tweeëndertig

487 100 31
                                    

Tekan ☆ oke? ♡

.

Satu bulan lagi terlewati. Masih tak ada yang berubah. Mungkin kecuali perasaan Minhyun yang semakin hari semakin membuncah pada gadis manis berseragam sekolah yang duduk disebelahnya dengan roti isi ditangannya.

Minhyun menatap Seonho yang sedang makan dengan lahap itu.

Ia tidak ikut makan. Melihat Seonho makan dengan lahap saja sudah membuat dirinya kenyang.

"Kak Minhyun mau?" Tawar Seonho setelah melihat Minhyun yang sepertinya menatapnya terus. Seonho tidak salah tingkah atau apapun itu, ia pikir Minhyun melihat roti isi, bukan wajahnya.

Minhyun tersenyum kemudian menggeleng. "Lo lupa? Gue udah makan tadi."

Seonho berpikir sebentar. "Iya juga sih. Tapi kali aja kak Minhyun mau. Ini kok ditatap terus?"

"Gue natap lo."

Aktifitas mengunyah Seonho terhenti. "Hah?"

Minhyun tersenyum kecil kemudian menggeleng lagi. "Nggak gue bercanda. Lo kalo makan lucu."

Seonho mengerucutkan bibirnya. Sejujurnya ia tidak tahu itu pujian atau hinaan.

"Ho, gue boleh nanya?" Tanya Minhyun.

"Tanya aja kak." Ucap Seonho setelah menelan roti isi nya yang ia kunyah.

"Cowok yang lo ceritain, gimana?" Tanya Minhyun hati hati.

Seonho sedikit melunturkan senyumnya. "Gimana apanya kak?"

"Eum lo masih suka sama dia?" Tanya Minhyun lagi.

Seonho kemudian membuat senyum lebar.

Ia menggeleng.

"Gue udah nggak suka kok sama kak guanlin. gue udah lupain kak guanlin." Ucap Seonho dengan senyumannya.

iya semoga gue bisa.

"Emang kenapa kak?"

Minhyun kembali menggeleng.

"Nggak kok. Nanya aja. Gue cuma nggak pengen lo sakit terus terusan. Gue nggak pengen lo sedih." Ucap Minhyun sambil mengusap kepala Seonho.

Seonho tersenyum.

"Seonho nggak sedih kok, kan ada kak Minhyun!"

.
🌙
.

"Hwi, mau ya jadi pacar gue?"

'PUK'

Sudah ketiga kalinya Daehwi memukul kepala Daniel dengan botol air mineral yang sudah kosong.

Hari ini mereka memang sedang jalan jalan. Daniel mengajak Daehwi untuk jalan. Atau lebih tepatnya memaksa.

Dan hari ini sudah tiga kali Daniel mengucapkan kalimat itu. Sudah tiga kali pula Daehwi memukulnya.

[01] complicated ✔Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang