Alka membawa kesyah ke taman blkang sekolah lalu menyuruh gadis itu duduk di bangku bercat putih di samping pohon
Alka berdiri tepat di depan kesyah yang kini duduk di hadapanya sambil menatapnya sinis.membaut alka memilih berjongkok di hadapan gadis itu sambil menatap kesyah datar
"gue mau nanya.apa sih yang buat lo selalu jadi biang masalah?.sehari aja bikin keadaan sekolah tuh tenang.elo yang buat keributan tapi gue yang kena semprotan kepala sekolah"ujar alka dingin
"gue nggak bakalan cari keributan kalo bukan dia yang mulai"ujar kesyah ketus sambil mengalihkan pandanganya dari mata alka.karena jika menatap mata alka maka kesyah akan gugup
"terserah lo kalo gitu.lo juga nggak bakalan dengerin perkataan gue kan.jadi percuma"ujar alka dingin lalu menegakkan tubuhnya baru saja alka ingin melangkah pergi cowok itu kembali kehadapan kesyah
"btw lo cantik kalo rambut lo di gerai kayak gini.tiap hari di gerai aja.gue suka"ujar alka dingin lalu langsung melangkah pergi.tak melihat semburat merah di pipi kesyah yang kian memerah
"kenapa sih.abis bikin kesel di bikin terbang lagi"ujar kesyah cemberut lalu melangkah menuju kelasnya
***
Bel pulang menggambarkan suasana kebahagian setiap siswa.begitupun para siswa sma antariksa yang kini berhamburan berbomdong-bondong keluar dati gerbang dengan berdesak desakan
Kesyah kini masi berdiri di karidor sambil memperhatikan para siswa yang berhamburan di lapangan.kesyah benar-benar kesal hari ini karena tidak bisa pulang tepat pada waktunya
Karena entah dosa apa yang kesyah perbuat sehingga pak indra selaku guru olah raganya tadi mengunjungi kelasnya dan mengumumkan hasil nila ulangan praktek lapangan basket minggu kemarin bahwa kesyah mendapat nilai di bawah rata-rata.sehingga hari ini kesyah harus meminta tolong pada salah satu anggota nasional basket di sekolahnya ini untuk mengajarinya.tapi yang pastinya jangan dan bukan alka.
Baru saja kesyah ingin menuju lapangan basket.saat di karidor kesyah berpapasan dengan adit.tanpa rasa malu ataupun takut.karena kesyah memang tidak memiliki urat malu ataupun takut pada manusia.kesyah hanya takut pada sang maha pencipta.kesyah menghalangi jalan adit dengan merentangkan kedua tanganya di udara
Adit menatap adik kelas di hadapanya dengan alis bertaut.membuat kesyah tersenyum manis menunjukan gigi putihnya yang tersusun rapi.
"langsung ke intinya aja dek.saya buru-buru mau latihan basket"ujar adit dengan nada pelan dengan suara khas seorang ayah yang begitu santun dan lembut di indera pendengaran
"nah pas banget.saya pengen minta tolong sama lo buat ajarin gue teknik dasar dribel dan shooting bola basket.pliss banget.soalnya nilai ulangan olahraga gue nggak tuntas"ujar kesyah sambil menunjukan pupy eyesnya
"ya udah sekalian juga kan.ayok"ujar adit ramah lalu melangkah menuju lapangan basket di ikuti kesyah di belakangnya deng senyum sumeringah
Saat sampai di lapangan baske aditpun memulai dengan mengajari posisi kaki dan cara memegang bola.dan sampai pada titik kesyah suda bisa memahami dengan seksama kini untu mentes mendribble bola menuju ring
Dan sudah sekitar 15 kali kesyah melempar bola kedalam ring.bola itu tak kunjung pas masuk kedalam ring membuat kesyah beberapakali mengumpat membuat adit tertawa renyah
Dan ini untuk ke 16 kalinya.kesyah kini mengambil ancang-acang dengan se teliti mungkin dan
"yah..."kesyah bergumam pasrah memperhatikan bola orange itu yang mengelinding menjauh darinya karena melesat dari ring
KAMU SEDANG MEMBACA
Bad Memories
Teen FictionIni cerita tentang anak sma.tentang seorang kaka kelas dan adik kelas yang saling membenci.jika mereka bertemu maka akan terjadi perang dunia. dan ketika sistem kekebalan hati alka menolak sesuatu yang dianggap berbahaya walaupun sebenarnya tidak,ya...
