I'm moving on
And I'm moving on
Consider me as good as gone
'Cause I'm moving on
(John Mayer - Moving on and getting over)
Jangan tangisi orang yang memilih pergi dari sisimu
Masih banyak orang yang disekitarmu menginginkanmu tersenyum
Semalam setelah pertemuannya di tempat makan itu. Adam meneleponnya pagi, dan dia mengabari bahwa dia bisa melakukan kerjasama dengan perusahaan tempatnya bekerja. Anissa sangat bersyukur dengan kabar itu, disisi lain dia sangat senang pasti dia mendapat bonus tambahan. Mungkin bonus itu bisa untuk membeli tas yang di idam-idamkannya selama satu bulan ini.
Anissa tidak menyangka selain sifatnya yang sedikit kejam dikantor, tapi disisi lain Adam mempunyai sisi manis. Anissa masih begitu terkesan ketika Adam meminjamkan jaketnya untuk menutupi baju tanpa lengannya. Waktu itu Anissa tidak begitu memperhatikan menampilannya yang memang dipikirannya hanya sebentar ia keluar. Anissa hanya memakai baju tanpa lengan dan celana pendek dibawah lutut saat itu, memang dengan tubuh sintalnya itu banyak sekali para lelaki yang menatapnya tak sekali.
Hari ini hari terakhir Anissa di Yogyakarta, setelah sarapan pagi di Hotel Anissa mengunjungi Pasar Beringharjo, suasananya sangat ramai kebetulan juga ini hari Minggu. Di Pasar ini dia bisa melakukan tawar menawar, sebenarnya Anisssa merasa sedikit khawatir ketika menawar barang, soalnya dia pernah dimarahi penjual ketika pergi dengan temannya karena menawar baju, mungkin dia dan temannya ketika itu menawar nya terlalu murah.
Anissa kalau sudah pergi ke Mall atau Pasar pasti lama banget. Ya, namanya juga perempuan. Jangankan beli baju, beli kecap botol plastik di Pasar swalayan pun memilihnya memerlukan waktu yang lama. Memilih dari segi merek, kualitas, kemasannya yang masih rapi dan pasti harganya yang terjangkau . Walaupun disitu sudah tertulis 275 ml tetap saja membadingkan mana isinya yang paling banyak. Perempuan memang "secerdas" itu.
Anissa membeli beberapa potong pakaian dan juga kain untuk oleh-oleh saudaranya di Bandung. Untuk dirinya sendiri dia membeli batik di Toko Mirota Batik. Toko itu terletak disebrang Pasar Beringharjo. Disini dia tak perlu menawar. Anissa memilih model dress batik warna hitam denan corak yang unik, baju itu terlihat elegan saat Anissa mencobanya. Dia membeli satu lagi dengan warna yang berbeda untuk Keysa.
***
Anissa mengambil penerbangan Minggu sore untuk kembali ke Jakarta, suasananya hatinya sudah sedikit membaik sekarang, bayang-bayang Reihan sudah sedikit memudar. Setelah logikannya sudah kembali normal. Anissa berpikir buat apa menangisi orang yang memang ingin pergi darinya, masih banyak orang yang disekitarnya mengingkan dia tersenyum.
Dia menelepon Keysa untuk menjemputnya di Bandara Soekarno Hatta. Setelah menunggu beberap menit Keysa muncul dengan wajah cerianya.
"Apa kabar lo?" tanya Keysa sambil membantu membawa barang bawaan Anissa. Cukup lumayan banyak memang, untuk oleh-oleh keluarga Anissa dan temen-temenya dikantor.
"Baik", sambil tersenyum.
"Maksud gue apa kabar sama hati loh?"
"Eh ni orang yah nyebelin banget", sambil menepuk pundak Keysa. "Hati gue udah ngga mendung ko", ucap Anissa cuek.
"Hujan maksudnya?"
"Yaelahhh, ngga Bu banjir-banjir", ucap Anissa dengan muka juteknya.
"Ketemu cowok cakep ngga disana?", tanya Keysa lagi.
"Gue kerja yah disana, bukan nyari cowok", terang Anissa.
"Ya bisa kali menyelam sambil berenang",
KAMU SEDANG MEMBACA
Adam & Anissa (Completed)
ChickLit(Bantu author dengan Follow dulu sebelum membaca) Menurut Anissa, cowok perfect tuh yah tampan, mapan, berjas putih, stetoskop dileher, suka anak kecil dan yang paling penting masih single. sudah menjadi impiannya sejak dia gagal masuk kedokteran un...
