Baekhyun terduduk di ranjang empuk miliknya. Pernahkah Baekhyun berkata bahwa sudah lama ia pisah ranjang dengan istrinya? Ya, Baekhyun sudah lama pisah ranjang dengan istrinya, mungkin semenjak dua minggu yang lalu? Atau lebih? Ia tidak ingat persis, karna semalam pisah ranjang dengan sang istri, seperti sudah pisah ranjang selama sebulan.
Ia merenung, merenungkan bagaimana nasibnya sekarang? Hana sudah semakin jauh dari nya, walaupun terkadang berbicara, hanya saja topik percakapan mereka terasa sangat singkat.
"Aku ada acara dengan temanku." Baekhyun mendongak, menatap sang istri yang berdiri di lawang pintu kamarnya, lebih tepatnya kamar tamu yang ia tempati sekarang.
Walaupun mereka terlihat perang dingin, namun Hana selalu bilang sesuatu pada Baekhyun, hanya untuk memberi tahunya, supaya Baekhyun tidak terlalu mengkhawatirkanya.
"Biar aku antar," Baekhyun menyambar kunci mobilnya yang terletak di atas nakas, dan berdiri menghampiri Hana. Namun, saat langkahnya belum sampai menghampiri sang istri, Baekhyun terdiam, karna ucapan Hana yang benar-benar menohoknya.
"Tidak perlu! Aku sudah meminta Kyungsoo untuk menjemputku." tubuhnya terasa kebas, Baekhyun tidak bisa berbuat apa-apa.
"Aku pergi dulu." Hana meninggalkan Baekhyun yang masih terdiam di tempatnya. Saat pintu rumah terdengar tertutup, Baekhyun membanting kasar kunci mobilnya hingga beberapa gantungan yang menggantung di kuncinya berantakan entah kemana.
"Aarrgghh!!!!" Baekhyun mengacak rambutnya frustasi. Tidak, dia bukan marah pada Hana karna lebih memilih meminta Kyungsoo untuk menjemputnya. Ia marah pada dirinya sendiri, marah karna ia membuat Hana seperti ini.
🔒Treason🔒
"Aku kira kau tidak jadi datang." ujar Hyemi. Jika kalian ingin tahu, tidak ada acara apapun. Hana hanya ingin menghindar dari Baekhyun, berlama-lama dengan Baekhyun terkadang membuat dadanya terasa sesak. Dan soal Kyungsoo, dia memang meminta Kyungsoo untuk menjemputnya. Namun, setelah itu Kyungsoo pergi, karna masih ada tugas di rumah sakitnya.
"Aku bosan di rumah, Baekhyun sedang sibuk dengan perusahaannya." Bohong! Semua itu hanya bohong. Hana hanya menutupi semuanya dari Hyemi.
"Ahh seperti ituㅡ, lalu, sekarang apa yang akan kita lakukan?" seolah tidak mencium aroma kecurigaan, Hyemi mengalihkan pembicaraan.
"Bagaimana jika menonton drama? Aku sudah lama tidak menontonnya." untuk sejenak, biarkan Hana melupakan masalahnya sejenak.
🔒Treason🔒
Chanyeol sudah mewanti-wanti agar Kai harus fokus terhadap perusahaannya.
Bukan apa-apa, Chanyeol hanya tidak ingin Kai jadi bulan-bulanan ayahnya jika sudah mengamuk.
"Wow, ternyata ayahmu pandai melukis ya, bung?" Chanyeol terkekeh, namun raut prihatin pun tampak jelas disana.
"Sialan!" desis Kai tajam.
Chanyeol tertawa terpingkal-pingkal, tak bisa di pungkiri, Kai datang ke kantornya dengan wajah yang babak belur.
"Harusnya kau membelikan-nya kain kanvas jika tidak ingin wajahmu yang menjadi objek lukisannya. Kau bisa mengaca disanaㅡ" Chanyeol menunjuk kaca besar dekat kamar mandinya yang terletak di sudut ruangannya.
"ㅡwajahmu memprihatinkan bung, ppfftt..." percayalah, sekarang wajah Kai merah padam. Sedangkan Chanyeol? Ia hanya bisa tertawa di atas penderitaan orang.
"Ku beri tahu, wajahku tetap tampan walaupun banyak maha karya yang ayahku buat di wajahku."
"Yaa.. Ku akui memang kau tampan, tapi kau pun harus ingat, drajat ketampananmu tidak ada apa-apa nya di banding dengan ku."
KAMU SEDANG MEMBACA
Treason || Byun Baekhyun
Fanfiction[Privated on some chapter's, Follow me and you'll get what you want] "Kau tahu, apa konsekuensinya orang yang bersahabat dengan luka?" Hana berucap datar, namun dengan penekanan. "Ada dua hal yang akan kau dapatkan, pertama kau akan kuat dan yang...
