[NOVEL SUDAH TERSEDIA DI TOKO BUKU BUKAN TOKO BANGUNAN]
kuliah kerja ngebaper, istilah yang digunakan untuk kegiatan kuliah tapi malah ngajak perasaan.
Baca cerita ini jangan di skip, sampe ke foto-fotonya jangan. Ntar pusing sendiri
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
—jika masalahmu belum juga selesai, mungkin ada kejujuran yang belum kamu sampaikan.- Chungha Anita.
"...Doyoung"
"Chungha?"
"PAK YOONGI! CHUNGHA NGATAIN SAYA BANGSAT, PAK!" teriak Jun dari arah kamar mandi.
Chungha berdecak, napasnya menderu, siap untuk mengejar Jun lagi. Namun, Doyoung masih menggenggam tangannya, tak membiarkannya mengejar lelaki yang tadi menyolong kripiknya dengan sangat tidak aesthetic.
Matanya berkedip sebelum menatap intens pada lelaki yang sudah lama tak pernah dia lihat. Bahkan ludahnya ikut berubah jadi batu, sulit ditelan.
Kayanya dia bakal kopral beneran ke laut, seperti yang pernah dia ucapkan pada Taeyong tempo hari.
Bak terjebak dalam pesona si mantan, Chungha pun mengangguk patuh. Gantian, sekarang dia yang menarik Doyoung menjauh dari sana. Tak mau jika ada seorang pun yang melihat keberadaan mereka berdua.
Chungha membawa Doyoung ke tempat jemuran yang terletak di belakang rumah, berada di sisi kanan dapur yang memanjang sampai ke pintu belakang. Tempat teraman, karena jarang ada orang di sana.
Nata mengalihkan pandangan, tak mendapati Doyoung di tempatnya. Kemana Doyoung pergi? Kenapa cepat menghilang seperti teman yang ditagih hutang?
Matanya terus beredar mencari keberadaan kekasihnya, namun nihil.
"Pacar kamu ke belakang" saur Pak Yoongi yang membuatnya terkejut.
Bukan hanya Nata, Pak Jinan pun sama.
"Kamu pacaran sama Doyoung, Nat?!" tanya Pak Jinan dengan mata membulat.
Nata mengedipkan mata beberapa kali, tak tahu harus menjawab apa. Dia malu untuk jujur, tapi dia juga tak bisa bohong. Lagian, kenapa Pak Yoongi pakai acara bilang pacar, tahu dari mana coba? Emangnya dia cenayang?
"Saya bukan cenayang" sahut Pak Yoongi yang berhasil membuat bulu kuduknya bangun dan tak bisa tidur lagi.
Benar kata Hoshi, DPL-nya bau danur, menyeramkan.
"Hmm, saya pamit ke belakang dulu ya pak" dia segera berlari, meninggalkan empat lelaki berstatus dosen tersebut.
"Mereka pacaran?" gumam Jinan seperti bertanya, masih penasaran.
"Tanya anak lu lah, masa ke gue. Emang gue bapaknya" sahut Namjoon membuat Hoseok yang berada di sebelahnya menghela napas panjang.
"Anak gue mah boro-boro kisah cinta, kelakuannya aja bikin jodohnya pada melipir" keluhnya saat melihat kedua anak didiknya sedang joged mamah muda, iya Biay dan Hayi.