vijftien

504 100 11
                                    

Tekan ☆ juseyooo ♡



"Kak Jinyoung,"

Jinyoung tersenyum melihat wajah bengkak Daehwi. Dia tahu jika tadi Daehwi menangis. Dia tahu penyebabnya.

Sejak istirahat tadi pikirannya tertuju pada Daehwi. Entah kenapa perasaannya tidak enak. Jadilah ia mencari Daehwi setelah mempercepat makan siangnya dan berpamitan pada teman temannya yang masih menikmati makan siangnya.

Jinyoung tahu Daehwi pasti akan kesini jika punya masalah. Dia tahu semua tentang Daehwi. Dan dia juga tahu semua yang terjadi disini. Jinyoung mendengarnya dan ia yakin Daehwi juga mendengarnya.

Tangannya terangkat mengusap puncak kepala Daehwi.

"Udah Hwi. Gue nggak tau masalah lo. Tapi lo jangan sedih. Lo masih punya temen temen yang sayang sama lo."

Daehwi mengangguk seraya menatap Jinyoung dengan mata berkacanya. Jinyoung perlahan merengkuh Daehwi ke pelukannya. Mengusap punggung gadis itu lembut.

"Makasih kak. Maaf gue nggak bisa cerita dulu."

Jinyoung mengangguk seraya tersenyum lembut. Entahlah, jika berada dekat Daehwi ia akan menjadi sosok yang lembut.

"Iya hwi nggak papa. Sekarang gue temenin lo disini ya? Lagi pengen bolos nih."

Daehwi terkekeh kecil kemudian memukul pelan punggung Jinyoung.

"Kakak kebiasaan deh! Jangan suka bolos kak. Jangan ikut ikutan si guanlin! Ajaran sesat dia tuh!" Ucap Daehwi dengan nada menjelek jelekkan guanlin.

"Hwi masa SMA itu nggak asik kalo nggak bolos."

Daehwi mencibir mendengar perkataan Jinyoung.

"Yeu kalo kebanyakan bolos namanya keasikan! Ujung ujungnya? Nggak naik kelas!" Daehwi mengerucutkan bibirnya membuat Jinyoung gemas.

"Yakan si guanlin gampang. Pak kepala sekolah itu temen papanya. Gue? Gue kan pinter." Ucap Jinyoung dengan nada percaya diri.

"halah jangan kepedean kak!" Ucap Daehwi seraya memukul -lagi- punggung jinyoung.

"Kan emang kenyataan!"

Dan Daehwi hanya dibuat tertawa dengan candaan kecil keras kepala milik Jinyoung.

"Nah gitu dong! Ketawa jangan sedih terus."




.
🌙
.



Samuel masih setia mencari Daehwi. Bodoh. Seharusnya ia bertanya dulu pada Seonho, Jihoon atau Hyeongseob dimana Daehwi biasanya pergi.

Dan semoga ia tidak tersesat.

Entah ia berada dimana sekarang. Ia belum hafal betul seluk beluk sekolah besar diSeoul itu.

Tapi sepertinya tempatnya berada saat ini adalah lapangan basket indoor. Ya dapat ia lihat dari ring basket yang ada.

"Nggak mungkin Daehwi disini. Masa sih kalo ada masalah malah ke ruang basket?" Tanya samuel pada dirinya sendiri.

Ia hendak pergi namun langkahnya terhenti saat matanya menangkap bayangan seorang siswa yang sedang duduk ditepi lapangan dengan bola basket disampingnya dan buku gambar besar.

Samuel mendekat perlahan. Sepertinya ia kenal.

Oh iya temen Seonho yang dikantin tadi. Pikirnya.

[01] complicated ✔Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang