WHEW
harusnya chapter kelipatan 6 isinya uwu tapi tapi tapi....
dan seharusnya aku belum kembali tapi tapi tapi...
bab ini adalah salah satu bab yang paling menguras otak dan batin karena lima kali brainstorm + rombak aku gak sreg sreg but yeah life goes on
Playlist: Avril Lavigne - Fall to Pieces | Boys Like Girls - Thunder | BTS - Fallen Leaves | Justin Bieber ft. Jessica Jarrell - Overboard | Bee Gees - How Deep Is Your Love | Day 6 - Still |
p.s. I can't bring anything soft here so the uwu jumped out when you click next chap!
🌸🌸🌸
"Udah, kan?" tanya Dion, "Udah, dong?" tanyanya lagi, "Udah, ya," ulangnya, "Udah, lah."
"Bersisik bener anak dugong," komentar Jaron.
"Berisik, Jar," seloroh Brian, "Ah, elah, ngomong pake lambe aja masih typo."
"Komen mulu kek fesbuk, Brigitta Bhayangkari," ledek Jaron.
"Asem mulu, Jar of pickles," Brian meledek balik.
"Astaga, Tuhan Yesus," Tio mengelus dada, "Betapa tak bermakna percakapan kedua temanku."
"Bapak-bapaaaaaaaakkkkkkk," Dion mulai merajuk, menghentak-hentakkan kakinya dengan tidak sabaran demi menahan diri untuk tidak menyambit Jaron dan Brian dengan stik drum, "Buru, napa? Deadline gue, deadline! Heuheu..."
"Eh, iya, hoi. Guys, guys," kini Raka turun tangan, bertepuk tangan singkat agar semua menoleh padanya. "Kasian Bungsu nanti kalo gak kekejar deadlinenya gagal ketemu dospemnya hari Senin. Brian juga masih ketemu Audrey. Jaron juga, ributnya disimpen buat ntar aja. Mending sekarang kita rehearsal lagu-lagu yang belum biar sekalian pas rekaman demo besok gak salah-salah, gak meleset-meleset lagi."
Masih memegang erat gitarnya yang dinamai Baron, Raka memanggil rekan-rekan bermusiknya untuk fokus dengan suara tegas dan penuh komando tanpa celah untuk dibantah. Jaron kembali mengalungkan tali gitarnya yang bernama Mary, begitu pun Brian yang memposisikan jari-jari untuk membesut bassnya yang bernama Jane. Tio memijat pangkal hidungnya sebelum kembali menekan beberapa tuts nada Cindy, keyboard-nya. Dion yang sudah tak sabaran pun segera meredam diri dan menegakkan duduknya di depan drumnya yang belum bernama, bersiap.
"Tio sama Jaron coba dari chorus lagi, ya," kata Raka, "Five, six, seven."
Go on, shoot me
(Bang! Bang!)
With your bullet, bullet, bullet
I'll let you pull the trigger on me
I have nowhere else to run
Just shoot me, shoot me
Shoot me again
(Bang! Bang!)
Maybe I will die in your hands
I'll take the bullet straight through my brain
If that's what you really want
KAMU SEDANG MEMBACA
Aral [Hiatus]
RomanceBersatu bukan sekadar mengandalkan komitmen, tapi juga kesediaan untuk menerima keadaan. Oh, dan toleransi pada komentar orang. Terlalu muda, terburu-buru, tidak perhitungan, misalnya. Araliana dan Jaron terlalu cepat mengiyakan hidup sebelum belaja...
![Aral [Hiatus]](https://img.wattpad.com/cover/132774490-64-k778778.jpg)