part 28

19.7K 1.3K 29
                                        

"Lepaskan jennie, aku mohon. Jangan sakiti jennie. Aku mohon ms song" teriak lisa. Jennie terbanngun saat mendengar teriakan lisa. Jennie mebelai pipi lisa. "Sayang" ucap jennie.

Lisa tersentak seketika. "Jennie.. jennie..." teriak lisa. "Sayang, its okey im here" ucap jennie sambil membelai pipi lisa. Lisa menatap jennie. "Jennie? Apa kau tak apa? Apa dia menyakitimu? Yang mana yang sakit? Katakan padaku?" Ucap lisa khawatir.

Jennie lalu mengecup bibir lisa. "Tenanglah. Aku tak apa. Tidurlah" ucap jennie. "Tidak, akan kubunuh wanita itu" ucap lisa. Lisa mencoba melepas infusnya dan mencoba bangun. "Sayang apa yang kau lakukan. Hentikan" ucap jennie. "Tidak aku akan membunuhnya" ucap lisa. Jennie mencoba menghentikan lisa. Tapi lisa berhasil melepas infusnya. Jennie memeluk lisa sambil mencoba menekan tombol darurat. "Sayang lepaskan aku. Aku akan membunuhnya" teriak lisa. "Tidak. Kau harus tetap disini" ucap jennie.

Beberapa saat kemudian dokter dan seorang perawat datang dan melihat lisa mencabut infusnya. Dokter pun menyuntik obat penenang ke tangan lisa. Beberapa saat kemudian lisa tertidur di pelukan jennie. Jennie merebahkan tubuh lisa kembali. Dokter bergegas memasang kembali infus lisa. "Dokter, apa yang terjadi padanya" tanya jennie.

"Ini pengaruh dari trauma ms manoban. Aku tidak tau dia memiliki trauma apa. Tapi aku sarankan dia menjalani perawatan psikologi" ucap dokter. "Apakah itu perlu?" Tanya jennie. "Ya, jika kau ingin dia sembuh sepenuhnya. Karna suatu saat jika trauma dia muncul lagi itu akan sangat berbahaya baginya dan orang sekelilingnya" ucap dokter.

"Baiklah dok. Nanti akan aku bicarakan dengan orang tuanya" ucap jennie. "Baik, saya permisi" ucap dokter lalu pergi meninggalkan ruangan lisa. Jennie membelai rambut lisa dan menangis menatap lisa. (Aku pasti akan melakukan apapun untukmu lisa agar kau bebas dari rasa traumamu) batin jennie.

~~~ time skip~~~

mrs jin, mr alex, lee dan rose masuk ke ruangan lisa. Jennie pun bergegas mengusap air matanya dan menghampiri keluarga lisa. Jennie memeluk mrs jin. Rose pun bergegas duduk di samping lisa. Sedangkan yang lain duduk di sofa.

"Oppa, kenapa kau seperti ini? Bangunlah" ucap rose sambil menangis menggenggam tangan lisa. "Jennie apa lisa belum bangun dari semalam?" Tanya mr alex. Jennie pun menceritakan insiden yang tadi terjadi. "astaga, lalu apa kata dokter?" Tanya lee. "Dokter menganjurkan agar lisa menjalani perawatan psikologis untuk menghilangkan traumanya" ucap jennie.

Orang tua lisa pun terkejut mendengarnya. "Lisa pasti sangat menderita selama ini. Dia memendam traumanya sendirian dan aku tak bisa mengenali anakku sendiri" ucap mrs jin sambil menangis. Mr alex pun memeluk istrinya. "Tenanglah sayang. Kita akan membantu lisa untuk keluar dari traumanya" ucap mr alex.

"Jadi daddy setuju jika lisa menjalani perawatan itu?" Tanya lee. "Jika itu yang terbaik mengapa tidak kita coba" ucap mr alex. "Aku tak yakin jika oppa akan mau melakukannya. Kalian tau oppa sangat keras kepala" sela rose. "Jennie yang akan membujuk lisa. Lisa tak akan bisa menolak permintaan jennie" ucap lee.

"Ya, kau benar sayang. Jennie yang bisa mengontrol lisa"ucap mrs jin. "Apa kau mau jennie membujuk lisa?" Tanya mr alex. "Aku akan mencobanya" ucap jennie. Mrs jin pun tersenyum menatap jennie. Beberapa saat kemudian jisoo datang dengan membawa sebuah paperbag. "Selamat pagi aunty, uncle" ucap jisoo. "Pagi jisooyah" ucap mr alex.

"Sayang apa yang kau bawa itu?" Tanya lee. "Oh ini baju untuk jennie" ucap jisoo sambil memberikan paperbag kepada jennie. "Terimakasih unnie" ucap jennie sambil menerima paperbag jisoo. "Sebaiknya kau membersihkan badanmu jennie. Aku dan jisoo akan membelikan makanan untukmu" ucap lee.

"Makanan? Aku ikut" sela rose.

Melihat ekspresi rose satu ruangan pun tertawa

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Melihat ekspresi rose satu ruangan pun tertawa. "Kau selalu cepat jika menyangkut makanan" ucap lee. "Ayolah oppa. Pali pali" ucap rose yang sudah berdiri di ambang pintu. Lee hanya menggelengkan kepala lalu pergi bersama jisoo dan rose. "Jennieyah, apa kau dan lisa sudah membicarakan soal pernikahan kalian?" Tanya mr alex

"Yak, apa kau sudah gila menanyakan hal itu sekarang" bentak mrs jin. "Why? Aku hanya bertanya" ucap mr alex. "Aku dan lisa belum sempat membicarakan itu uncle. Aku ingin lisa sembuh. Itu yang sekarang aku pikirkan" ucap jennie. "Kau benar jennie. Jangan dengarkan kata uncle. Otak dia agak terganggu" ucap mrs jin sambil melotot kepada mr alex.

"Yak jangan menatapku  seperti itu. Aku hanya ingin cepat punya cuci" ucap mr alex. "Cucu? Dimana otakmu alex. Anakmu sedang terbaring dan kau memikirkan cucu" ucap mrs jin.

"Jennie.." panggil lisa. Jennie terkejut dan menghampiri lisa. "Ya sayang" ucap jennie sambil membelai rambut lisa. Lisa menggenggam tangan jennie. "Jangan pernah meninggalkanku" ucap lisa sambil meneteskan air mata.

Jennie mengusap air mata lisa. "Jangan menangis. Aku akan selalu disampingmu apapun yang terjadi. Tolong tenangkan dirimu. Kau membuatku takut tadi" ucap jennie.

"Mianne. Aku tak akan membuatmu takut lagi" ucap lisa. Jennie tersenyum menatap lisa. "Give me a kiss" ucap lisa sambil memajukan bibirnya. "Ehem ehem" ucap mr alex.

Lisa menoleh ke arah orang tuanya yang sedang duduk di sofa. "Mommy daddy? Sejak kapan kalian disitu?" Tanya lisa. "Sejak kau belum bangun" ucap mrs jin. Lisa menatap jennie. "Sayang, kenapa kau tidak bilang ada mommy dan daddy? Aku kan malu" gerutu lisa. Jennie hanya tertawa.

"Oppa" teriak rose. Rose menghampiri lisa lalu memeluk dan mencium pipi lisa. "Yak chipmunk hentikan. Lipstikmu nanti menempel di pipiku" ucap lisa. "Lipstiknya sudah menempel di pipimu"  ucap jennie.

"Yak chipmunk" bentak lisa. Rose bersembunyi dibalik tubuh jennie "jennie unnie,oppa membenntakku" rengek jennie. "Lisa.." ucap jennie sambil melotot ke arah lisa. Lisa terdiam seketika saat melihat ekspresi jennie. Orang tua lisa dan lee hanya tertawa.

Beberapa saat kemudian dokter datang menghampiri lisa. "Ms manoban aku akan memeriksa kesehatan anda" ucap dokter. Lisa hanya mengangguk. Dokter pun mulai mengukur tensi lisa. "Dokter, aku ingin pulang" ucap lisa. "Tentu saja kau bisa pulang. Tapi beristirahatlah yang cukup. Aku akan memberikan cream untuk mengurangi memar di tubuh anda. Pastikan anda menggunakan cream itu pagi dan malam" ucap dokter. "Iya dok terimakasih" ucap lisa.

"Lalu bagaimana untuk perawatan anda selanjutnya? Apa sudah ada keputusan?" Tanya dokter. Lisa pun bingung dengan ucapan dokter. "Aku akan menghubungi dokter tentang itu" ucap jennie. "Baiklah saya permisi. Silahkan ambil obatnya di apotik rumah sakit" ucap dokter. Dokter pun meninggalkan ruangan lisa.

"Sayang, apa maksud dokter" tanya lisa. Jennie mendekatkan bibirnya ke telinga lisa. "Ayo kita pulang. Aku ingin segera menciummu" bisik jennie. Lisa terkejut mendengar ucapan jennie. "Benarkah?" Tanya lisa sambil tersenyum. "Unnie apa yang kau bisikkan ke oppa? Kenapa dia menjadi seperti orang gila" ucap rose. "Kepo" sela lisa.

"Oppa" bentak rose. "Chaeyounga, berhentilah menggoda lisa" ucap lee. "Dia sangat menyebalkan" ucap rose. "Chaeng, ikut mommy mengambil obat oppa. Dari pada kau disini membuat ribut" ucap mrs jin sambil menarik tangan rose keluar.

"Akhirnya chipmunk keluar juga" gerutu lisa. "Lisa..." ucap jennie sambil menggelengkan kepala. "Baiklah aku diam" ucap lisa. Lee hanya tertawa menatap lisa. "Hyung, kenapa kau tertawa" tanya lisa. "Kau takut kepada jennie sekarang" ucap lee sambil tertawa.

"Tutup mulutmu" bentak lisa. Lee pun terdiam seketika. Jennie terkejut mendengar bentakan lisa. "Kau membuatku takut" ucap jennie. "Mianne. Ayo bantu aku mempersiapkan kepulanganku" ucap lisa. Jennie hanya tersenyum mengangguk.

THE DOMINANT (Selesai)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang