Welcome back to the ff gua ><
apa kabar dengan kalian semua? baik kan? sehat kan? sedikit bacotan dari gua sebelum kalian mulai baca ni ff yang mungkin udh kalian tungguin ampe lumutan -kgk deng- apa kalian bertanya-tanya kenapa gua kgk up selama 4 minggu -maybe- ? seharusnya ini ff udh sampai di chapter 30 lebihan ya? tapi berhubung Hp gua error jadi ffnya di tunda sejenak, gua kgk tau dah klo kalian mungkin udh lupa apa gimna sma ff gua yang penting gua up again T^T yasudahlah daripada kebanyakan bacot mending cuss langsung read ni ff keburu dingin /eh? dikata makanan -,-
oke mantemans selamat membaca !!
-Love Hurt ChanBaek Chapter 29-
•
kedua mata bulat Chanyeol terus menatap sosok mungil yang saat ini tengah mengeluarkan air matanya, walaupun kata demi kata penenang dari Chanyeol sepertinya tak digubris oleh pria mungil tersebut. kedua tangannya terus memeluk perut yang diyakini didalamnya terdapat sosok satu jiwa yang suci, perkataan dari Chanyeol terus terngiang dikepalanya membuat ia semakin merasa bersalah. karena tak hanya sekali ia mengalami jatuh dan membuat satu jiwa suci tersebut menerima goncangan, mungkin tuhan mulai merasa kasihan terhadapnya karena sesuatu yang sangat berharga baginya terus dilindungi oleh kuasa sang tuhan. perkataan dokter song tempo hari pun masih diingat dengan jelas olehnya bagaimana kandungan seorang pria sangatlah lemah menjadikan dirinya harus berusaha keras untuk melindungi sang bayi.
namun beberapa kali mengalami kecelakaan kecil seperti terjatuh mau itu secara pelan ataupun keras tetapi bayi yang ia kandung sangatlah kuat, ia bisa menerima gonjangan tersebut dengan mudah. apakah bayinya tengah bersemangat untuk lahir didunia ini? oleh karenanya ia sangatlah kuat?
"Baek, berhentilah menangis nafasmu menjadi tersendat, apa kau tak khawatir dengan baby?" ujar Chanyeol selembut mungkin.
isakan Baekhyun masih terdengar tapi ia buru buru menghapus air matanya pelan dan bangkit dari baringnya, dengan perlahan ia duduk dan bersandar. Chanyeolpun langsung berpindah tempat yang semula berjongkok beralih duduk disamping Baekhyun.
"Apa kau baik baik saja?" tanya Chanyeol
"hm." jawab Baekhyun sekenanya.
"apa kau marah padaku?" tanyanya lagi
namun yang ditanya hanya merespon dengan gelengan, membuat sang empu menghela nafas pelan.
"Kenapa kau tak bersuara?"
"aku hanya tidak tahu harus menjawab apa." dan akhirnya Baekhyun mengeluarkan suaranya walau serak.
"seharusnya kau tak kemari dan menungguku saja dirumah."kata Chanyeol dingin.
"tidak, memang seharusnya seperti ini." balas Baekhyun pelan.
"apa maksudmu?"
"jika aku tak kemari kau akan berubah menjadi yang sebelum-sebelumnya. kau mengabaikanku tadi pagi, bukankah sudah kukatakan semalam agar lupakan semuanya dan fokuslah dengan perjanjian kita, karena cepat atau lambat kita akan berpisah bukan?" jelas Baekhyun dengan senyuman mirisnya.
"aku hanya sedang ingin menjernihkan pikiran."
Baekhyun tak menjawab, karena ia berpikir jika ia membalas perkataan pria ini pastilah tidak akan menyelesaikan masalah, karena ia tahu bahwa Chanyeol orang yang mudah emosi.
"Baiklah sebaiknya aku pulang, aku tidak ingin mengganggumu."
Baekhyunpun mencoba berdiri dari duduknya, ia bahkan tak mendengar sepatah katapun dari bibir Chanyeol, setidaknya ia menginginkan Chanyeol menyangkal apa yang ia katakan tadi bukan hanya berdiam saja seperti ini.
"Aku akan menunggu diru-"
Ceklek
Kedua mata sipit Baekhyun menatap seorang wanita yang baru saja masuk, seperti biasa wanita itu memakai pakaian yang tak pantas untuk dilihat karena terlalu menonjolkan tubuhnya.
sekarang Baekhyun yakin dengan apa yang dimaksud oleh Chanyeol.
KAMU SEDANG MEMBACA
Love Hurt (ChanBaek) END√
FanfictionKebahagiaan yang aku harapkan ternyata berujung dengan kesedihan , lalu apa yang harus aku lakukan?
