Keempat gadis itu memasuki salah satu kafe ternama di jakarta dengan tenang.nayla dan raina yang memesan makanan sedangkan ify dan kesyah yang mencari tempat duduk
Kesyah membuka bungkusan rokok.dan menhambil satu batang dan mnyelipkandi antara bibirnya kemudian menyalakan korek dengan tenang
Kesyah menghisap benda nikotin itu dengan hikmat.tak lama asap putih mengepul keluar dari mulut gadis itu
Gadis itu menyodorkan rokoknya pada ify yang langsung di terima dengan senang hati oleh cewek itu
Merokok di tempat umum mungkin memang tidal baik,tapi bagi kesyah dan teman-temanya tak masalah.mereka sudah malas memikirkan soal reputasi dan nama baik.mereka sudah muak dengan semua topeng kepalsuan yang harus menuntut mereka untuk terlihat sempurna.tanpa cacat.
Nayal dan raina datang dengan napan berisi makanan di tangan mereka.dan langsung meletakan di meja dengan kesal karena mengantri
Kekesalan mereka bertambah saat melihat kesyah dan ify malah merokok dengan santai,tanpa menunggu atau mengantri mereka sudah mendapatkan makann yang mereka pesan yang mereka titipkan pada nayla dan raina.merepotkan saja
Tangan kesyah terulur untuk mengambil minuman kesukaannya.namun tanganya langsung di tepis oleh nayla
"bilang makasih dulu!!"kata citra galak
Kesyah tersenyum tipis"makasih nayla"katanya dengan nada lembut dipaksakan
Nayla mengangguk sambil memasukan chiken pop kedalam mulutnya membuat kesyah mencibir sinis
Nayla memelankan kunyahannya baru menyadari kesyah dan ify sedang merokok.
Ify mengangkat kedua alisnya"kenapa lo liatin gue kaya gitu.kayak orang kebelet berak aja muka lo"
Nayla mengumpat tanpa suara lalu menelan makanan yang ada di dalam mulutnya."lo kalo mau ngerokok jangan di tempat rame"
"bagi dong rokoknya"kata nayla dengan gaya memalak mengadakan tanganya
"lo kalo mau bilang aja.nggak usah sok marahin kita kutu anoa"kata ify ketus.
Kesyah yang bersandar pada sandaran kusri jadi menegak lalu menyeruput minumannya sambil menyentil bungkus rokok kearah nayla
Gadis itu menyelipkan rokok di antara kedua bibirnya lalu mengambil korek yang setiap hari ia bawa dalam sakunya kemudian membakar ujung rokok
Raina memperhatikan sahabatnya dalam diam.ingin menegur seperti sebelum-sebelumnya tapi takut tak di dengarkan dan diabaikan seperti biasanya.percuma saja,teman-temannya tidak akan mendengarkan apa yang ia katakan
Diamnya raina membuat ify menoleh.mengangkat kedua alisnya heran,"lo beneran takut dan nggak suka sama rokok ya"tanya gadis itu
Kesyah dan nayla yang tadinya merunduk pada ponsel jadi mendongak dan menyimak
Raina sedikit menunduk,cewek berkulit putih itu tersenyum simpul.
"gue bukan takut,gue cuman nggak mau ngerusak paru-paru dan masa depan gue.lagian dulu guekan udah pernah bilang kekalian kalo cita-cita gue itu dokter.jadi gue harus bisa jaga kesehatan.masa iya dokter ngobatin pasien yang penyakitan sementara dia juga penyakitan dan butuh dokter"ucap raina panjang lebar
Kesyah,ify dan nayla masih diam menunggu raina melanjutkan
"bukannya jadi dokter bukan pekerjaan yang berat dan nggak membutuhkan tenaga yang ekstra?"tanya ify
Raina mendongak.menoleh kearah gadis yang telah menjadi sahabatnya selama bertahun-tahun
"jadi dokter itu gak segampang yang kalian lihat mereka harus berjuang membantu pasien yang ingin sembuh dan nyelamatin pasien yang sekarat.apa lagi pasien yang mereka tangani sekarat dan dokter adalah salah satu harapan keluarga korban untuk pasien selamat selain mukjizat dari allah"ucap raina
Raina menghela nafas sebentar lalu melanjutkan apa yang ia mengerti tentang bahay rokok"lagian apa kalian nggak tau kalau nikotin itu mengandung zat yang bahaya.kalian tau nggak resiko cewek di bawah umur ngerokok? Pertama cewek di bawah umur se usia kita itu nggak boleh ngerokok karena rokok bisa menyebabkan kemandulan,kedua bisa menyebabkan kanker dan masih banyak lagi"tutur raina panjang lebar
Hening..
Ify menatap raina datar.tersendir oleh ucapan gadis itu "lo cobain dulu rasanya rokok gimana.baru bacot kaya tadi"ucapnya pedas
Raina tersenyum tipis"orang pintar cukup tahu tanpa perlu mencoba hal bodoh"balasnya tak kalah sinis
"jang--"
"udah yuk cabut"kata kesyah mencekat omongan ify sebelum berlanjutnya adu mulut antar ify dan raina masalahnya jika keduanya sudah berdebat tidak akan ada habisnya
"bentar elah makanan gue belum abis"protes nayla.kesya melotot padanya.melirikan matanya pada ify seolah memberi kode
Nayal melirik ify cewek itu kini hanya menghisap rokok dengan tenang dengan tatapan mata tajam seolah menggabarkan suasana hatinya yang sedang kesal pada raina
"ya udah cabut yuk"ucap nayla kemudian melenggang pergi.dan langsung di ikuti oleh kesyah,ify dan raina
***
Kesyah melangkahkan kakinya melewati ruang tamu,tak berhenti atau sekedar menyapa sintia yang sedang berkutat deng majalahnya.entah sejak kapan sintia di rumah ini
Sintia merelakan pekerjaannya untuk menyambut anak-anaknya pulang dari sekolah.setelah mendengar ungkapan dari kedua anaknya beberapa hari lalu.hati sintia benar-benar tergerak untuk memberikan apa yang kedua anaknya inginkan.yaitu kasih sayang.iya ingin berubah menjadi seorang ibu yang sesungguhnya untuk kedua anaknya
Dengan insting seorang ibu yang kuat.sintia menoleh dan mendapati anaknya yang berjalan tenang menuju kamarnya"kenapa jam segini sudah pulang?"
"sejak kapan mama perduli?"tanya kesyah sinis sambil terus melangkah
Kesyah membanting pintu kamarnya dengan keras meluapkan emosi yang tiba-tiba bersarang di dalam tubuhnya saat melihat mamanya
Gadis itu melempar asal tasnya.lalu menjatuhkan tubuhnya ke kasur big sizenya membenamkan wajahnya di antara tumpukan bantal
Gadis itu menghela nafas lelah,berjalan menuju kamar mandi membersihkan diri dan merendam tubuhnya sebentar di bath-up lalu memakai sweter biru dan jeans putih
Kesyah duduk di depan cermin menatap pantulan dirinya sambil tersenyum.setidaknya cermin tidak pernah berbohong padanya
Setelah puas menatap bayangn dirinya di cermin kesyahpun bangkit lalu melangkah keluar dari kamarnya
"mau kemana kamu?"tanya sintia lembut saat melihat putrinya yang berjalan menuruni tangga
"makam eyang"jawab kesyah singkat padat dan jelas tanpa menoleh sedikitpun pada sintia
****
Sekarang kesyah sudah berada di salah satu komplek pemakaman dan sedang berjongkok di salah satu kuburan sambil mengusap nisan yang bertulis risa fernando
"kesyah rindu sama eyang"gumam kesyah lirih.
Setelah membaca doa dan mengungkapkan segala isi hatinya kesyahpun bangkit untuk pulang.namun langkah kesyah terhenti saat melihat seseorang yang ia kenal
Kesyahpun mendekati orang itu untuk memastikan penglihatannya benar.dan kesyah tidak salah.orang yang ia lihat adalah orang yang ia kenal
"lo ngapain disini?"tanya kesyah membuat orang yang kesyah tanya menoleh padanya dengan dahi mengkerut
End......
Penasaran kan siapa orang yang kesyah lihat.baca terus ya dan jangan lupa buat tekan tombol bintang di bawah
KAMU SEDANG MEMBACA
Bad Memories
Teen FictionIni cerita tentang anak sma.tentang seorang kaka kelas dan adik kelas yang saling membenci.jika mereka bertemu maka akan terjadi perang dunia. dan ketika sistem kekebalan hati alka menolak sesuatu yang dianggap berbahaya walaupun sebenarnya tidak,ya...
