[NOVEL SUDAH TERSEDIA DI TOKO BUKU BUKAN TOKO BANGUNAN]
kuliah kerja ngebaper, istilah yang digunakan untuk kegiatan kuliah tapi malah ngajak perasaan.
Baca cerita ini jangan di skip, sampe ke foto-fotonya jangan. Ntar pusing sendiri
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
—sepandai-pandainya maps...ya bodo amat, yang penting masih gantengan gue.- Adam Yuta Shadiqa yang mentok bikin qotd.
Pagi-pagi sekali Nata sudah bangun dan bersiap diri. Hari ini ada pengawasan langsung yang dilakukan LPPM sebelum KKN berakhir. Tugasnya untuk memonitoring proker setiap kelompok dan memberi arahan dalam pembuatan laporan dan juga sidang akhir nanti.
Tapi untuk segelintir dosen berjiwa megalodon, pengawasan ini akan berubah jadi ajang menyudutkan dan menekan mahasiswa dengan cara memberi pertanyaan menjebak. Jadi Nata sudah mempersiapkan tekad yang bulat dan pisau yang tajam, kali saja pengawasnya bikin ulah tinggal ditojos. Enggak deng bercanda.
Kelompok 11-20 kebagian kumpul di posko 17, katanya tempatnya lebih mudah diakses dan dekat dengan kecamatan. Tentu saja Nata pergi bersama Doyoung selaku ketua kelompok.
Sebenarnya Nata juga tidak ingin ikut, apalagi pas tahu ada Pak Yoongi, masih trauma dia dicecer waktu di kecamatan. Tapi dia juga tak tega dengan Taeyong yang sudah begadang seharian hanya untuk memperbaiki semua laporan.
Gadis cantik itu sudah mematut diri di kaca lemari dari 30 menit yang lalu, membuat ciwi-ciwi yang ada di dalam kamar jadi jengah.
"Mau sampe usia ke berapa lu di situ?" tanya Yerin bosan.
Joy mengangkat sedikit kepalanya, lalu mendesah resah. "Anjir masih di situ, gue kira udah berangkat" padahal Joy sudah bangun, tidur lagi, bangun lagi, tidur lagi, bangun lagi, tapi Nata masih belum beranjak dari sana.
"Kira-kira gue cantik gak sih?" tanya Nata tiba-tiba sembari menangkup kedua pipinya yang mengembung.
Dan itu malah terdengar menyebalkan di telinga teman-temannya. Demi megalodon air tawar, tidak pakai lipstik saja bibir Nata sudah blossom, tidak pakai highlighter saja wajah Nata sudah glowing, Nikmat mana lagi yang harus Nata dustakan?
Udah bentukan emaknya kaya anak abege lagi. Sebel. Lanjut Yerin dalam hati.
"Nata lagi merendah apa mau sombong?" tanya Sana sembari mendusel di punggung Joy yang lebar, membuat sang empu memukulnya karena geli.
Yerin menjentikkan jari, "budak leutik ge tauan sombong," katanya menujuk Sana.
Sejeong terkekeh. "Merendah untuk meroket" sambungnya.
Nata langsung balik badan, menghadap teman-temannya dengan muka cemberut.
"Tapi gue kan gak bisa dandan," keluhnya.
"Ya terus?" Yerin menjengitkan mata satu.
"Gue kan juga pengen cantik"
"Lu gak make alis aja masih cantik kaya Sandra Dewi, coba gue? Udah jadi kentang kali... Ini apaan sih?!" Joy menjerit saat tangan nakal Sana mengelus-ngelus perutnya yang agak buncit, sudah tiga hari Joy tidak BAB.