The Most Wanted Twins (Twenty One)

12.2K 561 13
                                        

Note : ehehe tenang aja nih ya, chapter ini gak panjang panjang amat kok, cuman 2523 word doang wkwkw. Tadi tuh ke copas gitu masa :( tapi ini udah di revisi kok. Happy Reading ^^

~The Most Wanted Twins~

Devan menggenggam knop pintu kamar Nathania, dengan ragu Devan memutar knop pintu dan masuk kedalam kamar bernuansa serba putih itu.

Mata Devan langsung tertuju pada Nathania yang sedang menyisir rambut panjangnya di depan meja rias.

Devan tersenyum, lalu mendekati sang adik dan mengusap lembut rambut panjang Nathania.

"Kamu yakin mau sekolah hari ini?" tanya Devan, Nathania mengangguk dan tersenyum simpul.

"Yaudah, ayo turun kita sarapan dulu, Davin sama Gerald udah dibawah"

Nathania meraih tas ranselnya dan berjalan beriringan dengan Devan menuju ruang makan.

"Hai dedek, apa kabar Thania sayang? Tidurnya nyenyak gak semalem? Pasti kamu mimpiin abang Gerald kan? Sini abang udah ambilin sarapan buat dedek" Nathania terkekeh melihat sikap Gerald yang sudah kembali normal.

Nathania duduk di samping Davin, lalu segera menyantap roti bakarnya dan meneguk susu coklat kesukaanya.

"Engh.. Gini Than, abang mau minta maaf, hari ini kamu berangkat sama abang Devan atau abang Davin aja ya. Soalnya abang mau jemput Vanessa, si Dom masuk rumah sakit katanya, Dom mau di suntik vaksin Difteri yang ke tiga"

Pletak!

"Aw Devan anying khintil titiw! Hobi banget jitak kepala gue! Ntar kalo di kepala gue tumbuh bukit dan pegunungan gimana?"

"Ya lagian lo! Mana ada mobil disuntik vaksin!"

"Ya kan mobil juga harus tetep sehat"

"Lagian cewek lo apaan sih masa mobil dinamain Dom"

"Ye suka suka Vanessa lah. Itu katanya mobil kesayangan dia! Yaiyalah ya secara itu mobil hadiah dari gue pas ulang tahun dia yang ke tujuh belas tahun"

"BODOAMAT GAK NANYA MAMPUS!"

Gerald mencebikan bibirnya kesal, membuat Nathania tertawa. Sedangkan Davin menggeleng melihat kelakuan Gerald "Yaudah sonoh gece, jemput bidadari lo yang cantiknya ngalahin Nasyila Mirdad, biar dedek dianter sama gue atau Devan"

Gerald langsung tertawa terbahak bahak, ia tahu arah pembicaraan Davin, lalu Gerald berdiri dan memasang jawah sedih sambil meraung raung "JANGAN SENTUH AKU MAS JANGAN SENTUH AKU!!! AKU JIJI, AKU JIJI SAMA MAS, AKU JIJI, AKU BENCI, JANGAN SENTUH AKU!!!!"

Kini Devan, Davin, dan Nathania tertawa bersama sambil memukul keras meja makan. Membuat suasana menjadi heboh, bahkan asisten rumah tangga mereka ikut tertawa melihat majikan mudanya yang konyol ini.

"Plis Rald itu kenapa muka lo menghayati banget? Hahahahah" Ucap Devan sambil memegang perutnya yang terasa sakit karena tertawa.

"Ya abisnya gimana ya, gue kan emang lagi manjyah lagi pengen di manjyah.. Pengen berduaan dengan dirimu iqbwal"

Devan, Davin, dan Nathania lagi lagi tertawa geli melihat tingkah Gerald, ditambah lagi ekspresi Gerald yang sangat menjiwai saat mempraktikkan Nurrani bernyanyi lagu Syantik.

"Aduh abang plis perut aku sakit" Ucap Nathania yang sesekali menghapus air matanya yang keluar karena tertawa geli.

Gerald menatap Nathania "Maafin abang ya dedek. Nanti kalo Dom udah selesai suntik vaksin. Abang bakal anter kamu lagi. Oke?! Yaudah abang pergi dulu ya takut telat" Gerald mengecup dahi Nathania, lalu menjitak kepala Devan dan Davin.

The Most Wanted TwinsCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang