Chapter 26

1.7K 82 2
                                        

"Rain! Rain! Rain!"seru Emely heboh di saat memasuki kelas nya.

"Apa ,kenapa heboh banget sih??"tanya Cantika.

"Au ganggu aja lu ,udah ngerjain pr belum lu??"Tanya Lia.

"Persetan sama PR"tukas Emely. "Kalian tadi liat mading dulu gak sebelum masuk??"sambung gadis ini bertanya.

"Nggak, emang nya kenapa??"Tanya Arumi.

"Beberapa hari lagi ,sekolah kita akan ngadain bazar yea!"pekik Emely girang.

Krik...krik...krik..

Merasa tak ada respon dari sahabat-sahabat nya ,Emely memanyunkan bibir nya dan menatap satu persaru sahabat nya dengan pandangan kesal nya.

"Issshhhh! Kenapa pada diem sih!?"sebal Emely melipat tangan nya di depan dada dan memalingkan wajahnya.

"Cieee yang ngambek"ledek Kiana.

"Pagi-pagi udah ngambek aja neng"imbuh Amara.

"Duh..duh anak mommy ngambek "ujar Rain meledek dan mendekat ke arah Emely.

"Jangan ngambek dong ,nanti aku bilangin ke Raffa nih biar di kasih jatah kiss"ujar Rain yang langsung di hadiahi jitakan dari Arumi,Amara,Cantika,Kiana dan Lia yang sudah ada di sebelah nya.

Peletak!.
Peletak!.
Peletak!.
Peletak!.
Peletak!.

"Aww!"ringis gadis ini kesakitan. "Kalian kenapa jitak kepala aku"perotes nya.

"Your language babe "ujar Kiana.

Rain cengengesan tak jelas. "Btw ,di bazar nanti kalian mau nampilin apa??"Tanya gadis ini serius.

"Emang kita boleh ikut ngisi acara??"Tanya Emely.

"Boleh ,kan ini acara buat anak-anak dari osis biar berkesan"

"Emang kapan pengen pergantian osis??"Tanya Arumi.

"Kita mau rapat ,dan mungkin ya... besok sudah mulai kampanye dan penyubelosan nya setelah itu, dua hari setelah nya acara bazar..."ujar Rain.

"Siapa aja kandidat nya??"Tanya Cantika.

"Liat aja nanti ,mereka udah kita persiapkan jauh-jauh hari tinggal kampanye nya aja"ujar Rain.

"Kalian mau nampilin apa??"Sambung nya.

"Gimana kalo kita nampilin dance sekalian nanyi"usul Lia.

"Eummmm, boleh juga"ujar Kiana.

"Lagu Korea aja"ujar Amara.

"Okey"

"Anak-anak kelas gak di kasih tahu??"Tanya Amara.

"Nanti di kasih tahu nya ,oh Iya Kiana Kak Yo mau berangkat ke Korea "ujar Rain.

"Eummm, kita nganterin gak nih?"tanya Kiana.

"Kata Kak Yo gak usah ,kita di suruh fokus sama urusan kantor baru kita"

"Sampe berapa lama Kak Yo di Korea ??"tanya Emely.

"Dua minggu"jawab Rain dan Kiana berbarengan.

                       ***

"Saya harap ,besok kalian bisa melaksanakan kampanye kalian secara baik ya jangan ada kata ribut "ujar Bayu kepada adik kelas nya-- lebih tepat nya ketua pengurus osis baru.

"Dan Rain ,kamu jangan lupa infoin tentang bazar yang akan kita buat ke anak-anak. Suruh mereka tampil juga wakilin setiap kelas".

"Iya Kak ,oh ya setelah bazar keluar Rain mengundurkan diri ya Kak sebagai anggota baru nanti. Rain kayak nya udah gak bisa ikut OSIS mengingat perkerjaan yang harus Rain urus"ujar gadis ini.

Bondan menghela nafas nya."okey ,tapi buat anak osis kelas 11 lain nya jangan ada yang keluar dengan alasan yang tak jelas mengerti"seru Bondan tegas.

"SIAP KAK!".

"Oh ya ,Rain ada usul buat bazar Kak. gimana kita juga panggil orang -orang yang biasa sirkus ,dan juga kita adain pawai di sela-sela acara"usul Rain.

"Okey ,untuk itu kita juga memerlukan dana yang banyak. Untuk bendahara osis saya minta cari dana dan sponsor untuk acara ini"ujar Bondan.

"untuk anggota yang lain ,tolong bantu saya dan Kak Bondan untuk mempersiapkan semuanya mulai dari panggung serta Sten bazar untuk bazar ya"sambung Rain.

"Siap!"ujar anak osis serempak.

"Okey rapat sudah selesai ,jangan lupa sampai kan pada kelas lain ya untuk mengisi acara bazar nanti"seru Bondan.

"Dan untuk kalian calon-calon osis baru nanti ,persiapkan untuk esok ya"

Satu persatu anak osis pergi meninggalkan ruang osis ,tinggal Rain dan Bondan yang ada di sana mereka masih sibuk dengan kegiatan mereka. Bondan yang sibuk menggambar letak tata panggung dan juga sten dan Rain yang sibuk membuat proposal karena bendahara osis periode tahun ini mengundurkan diri beberapa hari lalau.

Katanya sih kalo kecapean dia bisa jatuh sakit ,dan anak osis yang lain nya tidak mau menggantikan jabatan sebagai Sekertaris osis. ingin merekrut anggota baru dari anak kelas lain nanggung ,karena osis tahun ini akan segera tergantikan.

"Rain?"

"Kenapa Kak?"tanya gadis ini yang sedang fokus melihat layar laptop nya.

"Kita pake lapangan outdoor atau indoor??".

"Kalo kita pake lapangan indoor sih enak nya ya gak kepanasan ,tapi gak seru kayak acara prom night aja di dalam"ucap Rain yang kini memandang Bondan serius begitu pun juga Bondan.

"Lebih baik di luar aja kak ,lebih seru kan nanti mau ada pawai dan juga orang-orang sirkus. Supaya biar gak kepanasan ya kita bangun tenda aja di depan panggung terus juga yaa kita siapian bangku untuk duduk jajaran depan untuk guru ,di belakang nya untuk osis dan di belakang nya untuk siswa-siswi".

Bondan mendengarkan ucapan Rain sesakma ,menurut nya Rain adalah rekan yang baik selalu saja punya ide yang bagus untuk osis ketika ingin mengadakan acara.

"Kalo menurut Kak Bondan??"Rain juga meminta pendapat dari Bondan.

"Gua nanya itu karena gua gak bisa milih mau pake indoor apa outdoor"ujar Bondan terkekeh geli.

Rain mencibir Bondan. "Dasar!"tukas Rain. "Oh ya ,kita undang orang tua murid juga gak??".

"Gak usah lah".

"Oh ya ,Rain sempet lupa"gadis ini menepuk kening nya. "Untuk pelantikan osis aku gak bisa ikut ya ,soal nya aku dan Kiana mau terbang ke Bali"

"Ya deh ,orang sibuk gak bisa diem keluar kota atau keluar negri mulu"cibir Bondan membuat Rain sedikit meringis.

"Ya maap"

Bondan melirik jam tangan hitam yang melingkar di tangan kiri nya ,ini sudah masuk jam istirahat ke-dua pantas aja perut nya demo minta untuk di isi.

"Gua laper nih mau ke kantin ,mau ikut gak??"Tanya Bondan.

"Eumm..., gak deh nanggung dikit lagi selesai. Kak Bondan udah selesai??".

"Udah dong ,gua gitu loh"ujar nya menyombongkan diri membuat Rain berdecih.

Bondan terkekeh dan beranjak dari duduk nya.

"Gua tinggal ya ,hati-hati nanti ada yang nemenin"ujar Bondan dengan nada horror berniat ingin membuat Rain takut.

"Dih,siapa juga yang takut"ujar Rain menantang.

"Nantangin ,hati-hati penjaga sini nanti marah".

Setelah mengucapkan itu ,Bondan pergi meninggalkan Rain yang mulai ketakutan sendiri di ruangan itu.

Paris love story Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang