3.5 Laut pun Bercerita

95.2K 13.5K 5.3K
                                        

—terima kasih untuk warna senja yang kau torehkan di lembaran hariku

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

terima kasih untuk warna senja yang kau torehkan di lembaran hariku.- Doyoung Harsya Attaqi.


"Yuta balik ke rumah?" tanya Nata saat keluar dari kamar depan, mendapati saudaranya sudah siap dengan tas ransel besar.

"Balik, nana langsung ngambil cuti hari ini pas tau gue mau ke kampus" jawabnya.

"Hari ini juga ayah pulang, salam ya buat nana sama ayah"

Nana adalah panggilan Yuta untuk ibunya, sedangkan ayah yang dimaksud adalah ayahnya Nata yang baru pulang dari pekerjaannya yang menyita banyak waktu di udara.

Yuta tersenyum lalu mengangguk. Lelaki itu mendekati saudaranya, menyisir rambut Nata yang berantakan dengan jari-jarinya.

Sedangkan Nata hanya terdiam sembari sesekali melirik saudaranya yang terlihat sibuk dengan rambutnya. Perbincangannya dengan Taeyong di warung nasi goreng semalam masih terngiang-ngiang di telinga, hingga hatinya kembali berdenyut nyeri karena merasa bersalah.

"Nanti makan ya, awas gak makan gue gantung lu di jamban belakang" peringatan Yuta sembari menatap saudaranya dengan tampang tegas yang dibuat-buat.

Nata hanya menatapnya dalam diam, lalu menubrukkan diri ke dalam pelukan saudaranya hingga rela berjinjit karena Yuta lumayan tinggi darinya.

Yuta yang mendapat perlakuan tiba-tiba seperti ini jadi bingung. Mengernyit, tumben sekali Nata memeluknya, biasanya juga kalau dekat-dekat Yuta ditendang.

"Makasih" bisik gadis itu membuat Yuta semakin bingung.

Namun Nata tak mengucapkan apapun lagi setelahnya dan semakin mengeratkan pelukan sampai Yuta harus menepuk-nepuk punggung saudaranya agar tenang.

Senyumnya ikut terbentuk, tangannya naik mengelus kepala Nata, mengusaknya akan syarat kasih sayang. Dia tak tahu apa yang terjadi pada saudaranya ini, tapi dia merasa bahagia bahwa Nata memeluknya dalam keadaan tersenyum, karena biasanya Nata mendatanginya saat sedang menangis saja.

Taeyong yang baru keluar dari kamar belakang langsung tersenyum saat melihat dua manusia Shadiqa itu saling berpelukan. Sepertinya perbincangan tadi malam tidak sia-sia.

"Cielah si kembar, cuma mau pisah sehari aja kudu pelukan" ejek Ten yang baru keluar dari kamar mandi tapi langsung disuguhkan adegan so sweet duo Shadiqa itu.

"Sirik aja lu, bilang aja gak ada yang meluk" imbuh Joy.

"Sini Sana peluk" Sana langsung merentangkan tangan ke arah Ten, membuat lelaki itu menampakkan wajah terharu yang lucu.

"Ututu anaknya baba manis banget, sini sayang peluk Om Tenny" katanya mendekati Sana.

Hampir saja dia masuk ke dalam pelukan Sana, tapi Doyoung sudah menghadangnya lebih dulu, hingga tangan Ten malah melingkar di badan Doyoung.

KKNTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang