achtendertig

490 99 16
                                        

Tekan ☆ oke? ♡

.

Daniel berjalan santai dikoridor kampusnya.

Keadaan sepi. Tentu saja, ini masih libur. Hanya ada beberapa mahasiswa yang datang entah mengurus apa.

Ia juga sebenarnya ingin mengurus sesuatu disini.

"Daniel, lo dateng juga."

Daniel tersenyum simpul pada seorang lelaki yang adalah seniornya dikampus.

"Maaf gue telat ya?" Tanya Daniel. Senior itu menggelengkan kepalanya sambil tersenyum.

"Santai aja. Kita juga masih nunggu Jimin sama Sungwoon, itu dua cewek selalu aja telat." Ucap sang senior sambil menggeleng gelengkan kepalanya.

Daniel tertawa pelan.

"Tapi tetep aja kak, kak Jongin suka Jimin kan? Atau malah Sungwoon?"

Dan tak lama kemudian lelaki bernama Jongin itu memukul kepala Daniel. Jongin memasamkan wajahnya. Ia memang menyukai salah satu dari Park Jimin dan Ha Sungwoon. Dua gadis yang merupakan juniornya di klub.

"Enak aja lo kalo ngomong! Sana masuk! Biar gue yang tunggu mereka." Ucap Jongin ketus.

Daniel hanya berlari masuk ke ruangan yang dimaksud Jongin sambil tertawa jahil.

Rupanya sudah banyak orang yang ada dalam ruangan itu.

Daniel mengenal hampir semua dari mereka. Hampir. Masih ada beberapa yang ia merasa asing dengan wajahnya. Yang ia kenal hanya yang satu jurusan dan satu klub dengannya.

Daniel kemudian duduk berbincang bincang dengan Jisung dan Jaehwan, sahabatnya. Jisung dan Jaehwan berada difakultas yang sama dengannya yaitu fakultas seni namun berbeda jurusan. Jisung dan Jaehwan mengambil jurusan seni Musik, sedangkan Daniel seni tari.

Setelah lebih dari 30 menit menunggu Jimin dan Sungwoon, mereka semua kemudian segera duduk ditempatnya masing masing.

"Selamat siang semuanya. Hari ini gue ngumpulin kalian buat rapat ya. Kalian tau kan kalau kalian itu termasuk mahasiswa mahasiswa berprestasi di universitas ini?"

Jongin membuka pembicaraan.

Sekitar 30 mahasiswa itu mengangguk ragu.

"Jadi gue dikasih amanat sama pak Choi buat kasih tau kalian. Kalo kalian dapet surat rekomendasi buat magang diluar."

Suasana mendadak heboh. Mereka mengerti.

"Dan gue cuma ngurus anak fakultas seni. Seni musik, seni tari, sama seni artistik."

Daniel memperhatikan dengan saksama. Entah ia harus senang atau sedih mendengar berita ini.

"Coba yang namanya gue panggil kedepan ya.... Yoon Jisung, Im Nayeon, Kim Yugyeom."

Begitu seterusnya sampai Daniel hampir mengantuk karena namanya tak kunjung dipanggil.

"...Niel!"

"Daniel."

"Woy Kang Daniel!"

Daniel yang hampir saja tertidur itu terkejut kala Jaehwan memukul kepalanya.

"E-eh? Kenapa kenapa?"

"Lo dipanggil kak Jongin tuh!"

"Lah udah dipanggil gue?"

Jaehwan hanya mengangguk. Sedangkan Daniel segera berlari kearah Jongin yang menatapnya tajam.

[01] complicated ✔Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang