Chapter 45

1.6K 88 13
                                        

Rain dan para sahabat nya serta kekasih nya sedang duduk di tengah-tengah kerumunan lautan manusia ,malam ini mereka sedang menikmati pertunujkan tari traditional masyarakat Bali.

Di mana mereka sedang menikmati tarian yang di lakukan oleh 70 orang laki-laki yang membentuk barisan dengan pola lingkaran ,para penari itu memakai kain penutup kotak-kotak.

Bahkan para pengunjung yang sedang melihat tari traditional Bali--tari kecak -- di buat takjub dan ngeri ,karena tari ini termaksud jenis tarian yang sangat sakral ,terlihat dari penari nya yang terbakar api,namun mengalami kekebalan dan tidak terbakar.

"Gimana kalian suka kan ke tempat ini??"Tanya Marco.

"Iya seruuuu!"pekik Cantika yang sangat menikmati tari kecak ini.

"Lu kesambet apa Co ,kok ngajak kita ke sini??"Tanya Karel.

"Sembarangan lu kalo ngomong!"perotes Kiana.

"Ka Arco ngajak kalian ke sini itu ada alasan nya.."ujar Rain.

"Apa alesan nya?"Tanya Raffa.

"Biar kalian mengenal buda masyarakat Bali"celetuk Amara.

"Udah pada diem jangan berisik"perotes Lia yang merasa terganggu.

Akhirnya mereka menikmati pertunjukan itu tanpa ada yang bersuara ,Rain bahkan begitu serius meliahat nya ia menyandarkan kepala nya di bahu Alviero.

Sementara Alviero tersenyum dan mengusap puncak kepala Rain dengan sayang dan lembut ,usapan dari Alviero berhasil membuat Rain yang memang lelah menjadi mengantuk.

Mata nya menjadi berat dan sulit untuk di buka perlahan tertutup ,sang Dewi mimpi kini sudah menjemput nya ke alam mimpi.

"Akhirnya selesai juga...!"pekik Dante di saat tarian itu usai.

"Yuk kita cari makan laper nih"imbuh Karel.

"Malem-malam gini enakan makan apa ya"kata Bayu berfikir.

"Gimana kalo kita makan nasi goreng"usul Gilang.

"Nasi goreng nya di kasih udang sama telur"tambah Raffa.

"Iya ,apa lagi kalo Rain yang masak"seru Bondan.

"Yaudah yuk pulang ,kita minta Rain masak nasi goreng special"ajak Keno.

"Pikiran lu semua isi nya makan doang yak"cibir Marco.

"Auuuu ,kalian"cerus Arumi.

"Kata nya mau pulang ,kok malah lanjut ngobrol"ucap Emely.

"Yuk pulang.."ajak Dante tak sabaran.

Mereka semua meninggalkan teater tari kecuali Alviero dan Rain ,Alviero mengira Kalo kekasih nya ini masih ingin di sini.

Namun di saat ia mengajak Rain ngobrol tak ada sahutan dari gadis cantik itu ,ketika Alviero menunduk untuk melihat Rain ternyata ia tertidur.

Alviero terkekeh.

"Ternyata tidur toh "takjub Alviero.

Ia memindahkan posisi Rain dengan sangat hati-hati ke punggung nya ,dan perlahan Alviero berdiri dan berjalan meninggalkan gedung teater itu.

"Eung"Rain menggeliat dalam tidur nya ,dan perlahan mata indah nya terbuka.

"Kenapa bangun muffins?"Tanya Alviero dengan nada lembut dan sayang.

Paris love story Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang