Jennie terbangun dan melihat lisa sedang duduk menatapnya. "Ada apa sayang?" Ucap jennie. "Bergegaslah kita akan kerumah sakit sekarang. Aku akan menunggu diluar" ucap lisa dengan nada dingin lalu beranjak keluar dari kamar.
(Ada apa dengannya?) Batin jennie. Jennie terkejut karena tiba tiba lisa menjadi dingin padanya. Jennie beranjak dari tempat tidur dan masuk kedalam kamar mandi. Beberapa saat kemudian jennienkeluar dari kamar dan menghampiri lisa yang sedang duduk di sofa sambil. Memainkan ponselnya. lisa menoleh menatap jennie. "Kajja" ucap lisa. "Tapi sayang, aku belum bertemu aunty" ucap jennie.
"Tak perlu. Mommy dan rose sedang pergi ke mall" ucap lisa. Lisa berjalan keluar dan di ikuti dengan jennie. Selama di perjalanan lisa hanya menatap keluar jendela. Jennie sesekali melirik lisa (kenapa dia bersikap dingin kepadaku) batin jennie.
30 menit kemudian
Lisa dan jennie sudah duduk di ruangan dokter. "Ms manoban, dokter jin sudah menelpon saya mengenai kedatangan anda. Jadi ms kim kita bisa mulai sekarang" ucap dokter. Jennie tekejut mendengar ucapan dokter. "Wait? Ada apa ini dok? Bukan lisa yang akan di periksa?" Tanya jennie.
"Tentu saja bukan ms kim. Mana mungkin ms manoban di periksa mengenai kandungan" ucap dokter sambil tersenyum.
Deg
(Kandungan?) Batin jennie. "Ikuti saja apa kata dokter" ucap lisa. Jennie pun berbaring di tempat tidur passien. Dokter pun mulai memeriksa jennie. Lisa hanya terdiam menatap jennie yang sedang di periksa oleh dokter.
Setelah selesai pemeriksaan jennie dan lisa kembali duduk. "Bagaimana dok?" Tanya lisa. "Pemeriksaan dokter jin benar. Ms kim sedang hamil dan kehamilannya sudah memasuki minggu kedua. Selamat ms manoban" ucap dokter.
Jennie tercengang mendengarnya. "Hamil? Aku hamil dok?" Tanya jennie sambil tersenyum. "Iya ms kim. Anda hamil. Istirahatlah yang cukup dan jangan terlalu capek maupun terlalu stress" ucap dokter. Jennie hanya mengangguk.
"Dok, jika jennie hamil apa kami masih bisa berhubungan" tanya lisa. Jennie menoleh kearah lisa. "Tentu saja bisa. Tapi jangan terlalu sering dan anda harus mengatur keadaan agar perut ms kim tidak terlalu tertekan. Aku akan memberikan resep untuk vitamin ms kim" ucap dokter.
"Oh baiklah dok. Terimakasih" ucap lisa. Setelah dokter memberikan resep obat. Lisa dan jennie bergegas pergi ke apotik untuk menebus vitamin untuk jennie.
"Apa kau mau makan sebelum kita pulang?" Tanya lisa. "Ya, aku mau makam jajangmyeon" ucap jennie. "Baiklah, hyung cari restoran yang menjual jajangmyeon" ucap lisa. "Baiklah" jawab chang wook.
Beberapa saat kemudian lisa, jennie dan chang wook sampai di sebuah restoran kecil. "Hyung, ikutlah makan bersama kami" ucap lisa. "Oh okey" ucap chang wook. Mereka bertiga bergegas memasuki restoran. "Ahjuma, beri kami 3 jajangmyeon" ucap lisa. "Ne, apa kau juga mau soju?" Tanya ahjuma. "Tidak ahjuma. Cukup beri kami ice tea" sela jennie. Ahjuma pun meninggalkan mereka dan menyiapkan pesanan mereka.
"Ada apa denganmu? Kenapa kau seperti tidak senang jika aku hamil" ucap jennie. Lisa dan chang wook bersamaan menatap jennie.
Drttt... drt.. drt.
Lisa menatap ponselnya dan tertulisa nama sekretaris kim. "Aku harus menerima panggilan" ucap lisa lalu beranjak pergi meninggalkan jennie dan chang wook. "Jennie, apa kau benar benar hamil?" Tanya chang wook. "Ne oppa" ucap jennie.
"Woah selamat jennie aku senang mendengarnya" ucap chang wook. "Ya, tapi sepertinya lisa tidak menyukainya" ucap jennie. "Dia hanya terkejut jennie. Dia pasti juga sangat bahagia" ucap chang wook.
Ahjuma datang mengantar jajangmyeon. "Makanlah yang banyak jangan sampai Calon anakmu itu kurus seperti ayahnya" ucap chang wook sambil tertawa. Jennie pun ikut tertawa mendengarnya. Lisa kembali duduk di samping jennie. "Kenapa kalian tertawa? Apa yang kalian bicarakan?"tanya lisa. "Tidak. Chang wook oppa hanya bercerita tentang kebodohannya" ucap jennie. "Oh" ucap lisa. Mereka bertiga fokus dengan makanan masing masing.
Setelah makan mereka bergegas kembali ke apartemen. Saat memasuki apartemen lisa langsung masuk kedalam kamarnya tanpa mengatakan apapun. Jennie pun mengikuti lisa.
Lisa sedang sibuk mencari pakaian tidurnya. Jennie memeluk lisa dari belakang. Tapi lisa melepas pelukan jennie. "Sayang ada apa denganmu?" Tanya jennie. "Aku sedang tidak mood. Ganti bajumu dan pergilah tidur" ucap lisa.
"Aku tau kau tidak senang kan mendengarku hamil" ucap jennie. "Bukannya tidak senang. Tapi aku belum siap" ucap lisa. "Why?" Tanya jennie. "Aku tidak mau perhatianmu terbagi. Anak itu akan merebutmu dariku" ucap lisa sambil berbalik menatap jennie.
"What??? Kenapa kau berpikir seperti itu?" Tanya jennie. "Aku hanya tidak siap dan tidak suka membagimu dengan yang lain itu saja" bentak lisa. Jennie terkejut ketika lisa membentaknya.
Plak
Satu tamparan keras mendarat di pipi lisa. "Berani sekali kau mengucapkan itu padaku. Setiap hari kau menyetubuhiku dan kau tak mau aku hamil. Asal kau tau kau orang paling brengsek di dunia ini. Jika kau tak inginkan bayi ini tak apa. Aku akan membesarkannya sendiri dan lupakan saja rencana pernikahan kita" bentak jennie sambil meneteskan air mata.
Jennie berjalan keluar "kau mau kemana sayang?" Tanya lisa. "Jangan memanggilku sayang. Kau dan aku sudah selesai dan aku akan tidur di kamar atas. aku tak mau tidur dengan orang brengsek sepertimu. Besok aku akan kembali kerumah ayahku. Karna hanya ayahku yang tidak akan pernah menyakitiku" ucap jennie.
Lalu keluar dari kamar lisa dengan membanting pintu kamar lisa. Jennie menangis di tempat tidurnya. "Dasar binatang" bentak jennie. Jennie mengusap usap perutnya. "Tenanglah nak. Eomma akan menjagamu meskipun appamu tidak menginginkanmu" ucap jennie sambil menangis.
KAMU SEDANG MEMBACA
THE DOMINANT (Selesai)
Lãng mạn" aku bukan seorang yang gila kontrol tapi aku seorang yang dominan dalam segala hal" ucap lisa Lalisa manoban CEO Manoban Corps Perusahaan terbesar di korea. Salah satu orang yang berpengaruh di dunia dalam bidang bisnis. Semua orang tau bahwa lisa...
