Tekan ☆ oke? ♡
.
'Ceklek'"Eh Daniel kamu udah dateng."
Ibu Daehwi yang sedang melipat baju baju Daehwi tersenyum saat melihat Daniel yang datang.
"Iya tante. Ini Daniel beli buah buat tante," Ucap Daniel sambil tersenyum menaruh keranjang buah buahan segar diatas nakas.
Ibu Daehwi tersenyum, "Makasih ya Daniel. Kamu pagi pagi kesini, emang gak sibuk?" tanya ibu Daehwi.
"Kuliah bentar lagi sih tante, makanya Daniel dateng pagi pagi. Terus nanti Sore atau gak malem dateng lagi."
"Oh gitu ya. Oh iya, temen kamu mana?"
"Temen? Oh Seongwoo? Dia bakal dateng bareng aku nanti sore," ucap Daniel.
"Temen kamu itu cantik ya, baik juga. Yakin cuma temen?" Ibu Daehwi berbicara dengan nada menggoda walaupun suaranya pelan.
"Iya cuma temen. Tante nih apaan sih,"
Ibu Daehwi tertawa pelan. Cantik, seperti anaknya, "hahaha tante becanda kok."
"Oh iya, tante mau nanya. Semalem kamu beneran liat kecelakaannya Daehwi?" Tanya ibu Daehwi yang kini menatap sang anak yang masih setia menutup matanya dan tertidur dengan damai dengan tatapan sedih.
Daniel juga ikut sedih melihat keadaan Daehwi. Ia mengangguk pelan, "iya tante... jadi semalam aku sama Seongwoo kebetulan ada dijalan deket situ, kita liat Daehwi yang lagi lari larian dijalan, awalnya mau manggil tapi..."
Daniel tidak bisa melanjutkan kalimatnya. Terlalu berat rasanya jika mengingat bagaimana ia melihat jelas mobil truck itu menghantam tubuh ringkih Daehwi.
Ibu Daehwi pun sudah hampir menangis mendengar cerita Daniel. Sebagai seorang ibu, hatinya sakit membayangkan tubuh anak satu satunya itu menghantam aspal yang keras.
"Tante jangan nangis..."
Ibu Daehwi segera menghapus airmatanya yang baru saja jatuh, "tante nggak papa kok."
"Aku juga gak tau kenapa Daehwi bisa lari larian dijalan kayak gitu. Aku rasa dia punya masalah tante..."
"Nanti biar Daehwi ceritain sendiri setelah dia sadar. Tante bener bener gak bisa liat Daehwi koma kayak gini..." lagi lagi airmata ibu Daehwi tidak dapat ditahan.
Daniel menepuk nepuk pelan pundak ibu Daehwi yang sudah ia anggap seperti ibunya sendiri.
"Tante pernah denger, kalo orang yang koma itu bisa denger dan bisa ngerasain apa yang kita bilang. Katanya itu bisa jadi semangat dia buat bangun lagi. Tante harap Daehwi bisa denger sekarang..."
"Iya tante... Daehwi pasti bangun buat kita semua..."
"Tante boleh minta tolong sama kamu?"
Daniel mengangguk, "bisa tante."
"Nanti kamu hubungin temen temen Daehwi ya... siapa tau dengan kehadiran mereka, Daehwi bisa sadar dari koma nya..."
Daniel mengangguk lagi, "iya nanti Daniel bawa mereka kesini."
Ibu Daehwi tersenyum lemah sembari bergumam, "makasih."
"Tante, aku juga mau nanya."
"Tanya apa?"
"Kalo misalnya aku bawa Daehwi ikut ke Amerika, tante ngijinin gak?"
.
🌙
.

KAMU SEDANG MEMBACA
[01] complicated ✔
Fanfictionㅡ END ㅡ Park Jihoon, Ahn Hyeongseob, Lee Daehwi dan Yoo Seonho. Kisah empat remaja yang masih labil dalam menentukan perasaan mereka. Pada akhirnya semua menjadi rumit dan sulit untuk mereka hindari. Ada banyak kapal yang akan saya layarkan disini. ...