Three Witch
Peringatan ayahnya membuatnya penasaran dengan benda apa yang diincar oleh Voldermort, namun ia megikuti saran ayahnya untuk selalu berhati - hati. Selama belum ada kejadian mencolok, ia tidak akan mencari tahu. Ia akan bersenang - senang.
Harrieta membuat banyak teman. Ia memiliki teman diskusi bersama Granger dan Greengrass, terkadang Neville Longbottom juga ikut bergabung. Harrieta benar - benar tidak memikirkan apa pun. Ia hanya mengawasi, walaupun ia menyadari bahwa ada sesuatu yang terjadi di hutan terlarang. Harrieta berniat menyelidikinya sehabis Samhain nanti.
Harrieta,Hermione dan Daphne terlambat ke jamuan Halloween. Mereka keasikan mengerjakan essay Tranfugrasi dari Professor McGonagall. Hermione selalu menemukan hal baru untuk diskusikan sementara Harrieta selalu menyiapkan pertanyaan atas pertanyaan Hermione. Daphne selalu menemukan cara agar diskusi mereka mengasikan.
Tiga anak gadis itu, berjalan menuju aula besar. Mereka masih membicarakan tentang animagus. Harrieta tertantang untuk mencobanya sementara Hermione mengungkapkan sejumlah alasan kenapa itu dapat berbahaya jika dilakukan di ajaran pertama. Harrieta memutar bola matanya. Itu berberbahaya bagi mereka yang tidak memiliki dasar sihir tapi Harrieta lulusan termuda Mahoutokoro sehingga ia bisa melakukannya. Daphne mendukung perkataan Hermione. "Daphne ku kira kau menyukaiku"kata Harrieta seakan - akan terluka.
"Aku memang menyukaimu, Rieta sayang. Tapi Hermione ada benarnya."jawab Daphne dengan tatapan sudah jelaskan. Langkah Harrieta terhenti saat sebuah bayang besar melintas. Ia meminta sahabat - sahabatnya berhenti. Instingnya mengatakan bahwa ada sesuatu disini.
Benar saja. Dihadapan mereka ada sebuah troll. Baik Daphne dan Hermione menggandeng tangan Harrieta. "Kita harus lari dan mencari Professor"kata Hermione.
"Bukan itu sudah jelas Granger"balas Daphne. Harrieta menarik nafas. "Kalian berdua sembunyi di belakangku"kata Harrieta dengan nada yang tak dapat , Daphne dan Hermione mengikuti perkataan Harrieta.
Harrieta menarik Tongkat Cherry. Ia melakukan gerakan tangan yang rumit dan merapal mantra non-verbal membuat Troll itu pingsan. "Merlin, Kau melakukan mantra non-verbal dan itu bukan tongkat sihirmu"kata Hermione.
"Siapa kau Harrieta?"tanya Daphne tajam. Mau tak mau ia harus membuka rahasianya.
"Aku akan memberitahumu, tidak disini dan kemungkinan kita akan melewati makan malam."kata Harrieta. Daphne dan Hermione mengangguk.
Harrieta membawa trio itu menuju kelas kosong. "Kalian tahu Wizard Oath?"tanya Harrieta. Hermione dan Daphne mengangguk. "Sebelum aku memberitahu ini, aku ingin kalian melakukan sumpah penyihir untuk tidak memberitahukan apa yang akan ku ceritakan pada orang lain"kata Harrieta. Baik Daphne dan Hermione berpandangan.
"Aku Daphne Ophelia Greengrass, Bersumpah untuk tidak membocorkan apa pun yang di beritahukan oleh Harrieta sampai ia mengizinkannya. So Mote it be"kata Daphne dengan mengacungkan tongkatnya. Hermione pun melakukan hal yang sama.
"Aku Harrieta Dorea Potter, kalian tahu ceritaku saat masih bayi. Professor Dumbledore mengirimku ke kerabat muggle ibuku sejak kematian ibuku. Paman dan bibi muggle benci dengan apapun yang berbau sihir atau irational. Tentu saja kehadiran , diluar rencana mereka. Mereka tidak baik padaku hingga dua penyihir 'menculikku' saat masih bayi dan mengadopsiku. Ayah angkatku Regulus Black sedangkan ibu angkatku Alice Reed. Ayah angkatku mantan pelahap maut yang membelot pada kau-tahu-siapa. Ia dan ibuku kabur ke tanah kelahiran ibuku di Jepang. Demi keamananku, Ayah menggunakan mantra memori yang kuat pada paman dan bibiku dan memberikanku nama baru. Lyra Agena Black"Cerita Harrieta.
"Jadi kerabat mugglemu, lupa akan keberadaanmu dan Professor Dumbledore tidak pernah mengecek keberadaanmu?"tanya Hermione. Harrieta mengangguk.
"Kau belum menjelaskan mengapa kau memiliki dua tongkat?"kata Daphne.
"Kau pernah dengan Jenius di Mahoutokoro"kata Harrieta. Wajah cantik Daphne langsung mengerti. "Kau si jenius itu. Lulusan termuda Mahoutokoro? Yang berhasil masuk sekolah lebih awa dan lulus hanya dalam waktu dua tahun"kata Daphne. Harrieta kembali mengangguk. "Jika kau sudah lulus kenapa kau bersekolah disini lagi?"tanya Hermione.
"Ayahku mengetahui bahwa Kau-tahu-siapa membuat hocrux . Ia memintaku untuk menemukan ada beberapa Hocrux dan cara memusnahkannya"jawab Harrieta.
"Apa itu Hocrux?"tanya Hermione sementara itu Daphne pucat.
"Seni tergelap dari Dark Arts. Hocrux adalah sebuah benda yang menyimpan serpihan jiwa seseorang. Selama serpihan itu masih terikat di bumi. Kau tidak akan mati. Disebut seni tergelap, karena untuk membelah jiwamu, kau harus membunuh . Jiwamu bisa kembali asal kau benar - benar menyesali apa yang kau perbuat"jelas Daphne.
"Kau-tahu-siap abadi dan belum mati begitu. Ia bisa kembali kapan saja"simpul Hermione. Harrieta mengangguk. "Harrieta , Lyra"kata Hermione tak yakin.
"Harrieta saja"kata Harrieta yang tertawa kecil. Hermione mengangguk. "Kau berada dipihak Professor Dumbledore?"tanya Hermione.
Harrieta menggeleng. "Aku di pihakku sendiri. Aku jelas akan melawan Kau - tahu - siapa bukan berarti aku akan mengikuti rencana kepala menggunakan caraku sendiri"jawab Harrieta.
"Kau tidak bisa melakukan ini sendiri. Aku dipihakmu. Jadi itu alasanmu menjawab kau netral. Kau memiliki sisimu sendiri."kata Daphne yang di setujui Hermione.
"Harrieta apa yang kau ketahui sekarang?"tanya Hermione. Harrieta pun bercerita tentang Ceberus dan kesimpulan ayahnya mengenai ada suatu benda yang di jaga di Hogwarts."Anjing berkepala tiga? Di Hogwarts? Mereka sudah sinting meletakkan hewan berbahaya itu disana"kata Daphne.
"Aku merasakan sesuatu di hutan terlarang. Aku pikir selama tidak ada yang mencolok aku tidak akan melakukan sesuatu. Tapi kejadian Troll membuatku harus menyelidiki hutan terlarang malam ini juga."kata Harrieta.
"Kami ikut"balas Daphne dan Hermione berbarengan.
"Kita beda asrama Granger, akan sulit bagimu untuk menyelinap tanpa ketahuan. Aku dan Daphne yang akan keluar. Hermione bisa kau cari tahu bagaimana seseorang bisa membawa troll ke kastil?"pinta Harrieta. Hermione mengangguk. Ia menyadari bahwa saat ini Harrieta tidak bisa hanya mengandalkan ayah angkatnya tapi juga orang - orang yang bisa ia percayai.
KAMU SEDANG MEMBACA
Another Identity
FanfictionSummary: Harrieta Potter di sortir masuk ke asrama Slytherin padahal banyak orang yang menebaknya masuk ke asrama Gryffindor atau Ravenclaw. Yang orang tidak tahu ia menyimpan rahasia.
