[NOVEL SUDAH TERSEDIA DI TOKO BUKU BUKAN TOKO BANGUNAN]
kuliah kerja ngebaper, istilah yang digunakan untuk kegiatan kuliah tapi malah ngajak perasaan.
Baca cerita ini jangan di skip, sampe ke foto-fotonya jangan. Ntar pusing sendiri
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
-Kalau sudah tiada baru terasa. Bahwa kehadirannya sungguh berharga 🎶 - Taeyong Irama.
Lagu Kehilangan milik Rhoma Irama mengalun merdu di ruang tengah posko KKN kelompok 14, menemani malam keduabelas mahluk di dalamnya. Lagu dangdut tersebut adalah ulah bapak sekertaris, alias Taeyong Devana Pasha. Siapa sangka, lelaki lempengan beton yang tidak memiliki ketertarikan untuk berbicara ini menyukai lagu-lagu dangdut.
Setelah melakukan ibadah Sholat Isya berjamaah yang diimami oleh Doyoung, mereka kembali sibuk dengan acara masing-masing.
Ten yang sebelumnya sibuk menonton pertandingan PS yang dimainkan Jaehyun dan Yuta mulai berdiri, menggerekkan tangannya mengikuti irama nada, "digoyang mang!" teriak Ten bergoyang seperti bapak-bapak di tempat kondangan.
Yerin pun menghampiri, ikut berjoget bersama mahasiswa sasing tersebut, "disawer mang!" imbuhnya ikut mengibas-ngibas uang kas yang dijejeri seperti kipas ke arah Ten.
Tanpa malu Ten memasukkan uang tersebut ke dalam dadanya yang berakhir jatuh. Ya jelas, di dadanya gak ada yang nonjol buat nahan.
Sebagian dari mereka tertawa, sebagian lagi geleng kepala. Dosa apa mereka sampai sekelompok dengan orang-orang kelainan jiwa seperti dua mahluk ini.
Gak ceweknya, gak cowoknya sama aja, sama-sama gak waras.
Taeyong pun sampai menghela nafas melihat keduanya, menyesal memilih lagu favoritnya untuk diputar. Tapi tak ada niatan untuk mengganti lagu, soalnya lagi pengen didengerin.
"Bagja, sini buruan!" sembur Joy meneriaki Yerin dengan nama belakangnya.
"Anying!" omel Yerin dengan sentakan kaki sebal, lalu membungkuk mengambil uang yang berceceran bekas nyawer Ten.
Pasalnya Bagja adalah nama ayahnya, dan semenjak Joy tahu itu, dia malah terus-terusan memanggil Yerin dengan sebutan Bagja, bikin Yerin bete. Tak masalah sebenarnya, tapi Yerin jadi rindu ayahnya kalau dengar nama Bagja.
Yerin duduk di sebelah Joy yang sibuk menulis di atas karton. Mereka sedang membuat jadwal piket untuk beres-beres kontrakan dan masak, dibantu Sejeong yang memilih nama dari absensi.
Ten duduk lagi setelah Yerin berhenti joget, menonton pertandingan PS antara Manchaster United yang dipakai Jaehyun dan Barcelona yang dipakai Yuta, lelaki itu hanya memperhatikan mereka bermain sembari sesekali mencela. Btw, PS tersebut milik Ten yang sengaja dibawa ke kontrakan.
Bergeser sedikit ada Nata dan Taeyong yang sibuk membuat proposal program kerja untuk dipresentasikan minggu depan di Kecamatan.
Sedangkan Johnny, Kun, dan Sana sibuk di dapur, katanya lagi buat mie, tapi sampai sekarang belum juga jadi, malah yang terdengar suara panci yang terus berjatuhan.
"Kecoa mamih kecoa!" teriak Kun melompat takut.
Johnny ikutan kaget dan melompat. "Mana mana mana?!" mencari keberadaan si kecoa untuk memastikan batas aman antara dirinya dengan monster terbang itu.