"lo kalau mau tetep disini diam dan duduk manis di sofa! kalau nggak mau, balik ngih kekantor, itu sudah membantu gue kok" Ujar Raina tengan tegas.
"lo mah gitu ish!" gerutu Rendra namun masih bisa di dengar Raina.
"iya iya gue diem! tapi tetep disini ngga papa kan?" ucapnya lagi setelah melihat pelototan dari Raina.
"hm" gumam Raina sebagai persetujuan. Rendra menuju ke sofa dan mulai memainkan ponselnya.
tok tok tok
------**------
Raina POV.
kudengar ada yang mengetuk pintu tanpa mengalihkan pandanganku aku menyuruhnya masuk.
"masuk!" ujarku ke orang yang mengetuk pintu.
"maaf bu ganggu! ini ada dokumen untuk besok!" ujarnya.
"letakkan disutu!" ujarku dengan menunjuk sisi meja kerjaku.
"baik bu permisi" ujarnya.
"kenzo, sebentar saya mau minta tolong pesankan makanan seperti biasanya ya! dua, sama kopi latte 2! bisakan!" mintaku.
"tentu bu, saya permisi" ujar orang tersebur yang bernama Kenzo sekertaris kakak yang mulai meninggalkan ruangan Raina.
"oh, dia yang namanya Kenzo! Rain, ganteng mana gue sama kenzo?" ujar Rendra yang sedari tadi melihat interaksi antara aku dan Kenzo.
"Rain, jawab dong!" rengeknya lagi.
"hm" gumamku tanpa mengalihkan pandanganya.
"Rain, plis jawab!"ulangnya lagi.
"lo mau gue jawab apa?" tanyaku yang tak mau mendengar dia makin merengek lagi.
"lo harus jawab gantengan gue!" jawabnya yang berjalan menghampiriku dan menarik kursi ke sampingku untuknya duduk.
"hm" gumamku lagi.
"lo ma gitu, nggak ada kata lain ya selain 'hm' masak ngomong sama gue sering banget jawab 'hamm hemmm' doang" jelasnya yang menyenderkan tubuhnya pada kursi.
tok tok tok
sebelum aku menjawab Rendra ada yang mengetuk pintu.
"masuk!" perintahku dan orang tersebut pun masuk.
"ini bu pesanannya" ucap Kenzo setelah masuk dengan membawa beberapa bungkus plastik berisi 2 makanan dan 2 gelas minuman.
"letakkan di meja sofa!" ucapku.
"baik bu saya permisi!" ucap Kenzo setelah meletakkan makanan di meja dan berjalan keluar.
"gimana?" tanya Rendra.
"apanya?" ucapku bingung
"gantengan siapa gue atau tu anak curut?"
"anak curut? siapa?"
"ya tuh anak" ucapnya sambil menunjuk pintu yang baru tertutup menggunakan dagunya.
"namanya Kenzo jangan panggil anak curut! dan masalah siapa yang lebih ganteng gue ngga perduli!" jawabku kesal.
"harus pilih salah satu! dia atau gue? ngga boleh jawab yang lain" ujarnya dengan menatap aku intens.
"gantengan lo! puaskan?!" ucapku yang jengah dengan pertanyaannya.
"hmmm, emang sih gue dari lahir sudah ditakdirkan jadi cogan! berarti mata lo masih sehat kalau lo jawab gantengan gue!" ucapnya bangga atas jawabanku
KAMU SEDANG MEMBACA
Black White CEO
Romansa"cewek ternyata lawan gue. cih!, pling langsung kalah loh hanya dalam 1 putaran saja"ucapnya. (Rizky Rendra Mahardhika.) "cih,lihat saja nanti"ucapku dingin padanya. (Raina Agelista Wijayah). "ok! kalau gue menang lo akan menuruti kemauan gue, dan k...
