Devan menarik lengan Nathania melewati kerumunan orang yang memenuhi koridor sekolah, kini kerumunan itu menepi seolah memberi jalan untuk Devan dan Nathania.
BRAK!
Devan mauk kedalam kelas Gerald, yang sudah ada guru, tetapi Devan sama sekali tidak peduli. Bahkan Devan tidak mengucapkan salam.
"Rald, lo anter Thania pulang" Gerald yang tadinya sibuk tertawa dengan Ziko, kini matanya hampir saja lompat dari tempatnya.
Gerald menganga tak percaya, ia menatap bingung wajah Nathania yang kini sudah bajir oleh air mata.
"D.. De.. Dedek.. Dedek kenapa? Kamu sakit?"
Gerald menatap Devan yang kini wajahnya merah padam, Gerald yakin pasti Devan sedang menahan gejolak amarah.
"Van, Thania kenapa?" Tanya Gerald dengan wajah cemas.
"Sandra sekolah disini"
"APA?!" Gerald membekap mulunya tak percaya, bagaimana mungkin Sandra sekolah di Nusa Bakti.
"Anter Thania pulang. Gue ada urusan" Devan melenggang keluar dari kelas Gerald.
"Ziko! Awas minggir Ko, dedek gue mau duduk disini" Dengan terpaksa Ziko bangkit dari kursinya dan pindah duduk di barisan depan.
Gerald menatap Nathania yang kini sedang menghapus air matanya "Mau cerita?" Tanya Gerald sambil mengusap pucuk kepala Nathania.
Nathania menghembuskan nafasnya bersamaan dengan air matanya yang kembali jatuh membasahi pipinya "Kenapa sih, semua cowok yang aku suka, selalu ada hubunganya sama Sadra, dan dia lebih milih Sandra dari pada aku?"
Gerald tersenyum lalu menggenggam erat tangan Nathania "Hm.. Mungkin ini adalah rencana tuhan?"
"Tapi kenapa Tuhan selalu bikin takdir yang buruk buat aku?"
"Than, dengerin abang. Mungkin Calvin bukan yang terbaik buat kamu. Dan kalo emang Calvin bukan yang terbaik buat kamu, Tuhan akan punya satu juta cara untuk menjauhkan kalian. Begitupun kalau kalian emang jodoh, sejauh apapun jarak kalian, Tuhan akan selalu punya cara untuk menyatukan kalian"
Entah apa yang difikirkan Gerald, kata kata itu meluncur bebas dari mulut Gerald. Padahal Gerald tidak setuju jika Nathania berpacaran, tetapi sebagai saudara kembar, Gerald pun merasakan apa yang Nathania rasakan pada saat ini. Ia tidak bisa membayangkan jika berada di posisi Nathania, ia tidak rela berpisah dengan Vanessa.
Nathania temenung sejenak "Apa menurut abang begitu?" Gerald tersenyum lalu mengangguk.
"Berarti aku selalu mencintai orang yang salah"
"Thania, ini bukan akhir dari segalanya. Enggak ada yang tau rencana Tuhan, bisa aja ini adalah awal dari perjalanan kisah cinta kalian?"
Nathania lagi lagi menghapus air matanya yang membasahi pipinya.
"Udah ah, jangan nangis terus. Kamu tau kan kalo kamu sakit, abang juga sakit, kalo kamu bahagia, abangpun bahagia" Nathania tertawa, lalu Gerald menarik Nathania kedalam pelukanya.
Gerald mengecup pucuk kepala Nathania "Jangan nangis lagi, sayang" Nathania mengangguk lalu tersenyum.
Gerald melepaskan pelukannya "Ayo abang anter kamu pulang"
Nathania menggeleng "Aku mau sama Vanessa"
"Kamu yakin?" Nathania mengangguk
"Tapi Sandra ada di kelas kamu lho"
Nathania terkekeh "Vanessa bisa jagain aku kok, lagipula kan ada abang Gerald, abang Devan, abang Davin yang selalu ada buat aku"
"Hm.. Sebentar deh abang telepon Devan dulu"
KAMU SEDANG MEMBACA
The Most Wanted Twins
Teen FictionStarting on July 01, 2018 (On going) Nathania Aldino Cortez "The Most Wanted Girl" disekolah, memiliki kehidupan yang serba mewah, kasih sayang yang begitu besar ia dapatkan dari keluarganya, gadis berdarah indo-spanyol ini memiliki 3 kakak laki la...
