zesanviertig

534 93 58
                                    

3k+ words.

Tekan ☆ oke?

.


Jihoon mengedarkan pandangannya. Dari tadi ia tidak melihat Seonho maupun Guanlin. Mereka berdua sudah hilang setelah kejadian pembullyan tadi.

Mungkin Guanlin dan Seonho butuh waktu untuk membicarakan perihal tadi.

Jadi artinya Jihoon pulang sendiri? Tentu saja. Ia biasanya pulang bersama Seonho dan Guanlin karena rumah mereka searah.

"Jihoon!" Teriakan itu tidak asing ditelinga Jihoon. Iyap, Ahn Hyeongseob berlari kearahnya dengan Woojin yang mengejarnya dibelakang.

"Seob? Belum pulang?" Tanya Jihoon tanpa memperdulikan wajah Hyeongseob yang tampaknya sedang kesal.

"Aduh kamu kenapa sih?" Tanya Woojin dengan wajah bingung.

Jihoon bingung melihat kedua orang ini. Apa mereka bertengkar?

"Gamau! Aku mau pulang sama Jihoon." Ucap Hyeongseob ketus.

Jihoon hanya mengernyit bingung. "Tapi seob... rumah kita beda arah..."

"Tuh denger. Kamu mending pulang sama aku terus jelasin kenapa kamu marah marah?" Woojin berbicara dengan nada serius.

"Tau ah. Hoon? Lo gak mau bantuin gue? Yaudah gue pulang sendiri aja!" Ucap Hyeongseob kemudian pergi dengan langkah cepat meninggalkan Jihoon yang melongo dan Woojin yang mengusap wajahnya kasar.

Jihoon menoleh kearah Woojin. Ok, dapat Jihoon simpulkan Woojin sedang tidak tahu alasan Hyeongseob marah marah.

"Gue kesana dulu hoon." Ucap Woojin dengan nada malas. Jihoon hanya mengangguk membiarkan Woojin berjalan kearah dimana motornya diparkir.

Kini Jihoon memang berniat pulang sendiri saja.

"Jihoon."

Kali ini siapa lagi. Jihoon sudah sangat lapar dan ingin pulang.

Jihoon menoleh memastikan siapa yang memanggilnya.

Oh, Bae Jinyoung.

Ok tubuh Jihoon seperti disihir menjadi es.

Apa barusan Jinyoung memanggilnya?

"J-jinyoung?"

Jihoon tergagap. Oh ayolah, malam itu masih sangat membekas dipikiran Jihoon. Malam dimana Jinyoung menolaknya.

"Pulang sendiri?" Tanya jinyoung.

Jihoon mengangguk. "I-iya nih, Guanlin sama Seonho gak keliatan.."

Jinyoung tampak mengangguk mengerti.

"Yaudah gue anter mau gak?" Tanya Jinyoung dengan senyum tipis.

Sumpah demi apapun, Jinyoung sangat tampan dengan senyuman seperti itu.

Jihoon rasanya mau mengubur diri saja. Ia sedang mencoba melupakan perasaannya pada Jinyoung, dan sekarang Jinyoung menawari tumpangan dengan senyuman? Jihoon merasa perasaannya sedang ditarik ulur.

"Eh- tapi kan rumah lo sama apartement gue beda arah." Ucap Jihoon masih sedikit gugup.

"Oh itu, gue kebetulan ada perlu di tempat yang searah sama apartemen lo. Tugas kelompok gitulah. Mau gue bawa ke rumah temen gue." Jelas Jinyoung.

Jihoon mengangguk mengerti. "Ng.. tapi gak ngerepotin?"

Jinyoung tersenyum lagi kemudian menggelengkan kepalanya.

[01] complicated ✔Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang