Chapter 4

3.3K 789 117
                                        

Sehun dan Hana pulang lebih cepat, baru saja mereka hendak tidur masing-masing, namun pihak rumah sakit tempat mereka bekerja menelpon mereka, dan alhasil mereka berdua disini, di jalan yang sepi karena malam yang sepi sunyi.

"Heisshhh, aku lelah." Sehun sedari tadi terus saja merengek.

Mereka baru saja sampai di Seoul, dan sekarang sedang dalam perjalanan menuju rumah sakit.

Mereka langsung di jemput mobil ambulan, sungguh tidak etis sekali, itu karena katanya jika memakai mobil ambulan maka mereka akan cepat sampai dari waktu biasanya, ya kalian tahu lah, mobil ambulan itu punya sirine, mereka membawa Sehun dan Hana dengan keadaan sirine yang menyala.

"Oh jadi seperti ini rasanya ngebut-ngebutan pakai mobil ambulan?"

Bukannya Hana tidak pernah, justru saat masih menjadi dokter magang, Hana sering menaiki ambulan, tapi dengan pasien di dalamnya, karena asik panik dengan pasien itu membuat Hana seolah tidak sadar bahwa mobil ambulan berlalu sangat cepat pada waktu itu.

🔒Treason🔒

Berbeda dengan Hana dan Sehun, para manusia yang masih menikmati sisa liburannya, sudah tewas di ranjang masing-masing.

Na Eun jadi sendiri karena Hana yang pulang terlebih dahulu, namun kamar yang di tempati Sehun menjadi sedikit lega karna ada Chanyeol dan Taehyung saja, sedangkan Kai dan Baekhyun tidak ada yang berubah sama sekali.

Hanya saja kenyataan dengan Baekhyun yang belum tewas di ranjangnya.

Baekhyun sedari tadi tidak bisa tidur, entahlah ia sedang tidak enak tidur atau apa ia tidak tahu, yang jelas ia merasa gelisah sekarang, gelisah yang membuatnya semakin gelisah.

Baekhyun menggulingkan badannya, yang semula terlentang kini menjadi menyamping memunggungi Kai yang sudah lama memunggunginya.

Baekhyun menerawang jauh kearah jendela yang menghubungi dengan balkon kamarnya, tirai jendela itu tidak tertutup.

5 detik, 10 detik, 10 menit, 20 menit. Itu tidak membantunya sama sekali untuk tidur.

Baekhyun menyerah, akhirnya ia beranjak dari ranjang menuju balkon dengan membawa ponselnya ikut keluar.

Pintu balkon kembali tertutup, karena jika tidak mungkin Kai akan ikut kedinginan dan terusik dari tidurnya.

Baekhyun menerawang jauh lagi, entah apa yang ia lihat sebenarnya, yang jelas saat ini masih terlihat bulan dan Bintang yang menggantung Indah di langit, serta suara deburan ombak yang menenangkan.

Angin malam membawa helaian rambut Baekhyun bergerak, Baekhyun suka dengan sensasinya, dimana tercium pekat aroma laut, di tambah dengan suara riuh ombak, dan angin sepoi-sepoi khas pantai.

Ini jarang ia nikmati.

Ponselnya berdering, disana nama Yoon-ie terpampang, Baekhyun mengangkat panggilan itu.

"Kau belum tidur?" Baekhyun langsung menyapa wanitanya.

Bukan menjawab apa yang di tanya Baekhyun, wanita itu malah berucap.

"Aku merindukan mu."

Baekhyun tersenyum tipis, hatinya bergemuruh sedikit.

"Kapan kau pulang?"

"Besok siang aku pulang, bersiap-siap saja, aku langsung pulang ke apartemen," begitu kata Baekhyun.

Hening menyelimuti perbincangan dua orang dewasa ini.

Treason || Byun Baekhyun Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang