25

13.1K 1.1K 123
                                        

Baekhyun menatap hamparan rumput dengan tatapan kosongnya, ia tak mengerti apa yang dipikirkan oleh Chanyeol, tetapi pria itu sungguh membuatnya bingung. sudah terhitung seminggu setelah persyaratan itu dilakukan tetapi Chanyeol seakan akan tidak memperdulikan dirinya, bahkan terlihat seperti menghindarinya. bukankah saat itu ia mengatakan akan berusaha? lantas kata 'berusaha' dan 'ciuman' itu untuk apa? setelah ia mendapatkan perlakuan tidak mengenakkan ini?

padahal ia berharap bahwa dalam tiga puluh hari ia mendapatkan kebahagiaan setelah perceraian itu terjadi, tujuh hari sudah terbuang dengan sia sia, tak ada yang istimewah di tujuh hari lamanya. apa Chanyeol masih tak mengerti dengan apa yang ia katakan? dengan cara menghindari dirinya terus menerus dalam tiga puluh hari sama saja ia tak melakukan apapun dan tak akan pernah membuat kenangan indah bersama Chanyeol. apakah sulit untuk mengabulkan satu permintaannya itu? bukankah selanjutnya ia akan memberikan sesuatu yang setimpal? membiarkan dirinya bahagia walau hanya sementara dan Chanyeol? akan ia berikan kebahagiaan selamanya, walau ia tak tahu kata 'selamanya' apakah bertahan nantinya.

Baekhyun menatap kearah langit yang saat ini bewarna abu abu, ia yakin jika setelah ini pasti akan turun hujan, ia tersenyum miris bukankah lebih baik jika ia akan terbawa arus air yang tak tahu arah tujuannya kemana, dengan begitu semua beban yang ia pikul akan menghilang dengan perlahan.

Tes

setetes air dari langit mengenai tepat dipipinya, ia berfikir apakah air itu sebagai pengganti air matanya yang tak bisa turun lewat pelupuk matanya? jika begitu Baekhyun akan berterima kasih.

dilanjutkan dengan tetesan tetesan lainnya yang semakin lama semakin membasahi wajahnya terlebih dahulu.

Jresss !!!

air itu mulai mengenai tubuhnya yang mungil tak lupa dengan dekapan hangat diperutnya, apalagi jika takut bayinya kedinginan? dengan perlahan ia menurunkan pandangannya saat dirasa air tersebut mengenai telak matanya. sesekali matanya mengerjab cepat agar rasa perih itu segera menghilang dengan usapan lembut dari jari tentunya.

"Baiklah baby, hujan hujannya sampai disini saja oke? kau tahu? eomma kedinginan hehehe" kekehnya miris.

Baekhyunpun beranjak dari bangku tersebut dan segera melangkah pelan dari taman itu, sesekali tangannya mengusap lengannya dengan cepat karena ingin menghangatkan sedikit lengannya dengan usapan.

banyak yang berlalu lalang menggunakan payung mereka namun tak ada satupun yang tertarik untuk memberi Baekhyun tumpangan, mereka malah menatap tubuh mungil itu seolah olah berkata 'orang bodoh mana yang tak membawa payung saat hujan." oh kalian salah besar kawan !

karena sudah tak sanggup dengan dinginnya udara Baekhyunpun sedikit berlari dan saat retinanya menangkap lobi apartemen ia pun segera tersenyum, akhirnya sampai. gumamnya

"hah..hah..hah.." itu suara nafas Baekhyun yang tak teratur.

beberapa orang menatapnya heran mengapa tubuhnya bisa basah kuyub seperti ini didalam lift. berbagai macam pertanyaan bersarang diorang orang tersebut kenapa seseorang yang menyandang marga Park basah kuyub begini? apa suaminya tak menghawatirkan dirinya? dan masih banyak lagi.

Ting

Baekhyun segera pergi dari lift itu alasannya karena tidak ingin terus ditatap, ya karena memang ia sampai di lantai 4 juga.

dengan langkah pelan ia mendekati pintu apartemen saat didepan ia berhenti dan diam tak melakukan apapun.

'apakah Sunbin masih didalam?' batinnya

apa? Sunbin? baiklah sepertinya harus diceritakan kembali saat pagi hari tadi.

FlashBack

Love Hurt (ChanBaek) END√Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang