"Sebelum Teens Band muncul menghibur kita malam ini, gue mau umumin siapa yang mendapat vote terbanyak untuk best couple costume malam hari ini! Bentar ya, gue lihat contekan dulu," sapa Vino anak kelas XII yang menjadi MC malam ini.
Tanpa sadar, Gerry meremas rundown yang ada di tangannya. Tatapannya tertuju kepada Ava yang tersenyum bahagia dengan klub dramanya di pinggir panggung. Tidak, ia tersenyum untuk Bima. Baru kali ini ia melihat Ava tersenyum dan itu bukan untuknya.
Wait, kenapa gue peduli yah? She's nothing for me! By the way, sepertinya baru kemarin dia kelihatan kacau karena Ronny nggak guna itu, percuma juga gue kemarin khawatir sampe minta Ben nemuin dia. She's totally fine!
"Wah, seperti yang bisa diduga, best couple costume jatuh kepada Ketua OSIS kita, Gerry dan Sekretaris OSIS, Nina! Ayo naik ke panggung!"
"Ger, oe! Lo menang tuh! Kenapa bengong?" tegur Heri, teman sekelas Gerry.
"Hah? Menang apaan?" tanya Gerry, masih tidak melepas pandangan dari Ava. Setelah Ava tidak sengaja membalas tatapannya karena nama Gerry disebut di panggung, Gerry baru mengalihkan tatapannya ke Heri dengan cepat.
"Lo tuli ya? Apa karena lo belum makan? Itu lo dipanggil ke panggung, sana!" dorong Heri.
Setelah menyadari Nina yang menghampirinya dan berdandan seperti Wendy, Gerry baru ngeh kalau Nina mengikuti tema kostum Peter Pan-nya. Pantas saja kemarin-kemarin dia ngotot bertanya Gerry akan mengenakan kostum apa hari ini.
Menjaga kewibaannya sebagai Ketua OSIS, Gerry berlaku gentleman dan menggiring Nina ke atas panggung. Entah mengapa, ia merasa ingin menjelaskan kepada Ava bahwa mereka tidak janjian untuk menggunakan kostum yang bertema sama.
"Mereka tuh udah serasi banget. Ganteng sama cantik, gue heran kenapa mereka ga jadian aja gitu. Bener nggak penonton?" Vino memanas-manasi. Penonton yang mendengar itu semakin heboh bertepuk tangan mendukung pernyataan Vino.
Tiba-tiba saja, Nina mengambil mic dari Vino, membuat Gerry terheran-heran dan merasa was-was.
"Hai semua, gue Nina, sekretaris OSIS SMA Beringin. Untuk menjawab pertanyaan Vino tadi, sebenarnya gue ada sedikit cerita," ujar Nina dengan percaya diri.
Gerry masih tersenyum sopan sambil melihat ke penonton dan Nina secara bergantian.
"Gue kenal sama Gerry sejak lama. Gue tahu dia pernah beberapa kali pacaran sebelumnya, namun semua mantannya bilang, Gerry belum bisa ngelupain cinta pertamanya,"
Shit! Dia ngomong apaan sih? gerutu Gerry dalam hati. Senyumnya perlahan memudar dan mau tidak mau ia menatap Ava, yang berbalik menatapnya dengan pandangan menusuk.
"Gue nggak tahu siapa orang beruntung yang jadi cinta pertamanya yang katanya juga mencuri ciuman pertamanya saat kecil, but please... Gerry, lo udah 17 tahun, it's time you to get over her, and move on,"
Saat mendengar Nina menceritakan kisah cinta pertamanya di depan publik dan di depan cinta pertamanya itu sendiri, Gerry merasa marah. Namun, melihat Bima yang menarik tangan Ava untuk duduk ke bangku penonton bersama teman-teman klub dramanya, Gerry sudah tidak mendengar lanjutan perkataan Nina lagi.
"So, Gerry?" tanya Vino.
"Ya?" tanya Gerry kembali, setelah telinganya berfungsi kembali, atau lebih tepat akal sehatnya.
"Jadi lo suka nggak sama Nina?" tanyanya.
Suka? As a friend kan? Sopan nggak kalau gue tanya gitu? pikir Gerry.
"Ya, tentu saja," jawabnya.
Lalu tiba-tiba satu tenda bersorak sorai. Wajah Nina terlalu bahagia dan ingin menangis.
Wait, what just happenned?
Tanpa ia sadari, Nina sudah memeluknya sambil menangis terharu.
"Thank you. Ini hadiah ulang tahun aku yang terbaik," bisik Nina di telinga Gerry.
Wait a minute... Pertama, I have NO IDEA apa yang baru saja terjadi. Kedua, hari ini Nina ultah? Ketiga, hadiah APA yang gue kasih ke Nina?
APA-APAAN SIH INI?
***
Setelah membawakan sederet lagu rock dan pop terkenal, Teens Band menutup acara malam hari ini dengan lagu Bruno Mars, Finesse, yang seketika membawa euforia tersendiri bagi para penontonnya. Semua penonton ikut berdansa di depan panggung, bersama teman dan pasangan mereka, tidak terkecuali Stella, Bima, dan klub drama yang menggeret Ava ikut berdansa dengan mereka.
Everyone looks so happy and get along well, kecuali Gerry yang duduk di kursi paling belakang.
Cih, mereka bakal kaget kalau tahu siapa yang berdansa dengan mereka saat ini, pikir Gerry sinis. Lalu ia melirik ke cewek yang sedaritadi menempel padanya. Lalu berdecak kesal. Ia baru sadar bahwa tadi Nina mengajaknya pacaran secara publik, dan ia menerimanya secara tidak sengaja! Dibesarkan dari keluarga yang menjunjung tinggi sopan santun, Gerry masih belum mengonfirmasi kepada Nina bahwa itu adalah kesalahan. Ia tampak begitu bahagia dan hari ini adalah hari ulang tahunnya.
You're lucky, pikir Gerry. Kalau Nina bukan orang yang selalu membantunya di OSIS, mungkin ia sudah menolaknya dengan cara yang sama, menggunakan trik cinta pertama yang tidak bisa ia lupakan. Klasik, but it works all the time. Menarik diri untuk dikasihani, menjauhkan diri, tanpa melepaskan daya tariknya. Dengan begitu para wanita akan maklum dan mengundurkan diri mereka namun terus mengaguminya dari kejauhan.
Oh Nina, you think you know me? You know nothing.
***
KAMU SEDANG MEMBACA
Lavatera [completed]
Roman pour AdolescentsKehidupan Lavatera tidak pernah sama dengan remaja lainnya. Meski ia cantik luar biasa, emosi dan karakternya yang kompleks tidak pernah cocok untuk berteman, menjadi pemimpin grup, ataupun menjadi pacar seseorang. Tekadnya untuk hidup sendiri seum...
![Lavatera [completed]](https://img.wattpad.com/cover/124119485-64-k632995.jpg)