Rain diam mematung setelah membaca latar belakang seorang yang ia cari tahu ,jadi itu sudah di rencana kan benak Rain marah.
"Cukup sudah ,malam ini aku akan mengakhiri semua nya!"ucap Rain penuh amarah.
Gadis itu berjalan meninggalkan tempat ia bertemu dengan koneksi nya ,melajuhkan mobil nya dengan kecepatan di atas rata-rata tangan kanan nya terarah mengambil benda berukuran mungil dan menempelkan nya ketelinga kiri nya.
Ia menghubungi nomor seseorang.
"Halo ,papi?".
"Rain?"ujar orang di sebrang sana terdengar ragu.
"Rain tunggu di Mansion lama kita.."setelah mengucapkan itu Rain mematikan sambungan telpon nya.
Sementara Keenan yang mendapat telpon dari putri nya ,dan menyuruh nya untuk datang ke Mansion mereka yang lama terkejut dan ketika ia ingin bertanya Rain mematikan sambungan telpon nya.
"Barusan Rain menelepon ku"ucap Keenan memberi tahu kepada Ceri-- lebih tepat nya kepada Max,Stella,Alana,Marco dan sahabat-sahabat gadis itu.
Karena Keenan,Ceri dan Renata datang menemui Rain di tempat tinggal nya ,ia berniat meminta persetujuan kembali agar Rain mau menjual Mansion itu.
Namun yang ia dapat malah amarah Max dan Stella,bukan hanya marahan tapi juga cacian dan makian.
"Masss! Kita harus ke sana"kata Stella cemas perasaan nya mulai resah.
"Ayu kita ke sana.."putus Max mereka semua bergegas meninggalkan rumah Rain.
Sementara Rain yang sudah sampai dari beberapa menit yang lalu ,sedang berada di kamar yang dulu di temati oleh Steffanie dan Keenan tangan nya memegang sebuah buku diary.
Buku itu bukan milik nya ,melainkan milik Steffanie ia membaca satu persatu curhatan Mami nya gadis itu merasa bahagia ,sedih ,kecewa dan terluka di saat membaca tulisan itu.
' sebegitukah Mami mencintai papi ,padahal dari dulu Mami nya hanya mendapat rasa sakit dan kekecewaan dari Papi' batin gadis itu miris.
Hati nya terasa teriris pisau karena membayangkan bagai mana perjuangan Steffanie untuk mendapatkan Keenan tidak mudah.
Namun dengan gampang nya Keenan menghancurkan hati Steffanie berulang kali.
Ia jadi teringat oleh ucapan Tasya ,lebih tepat nya pengakuan dari sahabat baru nya itu.
Flasback 'on'.
Rain meminum jus mangga nya dan menunggu apa apa yang di ucapkan oleh Tasya ,sementara Tasya menarik nafas nya dalam-dalam dan mengeluarkan nafas nya perlahan mengumpulkan keberanian untuk membicarakan hal itu pada Rain.
"Sebelum nya gua mau minta maaf Rain.."Tasya menggantung ucapan nya ia menatap dalam sahabat baru nya. "Gua mau nanya kejadia di Villa tempo lalu..".
"Kejadian di Villa?"cicit Rain heran.
Tasya mengangguk ragu. "Ada seorang pria dateng ,sama satu orang wanita dan sepasang anak seumuran lu..".
Rain terdiam ,kenapa Tasya membahas hal itu ,kenapa firasat nya tak enak?'.
"Iya.., itu Papi aku ,Tante ceri ,Renata dan Raja.."Rain meberi jeda pada perkataan nya. "Memang nya kenapa? ,kamu kenal sama mereka?".
Tasya diam ,ia ragu untuk mengatakan 'iya' ia takut jika nanti Rain akan marah.
"Tas..?".
"Hah!? ,kenapa Rain?".
"Kamu kenal sama mereka??".
KAMU SEDANG MEMBACA
Paris love story
Teen FictionRaina Felix Wellington adalah seorang gadis yang ceria ,namun di balik sikap ceria nya begitu banyak kesedihan dan rasa sakit yang ia alami. Namun gadis ini begitu pandai menyembunyikan perasaan nya ,hingga suatuhari dia bertemu dengan se...
