6.

8.6K 214 0
                                        

Cup.

kakak cium keningku seperti biasanya dan berjalan kekamar meninggalkanku disofa.

setelah kakak ke kamar aku membereskan laptopku dan berjalan ke kamarku untuk tidur. dan mulai tertidur 30 kemudian.

-------**--------

Raina POV.

Aku terbangun karena tenggorokanku terasa kering, kulihat jam yang sudah menunjukkan pukul 04.55 kuputuskan untuk mengambil air minum di dapur dan kembali ke kamar untuk sholat subuh.
sesudahnya aku melanjutkan pergi kedapur dan memasak sarapan untuk kita bertiga. kali ini aku memasak , pasta dengan parutan ekstra keju diatasnya. kenapa hanya itu saja? karena jam 07.00 nanti aku pergi kekantor untuk menyaiapkan beberapa dokumen untuk keberangkatanku besok, jadi kuputuskan memasak yang simple2 aja.

selesai memasak dan menyajikannya di meja makan aku duduk disofa mengecak Emai dari sekretarisku.

Rendra POV.

aku terbangun karena tanpa sengaja luka di pipiku terkena tangan Ryan. kulihat jam sudah pukul 5 jadi kuputuskan segera sholat subuh sebelum terlambat. setelah mandi dan sholat aku ke dapur untuk minum dan sudah berpakaian rapi menggunakan pakaian kerja milik Ryan yang ukurannya tidah jauh dari ku.

sesampainya didapur tanpa sengaja aku melihat Raina yang tengah duduk di sofa yang tidak jauh dari dapur. kuhampirinya dan duduk di sebalahmya.

"lo sudah bangun" tanyaku

"sudah!" ucapnya tetap fokus pada laptopnya.

"lagi ngerjain apa?" tanyaku lagi.

"nyelesaiin berkas yang akan dibawa ke surabaya besok, lukanya gimana udah mendingan?" ucapnya yang mulai melihat kearahku.

"lebih baik dari pada yang kemarin!" jawabku tak lama kemudian dia menutup lapotopnya dan berjalan kearah laci didekat dapur.

"lah! gue di tinggal!" gerutuku yang melihat dia pergi begitu saja. tak lama kemudian ada yang duduk di sampingku, akupun menoleh dan melihat Raina duduk disampingkung dengan kota obat di tangannya.

"mana plesternya yang kemarin? lo buang ya?" tanyanya yang mendapati plester pada lukaku sudah tidak ada.

"he.em soalnya tadi malam waktu gue ganti baju plesternya lepas sedikit dan gue lepas aja sekalian!"
jawabku apa adanya.

"hmm, sini gue bersihkan lagi! ini luka lo masih kebuka jadi kalau ngga ditutup bakal kena kotoran!" ucapnya yang mulai mengoleskan obat pada lukaku.

"makasih ya atas semuanya! ternyata lo baik dan perhatian juga, gue kira lo tuh kejam karena tatapanlo selama ini tajam banget ke orang! maaf ya!" ucapku dengan tulus.

"hmmm" gumamnya.

"mulai deh cueknya!" ucapku sambil memanyunkan bibir.

sebelum Raina membalas ucapanku Ryan datang.

"ehemmm tau deh yang mulai ada manis2nya gitu!" goda Ryan yang baru datang dan duduk disofa sebrang sofaku dan Raina.

"apa si lo! ganggu mulu!" ucapku kesal, setelah menutup lukaku dengan plester, Raina membereskan obat2annya.

"ayo sarapan!" ajaknya sambil berjalan kemeja makan. aku dan Ryan pun mengikuti dari belakang dan aku duduk di samping Raina.

"kapan kamu masaknya dek? kok tiba2 udah ada makanan" tanya Ryan.

Black White CEOTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang