"Setidaknya kita berhasil maju satu langkah" ucap Il Seung begitu ia dan Letnan Bae masuk kedalam mobil patroli.
Mereka lalu melaju menuju alamat seorang karyawan yang paling dekat dari restoran.
"Apa kau yakin jika orang ini adalah calon korban?" tanya Joohyun.
"Cukup yakin, mungkin"
"Mungkin?"
"Ini hanya asumsiku saja, alamat rumah ini sejalan dengan koordinat gps tersangka, jadi kupikir dia adalah korbannya" jelas Il Seung.
"Gps? Darimana kau mendapatkannya?"
Il Seung menjadi gugup, "Ah, itu tidak penting, kita harus bergegas"
Mata Joohyun menatap Il Seung penuh selidik.
"Kau bukan komplotannya bukan?" tanya Joohyun curiga.
"Tentu saja tidak!"
"Lalu, darima—"
Tuut tuut
Telpon Joohyun berdering. Ia lalu mengambil telpon yang berada disaku celananya.
"Halo?"
"...."
"Nde"
"...."
"Saya sedang dalam perjalanan ke sana"
"...."
"Baik kapten!"
Joohyun menaruh kembali ponselnya ke dalam saku celana.
"Tambah kecepatannya, kita harus segera kesana!"
.
.
.
Mobil yang digunakan Il Seung dan Joohyun tepat berhenti didepan sebuah gedung apartemen yang sedikit tidak terawat.
"Berapa nomer apartemen korban?" tanya Joohyun.
"Didaftar tidak disebutkan Letnan, sepertinya kita harus mencarinya secara manual"
"Tidak akan cukup waktunya, aku khawatir tersangka akan menyakiti korban. Kita harus menangkapnya segera"
"Lalu apa yang akan kita lakukan?"
Mereka berdua lalu terdiam sejenak, berpikir apa langkah selanjutnya yang harus dilakukan.
"Yak!" seru Joohyun. Il Seung yang berada disampingnya terkejut.
"Kau bilang kau punya koordinat gps tersangka bukan?"
"Nde, lalu?"
"Yak pabo! Kita tinggal melihat koordinat tersebut bukan?"
"Ah, anda benar Letnan" ucap Il Seung lalu membuka ponselnya dan mengecek koordinat gps tersangka.
"Dia ada disisi timur gedung"
"Baik, kita berpencar, aku akan menyusuri lantai ganjil dan kau lantai genap, mengerti?" titah Joohyun.
"Nde"
Mereka lalu berpencar menuju gedung lima lantai tersebut. Masing-masing membawa sebuah pistol ditangannya.
.
.
.
Aku harus bergegas mencari orang ini. Aku harus menemukannya sebelum Joohyun. Aku tidak bisa melepaskannya begitu saja.
Aku berlari menaiki tangga. Melompati dua buah anak tangga sekaligus.
setelah sampai dilantai dua aku segera menyusurinya. Membuka satu per satu pintu di gedung ini.
KAMU SEDANG MEMBACA
Missing
حركة (أكشن)Between ambition, love, and sacrifice Started : 30/07/2018 End : 04/06/2020
