Bagian 43:

38 2 0
                                        

Alka sampai di sebuah rumah yang terlihat tua.rumah ini adalah rumah yang alka kunjungi beberapa hari lalu.kaki alka melangkah tergesa-gesa memasuki perkarangan rumah.

Alka membuka pintu di hadapanya menggunakan kunci yang ia punya.dan saat pintu berhasil terbuka pemandangan pertama yang alka lihat adalah kesyah yang terduduk di kuri kayu dengan keadan terikat dengan baju yang terlihat kotor dan wajah yang lembam seperti habis di pukuli dan pergelangan tanganya yang terluka

Alka berjalan mendekati tubuh mungil kesyah.kesyah yang biasanya terlihat tegar dan keras kepala kini terlihat tak berdaya.kesyah terbangun dari tidurnya.tanpa di duga air mata kesyah kembali tumpah saat melihat alka.alka membukakan tali di tangan dan kaki kesyah lalu membuka lakban yang tertera di bibir ranumnya.

Tanpa di duga kesyah langsung memeluk tubuh alka menenggelamkan wajahnya di dada bidang alka.menggambarkan betapa takut dan sakit yang gadis itu rasakan.alka membalas pelukan kesyah dengan ragu.mengusap rambut gadis itu dengan lembut

"gue tak-kut,dia mau nge-bu-nuh-gue.dia b-ilang gue nggak bo-leh bi-lang ke siapa-siapa.soal wak-tu itu.se-dangkan gue nggak ngerti apa mak-sud dia"ujar kesyah dengan terbata-bata dengan masih memeluk alka

"dia nggak bakalan nyakitin lo lagi.ada gue sekarang.lo nggak perlu takut"ujar alka sambil merenggangkan pelukan kesyah.lalu memegang kedua pundak gadis itu

"lo nggak perlu nangis.lo percayakan sama gue"ujar alka dingin menatap tepat manik mata kesya.tersirat kepastian dari setiap perkataanya.kesyah mengangguk pelan.lalu kemabali memeluk alka dengan erat

Brak..

Tiba tiba pintu itu di dobrak oleh seseorang.dan orang itu adalah pria yang menculik kesyah

"kamu lagi.mau jadih pahlawan kayak bunda kamu.kamu juga pengen mati kaya bunda dan adik kamu ya?"ujar pria itu dengan suara baritonya.alka menyuruh kesyah berdiri di belakangnya

"udah cukup gue diam selama ini.lo udah terlalu banyak hidup tenang tanpa rasa bersalah.ini saat gue balas dendam atas kematian adik dan bunda gue.lo orang yang ngerenggut nyawa mereka"ujar alka tajam namun tersirat kesedihan di mata cowok dingin itu

"bunda dan adik kamu itu mati karena kamu.harusnya kamu yang mati bukan mereka.kalau saja bunda kamu nggak nyelamatin kamu saat itu mungkin saat ini bunda kamu masih hidup"ujar pria paruh bayabitu dengan sarkistik

Tangan alka mengepal kuat.saat alka ingin maju.ingin melampiaskan kemarahanya selama ini.tiba tiba sebuah tangan melingkar di pergelangan tanganya

Alka menatap tangan yang melikar di pergelangan tanganya.lalu menatap sang empunya tangan yang tak lain adalah kesyah.wajah gadis itu terlihat pucat pasi mengambarkan ketakutanya

Kesyah menggelengkan kepalanya dengan lirih.bermaksud melarang alka untuk melakukan hal kekerasan pada pria itu.karena kesyah tau pria paruh baya ini selalu membawa pisau di katung belakang celananya.kesyah tidak ingin alka kenapa-napa

Seakan mengerti maksud gelengan kepala kesyah alka melepaskan tangan kesyah dari pergelanganya dengan lembut
"gue bakal baik-baik aja.dia yang bakalan mati di tangan gue.percaya sama gue.gue janji"ujar alka lembut sambil memegang pipi keyah menggunakan tangan kanannya sedangkan tanganya yang satunya masih menggenggam tanga kesyah erat

Kesyah kembali menggelengkan kepalanya.bukanya tidak percaya pada alka.namun kesyah tidak ingin pria ini kenapa-napa

"pliss..jangan ngelakuin apa-apa.gue mo-hon sama lo"ujar kesyah lirih dengan air mata yang terus mengalir mebasahi pipinya

Namun dengan sekali sentakan alka melepaskan tangan kesyah yang masih berusaha menahanya.kaki panjang alka menendang perut pria paruh baya itu membuat pria itu tersungkur.

Alka mencengkram kerah baju pria paruh baya yang merupakan ayah kandungnya itu lalu memukuli wajah pria itu dengan membabi buta.membuat pria itu tak berkutik sedikitpun

Namun tanpa di duga sebuah pisau di tancapkan di punggung alka.dan pelakunya adalah pria itu.alka diam merasakn perih di punggungnya dan tak lama alka tak sadarkan diri sebelumnya akka sempat menatap kesyah yang ada di blkangnya sambil tersenyum tipis sedangakn pria itu tersenyum licik

Kesyah membelakan matanya.sungguh ia tidak percaya semua ini.tak lama polisi datang entah siapa yang memanggil polisi.polosi itu membawa ayah alka pergi.kesyah berlari mengahampiri alka.kesyah meletakan kepala alka di pahanya menggoyangkan tubuh pria itu berusah membuatnya sadar kembali.namun usaha kesyah sia-sia karena cowok itu sudah menutup matanya rapat-rapat

"bangun al.lo bilang sama gue kalo lo bakalan baik-baik aja.terus kenapa sekarang lo nutup mata lo.al bangun lo baik-baik aja kan"ujar kesyah lirih dengan histeris.kesyah tak memperdulikan roknya yang sudah di banjiri darah milik alka.yang ada di otak kesyah saat ini hanya lka.dan bagaiman cara membawa cowok ini ke rumah sakit

Tak lama kevin datang berasam andre dan rangga.kesyah seger berlari memeluk kevin.sefangkan andre dan rangga segera membopong tubuh alka menuju kedalam mobil

"ka alka bakalan ba-ik-baik aja kan.dia ma-sih hidup kan ka"ujar kesyah lirih di dalam pelukan kevin.

"iya.dia kuat ko"ujar kevin mencoba meyakinkan kesyah.walaupun sebenarnya dirinya meyakinkan dirinya sendiri juga.bahwa sahabatnya itu akan baik-baik saja

***

Kini kesyah,kevin,rangga dan andre tengah mondar mandir di depan pintu UGD di rumah sakit.

Kesyah menatap pintu berwarna silver itu dengan seksama.di dalam ruangan itu terdapat alka yang tengah di tangani oleh pak alfa.sesekali kesyah mentap tanganya yang terdapat bercakan dara milik alka.kejadian beberapa menit tadi kembali terulang di memori kesyah membuat gadis itu kembali menangis

Kevin merangkul pundak sang adik.mencoba menyalurkan tenaganya pada sang adik.kevin tak henti-hentinya berdoa untuk keselamatan alka begitu juga andre rangga terutama kesyah.gadis itu benar-benar sangat khawatir pada alka

Pintu berwarna silver itu terbuka menampakan sosok pak alfa dengan setelan jas putihnya.di wajahnya tersirat ketegangan membuat kevin berfikiran yang aneh-aneh

"dia baik-baik aja kan.BILANG SAMA GUE!!.dia masih hidup kan.lo ngomong jangan cuman diem!!"tanya kesyah dengan bertubi-tubi dengan lantang

"dia sudah baik-baik aja sekarang.tapi--"

"TAPI APA!"potong kesyah sambil mencengkram jas putih milik alfa

"tapi dia belum sadar"ujar alfa membuat kesyah,kevin rangga dan andre bernafas lega

"mungkin sekitar beberapa jam lagi dia akan sadar"sambung alfa.alfapun pamit untuk keruanganya

Kesyahpun melangkah masuk kedalam ruangan alka dengan langkah tertatih.sedangkan kevin,rangga dan andre menunggu di luar.mereka ingin membiarkan kedua insan itu bersama dulu.dan lagian kevin sepertinya melihat benih-benih cinta antara adik dan sahabatnya itu

Kesyah melangkah mendekati berangkas alka.alka masih setia menutup matanya dengan segala alat medis yang terpasang di tubuhnya

Kesyah berjongkok di samping berangkas alka lalu menggenggam tangan alka yang terinfus.air mata kesyah tak henti-hentinya menetes.bahkan kesyah sendiri bingung kenapa ia bisa se khawatir ini pada pria tukang atur ini yang iya nobatkan sebagai musuhnya ini.apa ini hanya karena kesyah merasa bersalah saja pada alka?,atau ada rasa lain yang tumbuh di hatinya?

"lo bohong sama gue,lo bilang kalo lo bakalan baik-baik aja.tapi nyatanya sekarang lo disini.dan lo masi nutup mata lo.plis bangun gue janji setelah lo bangun gue bakalan patuhi semua peraturan sekolah dan dengerin perkataan lo"ujar kesyah lirih sambil mengeratkan genggamanya pada tangan alka

***

Kalo udah baca jangan lupa klik gambar bintang di bawah

Bad MemoriesCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang