Chapter 31

2.5K 590 89
                                        

Tidak seperti biasanya yang segala kebutuhan Baekhyun akan di urus oleh Hana. Nyatanya mulai saat ini Baekhyun lah yang harus menyiapkan segala kebutuhan Hana.

Di satu sisi ia sangat senang dan di sisi lain kadang ia merasa lelah. Tak apa ini demi calon anak nya.

Seperti sekarang, Baekhyun di minta oleh Hana untuk membeli es krim, sebenarnya wajar jika Hana memintanya saat siang hari, tapi bagaimana kabarnya jika Hana memintanya saat malam hari? Di saat orang lain sedang terlelap, ibu hamil ini meminta suaminya untuk pergi membeli es krim.

"Hana-ya, ini sudah malam, dan juga sepertinya di luar sedang hujan" bukannya tidak ingin mengabulkan permintaan istrinya yang sedang mengidam sekarang, hanya saja di luar sedang hujan deras dan ini sudah pukul satu dini hari.

Hana langsung berbalik memunggungi Baekhyun, jangan salahkan hormon ibu hamil jika sudah seperti ini.

Baekhyun menghela nafas, tidak habis fikir dengan Hana yang minta sesuatu yang tak tanggung-tanggung.

"Kau baru seperti itu saja sudah mengeluh" ucap Hana. Lihatlah, ibu hamil ini merajuk.

Baekhyun merapatkan tubuhnya, mendekap sang istri dari belakang.

"Bukan seperti itu sayang, ini sudah malam, dan di luar sedang hujan. Kau tahu? Aku tidak ingin tiba-tiba kau terserang flu, bukannya aku tidak ingin menuruti keinginanmu"

"Aku tidak akan terserang flu, lagi pula ini bukan permintaanku"

Baekhyun menghela nafas lagi, jika sudah begini, haruskah ia pergi menuruti keinginan sang istri?

"Tunggu di sini, akan aku carikan" Baekhyun bangkit, memakai mantel hangatnya, lalu pergi dengan membawa dompet dan kunci mobilnya.

Hana hanya melihat Baekhyun sampai pintu kamar itu tertutup kembali.

Baekhyun nya sudah pergi.

🔒Treason🔒

Benar saja, saat mobil mewahnya keluar dari garasi, hujan lebat langsung mengguyur mobilnya.

"Dimana ada toko es krim yang masih buka?" gumam Baekhyun saat matanya melihat kedai es krim yang sudah tutup.

Baekhyun terus saja mengitari jalanan mencari mini market yang buka 24 jam, tetapi nihil, ia belum menemukannya.

Hujan yang tadinya deras pun kini menjadi hujan rintik-rintik yang membasaki kota Seoul. Baekhyun bersyukur, setidaknya pandangannya tidak terganggu oleh derasnya hujan yang mengakibatkan Baekhyun kesulitan untuk memfokuskan pandangannya mencari mini market.

Baekhyun sampai keluar dari sekitar rumahnya, sebenarnya Baekhyun sudah menduga bahwa tidak mungkin ia menemukan kedai es krim atau mini market 24 jam di dekat rumahnya.

Bukan, bukan karna rumahnya yang berada di pelosok kota Seoul, hanya saja memang letak rumahnya terbilang jauh dari keramaian, walaupun pada kenyataannya tetap saja ramai.

Pencarian Baekhyun terbayar sudah, ia menemukan sebuah mini market 24 jam yang dekat dengan jalan Raya.

Ia pun menepikan mobilnya, dan keluar dari mobil yang di tumpanginya.

Hembusan angin malam menjadi sambutan untuk Baekhyun, ia merapatkan mantel hitamnya saat udara dingin mencoba menerobos masuk ke dalam tubuh Baekhyun.

Baekhyun membeli beberapa es krim untuk Hana dengan rasa yang berbeda, karena saat di tanya Hana hanya menjawab 'apa saja yang penting itu es krim dengan rasa yang enak'.

Tidak hanya es krim yang Baekhyun beli, ia membeli beberapa keperluan yang setahunya sudah habis di rumah. Seperti persediaan makanan ringan di kulkasnya, yang memang selalu ada memenuhi isi kulkasnya, dan jangan lupakan ada keperluan lain yang lebih penting. Yap, susu hamil untuk Hana.

Selesai dengan itu, Baekhyun pun pergi meninggalkan mini market itu, namun sebelum ia benar-benar pergi, suara deringan ponsel menyapa Indra pendengaran nya, dimana nama Hara yang ada di layar ponselnya.

"Kau sudah tidur?"

"Belum, ada apa? Kau menginginkan sesuatu?"

Masih ingat kan saat Baekhyun ingin bertanggung jawab atas anaknya yang tumbuh di wanita lain.

Baekhyun pun akan bertanggung jawab atas segala sesuatunya. Seperti sekarang, Hara menelponnya karna tiba-tiba saja ia menginginkan jajangmyeon. Hell ingin rasanya mengumpat, tapi rasanya tidak perlu karna bagaimana pun juga ini akibat ulahnya yang tidak bisa menahan spermanya untuk tidak menyembur di dalam rahim sang gadis.

Tidak lama ia pun mendapatkannya, entah dari mana, yang jelas sekarang ia harus memberikannya pada Hara sekarang.

🔒Treason🔒

Baekhyun memarkirkan mobil nya di basement gedung apartemennya, ia melenggang pergi dengan dua kantung kresek di tangannya.

Jangan tanya itu apa saja, karna setelah kalian tahu mungkin saja kalian akan mengumpat pada lelaki tampan ini.

"Ini pesananmu, dan juga ini susu hamil untukmu, kau harus meminumnya"

Baekhyun memang sengaja membeli dua kotak susu hamil, karna yang sedang hamil anaknya sekarang bukan hanya Hana, melainkan Hara juga, it's amazing.

Hara tersenyum kecil, ia sudah mengira bahwa Baekhyun membenci dirinya, tapi praduga itu salah karna kenyataannya Baekhyun masih bersikap manis pada dirinya, dengan memberikan Hara susu hamil dan juga memberikan sesuatu saat Hara mengidam, bukankah itu adakah hal-hal termanis jika di rasakan?.

"Aku harus pulang, maaf aku tidak bisa menginap disini Hana membutuhkan ku" jujur saja, Baekhyun merasa bersalah bagaimanapun juga Hara pasti mengalami masa-masa sulit saat kehamilan, apa lagi ini trimester pertama, pasti wanita itu mengalami morning sickness, ngidam, dan hal-hal yang lain yang membuat dirinya kesulitan untuk menjalankannya sendiri.

Sakit mendengarnya, tapi Hara harus bisa meng iya kan karna pada dasarnya Hara seperti tempat singgah yang sifatnya sementara dan tidak bisa di patenkan. Hara mengangguk meng iya kan sambil tersenyum kecut, maka hal selanjutnya adalah Baekhyun pulang ke rumah, meninggalkan Hara yang sebelumnya Baekhyun mengecup singkat bibir Hara.

🔒Treason🔒

Baekhyun lupa kalau sekarang ia membawa es krim pesanan Hana, ia terlalu asik dengan Hara.

Bukan, bukan begitu maksudnya, mungkin karna jarak dari tempat belanja tadi cukup jauh dengan kedai jajangmyeon, belum lagi harus ke apartemen dan mengobrol sebentar dengan Hara, dan setelah itu ia baru bisa kembali kerumah dengan es krim yang sudah mencair, tidak sepenuhnya memang, tapi tetap saja! Mungkin akan beda saat memakannya.

Baekhyun mendesah lesu, ia merutuki kebodohannya.

"Hana es krim mu mencair" sesal Baekhyun.

Jujur Hana sedikit kesal, hanya saja ia menahannya, karna ia pun tahu, Baekhyun membelinya tidak dekat dengan rumahnya, bisa saja ia mendapatkannya di ujung kota Seoul misalnya, dan juga Hana mengerti dengan keadaan cuaca yang terbilang tidak Bagus, yang membuat Baekhyun harus berhati-hati dalam menjalankan mobilnya saat hujan deras mengguyur kota Seoul.

"It's okay, aku tahu perjuanganmu" Hana tersenyum manis sekali, seolah-olah itu tidak masalah baginya, namun Baekhyun bisa menyimpulkan bahwa Hana pasti kecewa.

"Tidak usah di makan, aku tahu kau pasti kecewa" Baekhyun mengambil es krim yang sebelumnya Hana tuangkan ke dalam cangkir, karna es krim itu sudah meleleh.

Dan detik berikutnyaHana menamgambil kembali cangkir tersebut, "tidak apa-apa, rasanya tetap manis seperti es krim".

🔒To Be Continued🔒

Pengen cepet-cepet tamat akutuh 😂

Treason || Byun Baekhyun Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang