baekhyun mengambil tempat duduknya tepat di samping sang istri, begitupun Baekhyun ia duduk tepat di samping Hana, namun kegiatan itu terhenti karna teriakan Yoonse dari jarak dua meter ke arah meja makan.
"Oppa! Jangan duduk di situ, itu tempat duduk ku, aku ingin dekat eonni!" begitu katanya.
Semua orang yang sudah menempati tempatnya itu pun tertawa, Baekhyun jadi tersingkir jika adiknya sudah begini.
Baekhyun mengalah, membiarkan Yoonse duduk diantara dirinya dan Hana.
Dan makan malam pun berjalan dengan khidmat, dengan sesekali Yoonse maupun yang lain berceloteh.
Jika di lihat seperti ini, Baekhyun dan Hana seperti pasangan normal pada umumnya, dimana Baekhyun hanya mencintai Hana dan tidak ada orang lain di belakang mereka.
🔒To Be Continued🔒
Ku ingin cepet namatin work ini😂😂
Maaf atas typo dan tanda baca yg kurang tepat😥 jika menemukan kalimat rancu tolong bilang, biar bisa di perbaiki untuk kedepannya😂😂😂
Don't forget vomment juseyo ❤
KAMU SEDANG MEMBACA
Treason || Byun Baekhyun
Fiksi Penggemar[Privated on some chapter's, Follow me and you'll get what you want] "Kau tahu, apa konsekuensinya orang yang bersahabat dengan luka?" Hana berucap datar, namun dengan penekanan. "Ada dua hal yang akan kau dapatkan, pertama kau akan kuat dan yang...
