Baekhyun mengantarkan Hana ke bandara, Hana dan kawan-kawan nya harus mengikuti workshop hari ini di Jeju selama satu minggu.
"Jaga dirimu baik-baik, jangan terlalu lelah, jika sudah selesai cepat pulang, dan jangan kemana-mana" entahlah perasaannya atau bagaimana, Baekhyun sangat cerewet hari ini.
"Siap Captain" Hana memasang pose hormat dan membuat Baekhyun tersenyum kecil.
"Jangan lewatkan makan mu Baek, dan jangan terlalu keras bekerja" Hana merapihkan helaian rambut Baekhyun yang sedikit acak-acakan karna di terpa angin.
"Eumm, kau juga"
"Yasudah aku berangkat oke" Hana beringsut memeluk Baekhyun, hanya sepuluh detik dan setelah itu terlepas.
Baekhyun mencium lembut kening sang istri, mengucapkan hati-hati dan melihat Hana pergi sampai tak terlihat.
Setelah mengantar Hana, Baekhyun pun memutuskan untuk tidak pergi ke kantor,
Ia sudah izin dengan sekertarisnya bahwa ia tidak akan masuk hari ini, lagi pula tidak ada jadwal penting hari ini.
Lalu apa yang akan Baekhyun lakukan? Ia ternyata pulang ke apartemennya, niat dalam hati sudah bulat, ia ingin menyelesaikan masalahnya, setidaknya, ia akan mencari jalan terbaik untuk dirinya dan juga Hara tanpa ada yang tersakiti di sini.
🔒Treason🔒
Baekhyun memarkirkan mobilnya, setelah itu ia melenggang pergi menuju apartmen.
Ia mengernyit heran saat memasuki apartemennya, tidak biasanya apartemen itu berantakan dan ia tidak melihat keberadaan Hara di sini.
"Hara" panggil Baekhyun, ia menyusuri setiap ruangan dan ia tidak menemukan Hara, sampai pada kakinya membawanya ke arah dapur, Baekhyun terkejut.
Hara tergeletak di sana.
"Hara!!!" Baekhyun langsung menghampiri Hara yang tergeletak di sana, panik, itulah situasinya sekarang.
Ia menggendong Hara ke kamarnya, membaringkan wanita itu perlahan dan bergegas memanggil dokter.
Tidak butuh waktu lama, bel pintu apartemen pun berbunyi, ahh mungkin dokternya sudah datang.
Baekhyun langsung bergegas membukakan pintu, namun betapa terkejutnya yang ia temui adalah seorang dokter yang sangat ia kenal.
"Hyung?!"
🔒Treason🔒
Chanyeol menyenderkan tubuhnya di kursi kebesarannya, ia melonggarkan dasi yang sedari tadi terasa mencekiknya.
Ia baru saja selesai dengan rapat penting dengan kolega bisnisnya, tidak seperti biasanya, rapat kali ini sangat lama dan butuh pemikiran ekstra.
Ketukan pintu terdengar, Chanyeol menolehkan kepalanya menatap siapa gerangan yang ingin mengganggunya.
"Permisi Mr. Dua jam lagi anda ada jadwal rapat dengan Mr. Demian" ternyata itu sekertaris nya yang mengingatkan untuk rapat kembali.
Chanyeol hanya menganggukan kepalanya mengerti, dan menyuruh sekertaris itu pergi dengan isyarat halus.
Kepalanya pusing, entah kenapa, sepertinya ia kurang sehat sekarang.
Ponselnya bergetar, di sana tertera nama adiknya, Hana yang menelponnya.
"Halloo? Hana-ya?"
"Eoh oppa?!" terdengar suara nyaring di sebrang sana.
KAMU SEDANG MEMBACA
Treason || Byun Baekhyun
Fiksi Penggemar[Privated on some chapter's, Follow me and you'll get what you want] "Kau tahu, apa konsekuensinya orang yang bersahabat dengan luka?" Hana berucap datar, namun dengan penekanan. "Ada dua hal yang akan kau dapatkan, pertama kau akan kuat dan yang...
