Chapter 21

2.5K 636 88
                                        

Di setiap rasa sakit tersimpan kekuatan untuk bisa bertahan dengan rasa sakitnya. Semua orang berhak untuk terbebas atas rasa sakitnya, dan semua orang memiliki cara berbeda untuk bisa bertahan dengan rasa sakitnya.

🔒Treason🔒

Seperti biasa, Hana akan menyiapkan keperluan sang suami, dimulai dari pakaiannya, sarapannya dan segala kebutuhannya.

Akhir-akhir ini Hana melihat Baekhyun yang sedikit berbeda dari biasanya.

Yang biasanya Baekhyun sering menebar lelucon, kini tidak lagi, entah apa penyebabnya, Hana hanya bisa mengelus dada saat sifat dan sikap Baekhyun yang tiba-tiba berubah.

"Aku sudah menyiapkan sarapan untuk mu, makanlah sebelum berangkat, karna tidak baik jika membiarkan perutmu kosong seperti itu"

Baekhyun hanya bergumam sebagai jawaban, tidak memuaskan memang, tapi Hana adalah Hana, ia mencoba untuk memaklumi perubahan mood Baekhyun yang sedang kacau karna pekerjaannya.

Hana kembali sibuk dengan keperluannya sendiri, mengabaikan Baekhyun yang juga mengabaikannya, kejadian itu berlaku sampai mereka berdua kini duduk saling berhadapan dengan sajian menggiurkan di meja makan.

Tidak ada yang membuka mulut, Hana menjadi orang yang tidak tahan dengan ini, hanya saja ia cukup sadar dengan keadaan, ia tidak ingin membuat hatinya sakit terlalu dalam.

Hana membawa tas kerja Baekhyun, memasuki mobil yang sama dengan suaminya, sepanjang perjalanan Baekhyun tidak ada sama sekali niatan untuk membuka percakapan seperti sapaan atau apapun itu, yang ia lakukan hanya menutup mulutnya rapat-rapat.

Hana keluar dari kuda besi milik Baekhyun, hatinya mencelos, saat mobil hitam milik Baekhyun meninggalkannya tidak seperti biasa.

Lagi-lagi, ia harus berfikiran posistive tentang Baekhyun, apapun keadaannya, ia mempercayai suaminya jika sebenarnya tidak ada sesuatu apapun yang sedang menimpanya.

🔒Treason🔒

Bukan kemauannya Baekhyun seperti ini, hatinya pun ikut merasakan sakit melihat wajah muram Hana di pagi hari.

Namun apa yang bisa ia lakukan? Baekhyun ingin mengetest dirinya sendiri sanggupkah ia hidup tanpa Hana di sampingnya.

Nyatanya ia tidak bisa, wajah Hana yang muram berlalu lalang di pelupuk matanya, hal itu membuat dadanya terasa sesak.

"Maafkan aku, karna aku sudah begitu dalam menyakitimu"

Baekhyun sadar betul, ia bukan lelaki yang mempunyai label Setia, ia hanya mempunyai label yang bertuliskan bahwa dirinya adalah lelaki brengsek.

Ponselnya berdering nama Yoon Hara terpampang di sana.

Ini sudah seminggu ia mengabaikan Hara, ia tidak bertemu dengan Hara sejak kejadian itu, jangankan bertemu untuk sekedar mengirim pesan pun tidak.

"Aku ingin berbicara dengan mu" ucap Hara to the point, bahkan Hara tidak mempersilahkan dirinya untuk sekedar menyapanya terlebih dahulu, hanya sekedar say hello mungkin, tapi sepertinya memang disini banyak hal yang harus di luruskan.

"Setelah aku pulang dari kantor, aku akan pulang ke apartemen" sambungan telfon itu pun terputus, bukan Baekhyun pelakunya, tetapi Hara yang memutuskan sambungan itu.

Baekhyun mendesah pelan, kepalanya pening, tubuhnya terasa lelah, jika ia bisa kembali ke masa lalu, ia ingin memilih saja, berlaku tegas untuk keduanya, dan menjaga hati hanya untuk satu wanita saja.

🔒Treason🔒

Mood dokter tampan ini sedikit rusak, bagaimana tidak, ini masih pagi dan tidak seperti biasanya Sehun seperti ini.

Treason || Byun Baekhyun Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang