The Most Wanted Twins (Fourty Five)

8.9K 510 234
                                        

Temen temen yang belum fhalaaww akun wp aku, cus di fhalaww dulu yaa.. Bukannya apa apa, biar aku gampang aja kalo mau kasih pengumuman, seperti yang kalian tau aku nulisnya moody banget, jd kalo suatu saat aku mau hiatus lagi kalian dapet pengumumannya. Tengkyuu ♥ btw Maaf ya kalo banyak typo 😭

~The Most Wanted Twins ~

Calvin menyenderkan punggungnya ke sofa, ia menatap malas tumpukan berkas yang ada di hadapannya, sungguh ia tidak semangat bekerja hari ini, fikirannya dipenuhi oleh wanita cantik berambut panjang yang berhasil menaklukkan hatinya.

Calvin tersenyum melihat foto Nathania yang ia pajang di meja kantornya, tangannya meraih frame foto tersebut.

Calvin menghela nafas panjang, ia benci harus berpisah dengan Nathania, sebenarnya orang tua Calvin dan Nathania ingin sekali mereka bertunangan, namun menurut Calvin itu sangat terburu-buru, mereka akan bertunangan saat mereka sudah yakin satu sama lain.

Drt..
Drt..

Calvin mengalihkan pandangan matanya ke arah ponsel yang ia letakan dia atas meja kantornya, tanpa fikir panjang Calvin segera mengambil ponselnya. Namun mimik wajahnya menjadi berubah saat melihat ada pesan dari nomor asing.

+ 3466413xxx : Vin, aku tau kamu lagi di Spanyol. Bisa bertemu di resto Los Montes De Galicia? Ada yang mau aku omongin ke kamu.

-Dara

~The Most Wanted Twins~

"Allahuakbar Allahuakbar Allahuakbar, Laailahailallah Allahuakbar Allahuakbar walillahilham" Devan dan Davin menyerukan takbir dengan penuh haru, mereka terlihat kompak menggunakan gamis, sorban, dan tasbih yang digantungkan di leher mereka, persis seperti pak haji. Sedangkan Geralad dan sang ayah memukul bedug dengan penuh semangat yang membara.

Nathania tertawa melihat penampilan Gerald yang hanya baju koko dan memakai celana kolor saja dengan sarung yang ia gantungkan di bahunya, persis seperti bapak bapak yang ingin ronda.

Namun beberapa saat kemudian Devan menghentikan takbirnya, "Ekhm.." Devan menginjak kaki Davin.

"Kenapa?" Tanya Davin bingung.

"Mulai rencana." Bisik Devan.

Davin mengangguk mantap "Ah iya iya, hampir lupa."

"Woy kenapa berenti?!" Teriak Mr. Cortez dengan lantang,"Gue mau pukul pukul bedug lagi ini." Protesnya.

Devan menghampiri Mr. Cortez, "Pi, Devan, Davin, Gerald, sama Thania boleh izin keluar dulu gak?"

"Enggak." Jawab Mr. Cortez.

Devan berdecak sebal, "Papi.. Kita kan mau beli ketupat."

Davin menepuk keras bokong Devan, "Alesan tergoblok yang pernah gue denger." Bisik Davin.

"Ck, bacot udah lo diem aja" Jawab Devan dengan berbisik bisik.

"Ngapain lo berdua bisik bisik begitu?" Tanya Mr. Cortez dengan tatapan curiga.

"Ini loh Pi, si Davin minta beli tahu jeletot. Lagi pengen yang pedes pedes katanya" Jawab Devan sambil tertawa hambar.

Mata Davin melotot tajam, "Sampah!" Ucapnya kesal.

"Ketupat udah banyak, ngapain beli lagi?" Tanya Mr. Cortez kebingungan.

Devan berfikir sejenak, "Engh.. Itu.. M.. Maasih kurang banyak Pi! Kan kita orang kaya, ketupatnya harus banyak banget biar bisa bagi bagi ke sobat missqueen."

The Most Wanted TwinsCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang