Bagian 62

58 4 2
                                        

Kesyah melangkah menyusuri lorong rumah sakit dengan map biru di tanganya.hal yang membuatnya berada di rumah sakit sepagi ini adalah kakaknya.yang memarahinya karena membuat kartu ATMnya limit kemarin.dan hari ini seenak jidatnya memberinya hukuman mengantarkan map berisian kertas tak penting ini pada alka.dan saat kesyah menolak pria beranak satu itu malah mengancamnya dengan imbuhan akan menahan uang bulanannya.langkahnya terhenti di depan pintu bertulisan DRS alka.kesyah mengetuk pintu itu pelan lalu terdengar suara perintah masuk dari dalam

Kesyahpun membuka pintu membuat alka sedikit terkejut melihat kedatanganya.
"ini dari ka kevin.dia nyuruh gue anterin ke lo.ya udah gue cabut dulu nanti keburu telat satu mata kuliah.by"ujar kesyah santai

"lo udah denger soal reuni akbar prom night?"tanya alka membuat kesyah menghentikan langkahnya lalu berbalik menatap alka

"iya udah denger dari ify,kenapa emang?"tanya kesyah santai

"mau dateng bareng gue nggak?"tanya alka lagi membuat hati kesyah tiba tiba berdegup kencang.

"enggak.kayaknya gue dateng bareng temen-temen gua aja"jawab kesyah gugup.dan itu terlihat jelas oleh alka.

"temanya dateng bareng pasangan.gue nggak bermaksud apa-apa.kita bisa dateng sebagai pasangan sahabat.itupun kalo lo belum punya pasangan buat dateng"ujar alka santai membuang kesyah benar-benar bingung

"kayaknya nanti liat deh.ya udah gue pamit dulu"ujar kesyah linglung lalu langsung melangkah keluar dengan degup jantungnya yang masih terus berdegup kencang

***

"malam ini lo mau dateng bareng galih atau geran syah?"tanya ify membahas soal reuni sebentar malam yang di adakan di salah satu hotel terbesar di kota metropolitan ini.kini mereka berempat tengah berada di kantin kampus dengan menyantap makanan mereka masing-masing

Kesyah nampak menggidikan bahunya.membuat ify menahan rasa geramnya pada gadis labil ples plin plan dalam menentukan dambaan hatinya ini.gadis ini selalu bersikap baik pada kedua pria yang ia tahu jelas menyukainya dan hanya membuat kedua pria itu berharap besar padanya.dan dia hanya menganggap keduanya sebagai teman atau lebih tepatnya pelampiasan.ify selalu menasihatinya dengan selalu berkata jika tidak menyukai salah satu ataupun keduanya lebih baik gadis itu menjauh.namun gadis ini selalu acuh tak acu bahkan selalu menganggap perkataanya hanyalah angin lalu

Ify rasanya ingin sekali membenturkan kepala gadis itu ketembok berkali-kali.agar ia sadar bahwa yang ia lakukan ini hanya akan menyakiti dirinya sendiri dan juga orang lain.

"syah ini udah keribuan kalinya gue ngomong ini.gue cuman nggak mau lo nyakitin diri lo sendiri dan orang lain.gue tau lo nggak bakalan dengerin gue.tapi gue ngomong ini sebagai sahabat lo.gue udah anggep lo sebagai saudara gue.gue nggak mau saudara sekaligus sahabat gue salah jalan.yang lo lakuin ini salah syah,lo nggak boleh nyakitin mereka cuman karena keegoisan lo.galih sama geran orang baik,mereka pantes buat bahagia.lo nggak boleh libatin mereka gitu aja dalam kisah asmara lo hancur dan buat kisa asmara mereka hancur juga"jelas ify dengan ketus.terisat makna dalam setiap kalimat yang ia ucapkan.penekanan dalam setiap kalimat seolah-olah untuk menyadarkan kesyah akan kesalahannya

Ia rasa ia sudah cukup sabar selama ini.tapi tidak dengan hari ini.ia tidak ingin sahabatnya semakin jauh melangkah ke jalan yang salah.ia paham sahabatnya ini sedang dilanda kegundahan.tapi bukan berarti dia bisa menyakiti hati orang lain.itu hanya akan membuatnya menyesal di kemudian hari ketika ia menyadari kesalahannya itu.

"gue balik dulu"ujar kesyah pelan lalu bangkit

"gue harap kata-kata gue lo dengerin dan bisa lo pertimbangin"ujar ify.dan kesyahpun langsung melangkah pergi

Bad MemoriesCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang