Chapter 43

1.6K 91 13
                                        

"Vier?"

"Hmmmmm?"

"Gimana perasaan kamu?"

"Maksud "

"Gimana perasaan kamu di saat kamu gak sengaja ketemu sama Tasya"

"...".Alviero diam ,beberapa jam lalu ,ia tak sengaja bertemu dengan Tasya-- Gadis yang membuat nya menjadi seperti ini.

Dan itu berefek besar bagi Alvieero ,karena ia hanya memandang lurus ke depan dengan tatapan kosong menatap pantai. Bukan hanya itu binar bahagia yang terpancar di mata Alviero tergantikan dengan tatapan kekecewaan dan rasa sakit ,serta muka nya menjadi kembali datar dan hanya membalas ucapan Rain dengan satu kata saja.

"Alviero Javier Alanzo!"geram Rain karena Alviero tak menjawab pertanyaan nya.

"Biasa"

Karena kesal Rain memegang kedua bahu Alviero dan menyentak tubuh kekar Alviero agar menghadap ke arah nya ,Rain menatap lekat-lekat mata Alviero dan ia mendapati tatapan itu lagi perlu waktu untuk membuat Alviero kembali ke diri nya semula ,namun hanya beberapa jam saja Tasya dapat mengubahnya kembali menjadi Alviero yang dingin tak tersentuh.

"Hi boy.., is this what you say is biased?"Rain menagkup wajah Alviero dengan kedua tangan nya.

"Your attitude is cold again untouched, why are you like this Alviero? if you consider the presence of Tasya does not affect you.."Rain menggantungkan perkataan nya.

"But why do you turn into a like this again!?" Ujar Rain sebaik mungkin untuk menutupi rasa kesal dan emosi nya terhadap Alviero.

Karena yang ia tahu ,saat ini Alviero hany butu sandaran untuk nya. Bertemu seseorang yang pernah menyakiti kita itu memang sulit ,bahkan hanya menyebut nama nya saja hati kita sudah berdenyut perih.

Dan ketika kita melihat wajah orang itu ,kenagan menyakitkan itu akan terputar bagai kaset rusak di kepala kita bersamaan dengan rasa sakit yang kita rasa dan rasa sakit itu masih sama seperti pertama kali kita mendapatkan nya.

Rain tahu itu karena dia merasakan nya dan hal yang ia lakukan pada saat itu ,ia menunjukkan senyum palsu nya membuktikan pada dunia bahwa ia tidak terluka dan menutupi rasa sakit yang ia rasa.

Kini Alviero dalam mode itu ,menunjukkan ekspresi datar dan bersikap dingin hanya untuk menutupi kesedihan nya dan menunjukkan bahwa ia baik-baik saja kepada Tasya serta dunia.

Rain tak mau menganggap bahwa yang Alviero lakuin itu salah atau benar karena ia sendiri melakukan hal yang sama seperti apa yang sedang Alviero lakukan ,namun Rain hanya ingin Alviero dapat terbebas dari masa lalu nya dan hidup bahagia.

Iya, Rain hanya ingin Alviero kembali ke jati diri nya dan hidup bahagia...

"Sakit Rain.."Alviero hanya mengeluarkan dua kata itu bersamaan dengan air mata nya yang menetes dari kelopak mata laki-laki itu.

Rain hanya diam tak memberi respon apa pun ,yang ia lakukan hanya membawa Alviero ke dalam pelukan nya dan mengusap-usap punggung Alviero yang bergetar memberi nya ketenangan.

Sudah ke dua kali nya Alviero menangis karena Tasya di depan Rain ,Alviero  melingkarkan tangan nya di pinggang Rain dan menyembunyikan wajah nya di cekuk leher gadis itu.

Memeluk erat gadis bertubuh mungil ini ,seolah membagi kesedihan dan rasa sakit kepada Rain.

Setelah puas menangis Alviero meluruhkan pelukan mereka namun tangan nya masih melingkar di pinggang raming Rain ,kedua tangan Rain terarah untuk menghapus jejak air mata dari kedua pipi Alviero.

Paris love story Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang