"Apaa?pokoknya kamu harus rebut lagi yang seharusnya milik kamu" Angel begitu takut ketika Reyhan memberi taunya jika kini ia tak punya apa-apa lagi.
"Gimana caranya?"
"Kamu bakalan nikah sama Kinara kamu harus lakuin itu, karena hanya itu satu-satunya cara agar semuanya kembali sama kamu. Setelah kamu nikah sama Kinara punya kamu kembali dan kita tetap sama-sama"
"Tapi aku cuma cinta sama kamu dan aku cuma pengen nikah sama kamu gak sama yang lain"
"Kamu cinta kan sama aku?"
"Aku cinta sama kamu Angel"
"Lakuin itu sebagai tanda cinta kamu sama aku"
Reyhan pun mengangguk dan memeluk Angel.
.
.
.
.
Kinara terus saja melamun memikirkan kejadian semalam, apakah yang ia lihat itu Reyhan atau orang lain?
"Pagi"
Sapaan seseorang membuatnya terkejut dan ternyata itu Gendra.
"Pagi pak"
Gendra duduk di kursinya.
"Kok ngelamun aja sih, pasti ngelamunin Reyhan kan?"
Kinara tersenyum malu ia berusaha menyembunyikan wajah merahnya, ada rasa kasihan saat melihat gadis baik dan cerdas seperti Kinara di korbankan untuk keluarganya yang bisa di sebut kejam kecuali neneknya.
"Kamu udah sarapan Kinara?"
"Udah pak"
Bunyi keroncongan berasal dari perut Kinara, Gendra tersenyum ia memberi Kinara bubur yang ia beli di jalan tadi sebelum kekantor.
"Makan ini kebetulan tadi saya beli di jalan"
"Makasih yah pak"
"Udah makan dulu sana"
.
.
.
.
Reyhan mengajak Angel jalan-jalan di mall untuk berbelanja pakaian Angel dan kebutuhan Angel.
"Sayang aku mau ini, boleh kan?"
Angel menunjukan pakaian yang sexsi dihadapan Reyhan, Reyhan hanya tersenyum.
"Boleh Sayang, ambil aja yang kamu suka"
Angel mengambil barang-barang branded dan mahal, yang mungkin saja bisa menguras isi dompet Reyhan dan juga Kartu ATM nya.
"Udah Sayang"
Mereka pun pergi ke kasir untuk membayarnya.
"Berapa mbak?"
"Totalnya 25.000.000"
Reyhan mengambil salah satu kartu ATM nya dari dompetnya dan memberikan pada petugas kasirnya.
"Kamu suka sayang?"
"Makasih yah sayang"
Angel memeluk Reyhan manja.
"Maaf pak kartu ATM nya gak bisa"
Reyhan mengambil kartu ATM yang lain dan sial hasilnya sama tidak bisa, Angel kesal ini berarti Reyhan tidak akan membelikan apapun lagi untuk dirinya.
"Maafin aku yah sayang, aku bakalan cek nanti ke bank nya dan mungkin lain kali aku bisa beliin buat kamu"
"Aku benci sama kamu, jangan temuin aku sebelum semuanya kembali seperti semula paham!!"
Angel langsung pergi dengan taxsinya meninggalkan Reyhan. Reyhan langsung pergi untuk ke bank memeriksa semua kartu ATMnya yang tiba-tiba saja tidak bisa di gunakan.
.
.
.
.
Ibunya tersenyum menang, gadis itu tidak akan mendapatkan apapun yang ia mau melalui Reyhan karena sekarang Reyhan dalam kendalinya. Reyhan baru saja datang dengan menahan amarah.
"Gimana seneng belanja-belanjannya?"
"Ini semua ulah mama, kenapa sih mama gak bisa liat aku bahagia sedikit pun? Sumber kebahagian aku itu cuma Angel" Reyhan mulai berbicara dengan nada tinggi.
"Dan sumber kebahagian Angel uang kamu, harusnya kamu mikir Reyhan Angel itu cuma manfaatin uang kamu doang"
"Angel gak kaya gitu, justru Mama yang manfaatin Aku demi keuntungan Mama"
"Jaga bicara kamu Reyhan"
Reyhan langsung pergi kekamarnya, untuk beberapa waktu ia ingin menenangkan dirinya. Namun handphone berdering panggilan dari Kinara ia tidak berniat menjawabnya tapi ia harus menjawabnya karena ingin tau apa yang dilakukan Gendra disana.
"Hallo?"
"Hallo pak, apa kabar? Bapak baik-baik aja kan?"
"Saya baik-baik aja, ada apa kamu telpon saya?"
"Saya cuma mau tau kondisi bapak aja, maaf kalo saya ganggu"
"Iya gpp, Gendra gimana kerjanya?"
"Gitu aja pak, mmm saya matiin dulu yah"
"Iya"
Kinara mematikan sambungannya, dan Reyhan memilih tidur saja andai Angel tidak marah ia dan Angel pasti sedang berolahraga.
.
.
.
.
Sudah jam makan siang Kinara dan yang lain memilih makan siang di luar saja.
"Gua denger lo sama pak Reyhan nikah lusa yah?" ucap Mira memastikan kebenaran kabar yang berhembus di kantor.
"Iya emang kenapa?"
"Gua gak nyangka baru juga lo beberapa hari disini bakalan jadi nyonya Aratama Nagara aja"
"Mungkin takdir gua kali yah"
Kinara tidak tau takdir apa yang akan ia jalani disana, akankah ia bahagia atau justru menderita?
"Selamat makan"
.
.
.
.
"Reyhan, Reyhan bego banget sih lo, lo itu bukan apa-apa bagi gua karena yang gua mau balas dendam lewat lo atas kejadian 5 tahun yang lalu saat orang tua lo bunuh orang tua gua"
Ia memandang foto kedua orang tuanya yang sudah meninggal karena kelakuan ibunya Reyhan. Ia harus kehilangan mereka karena ketamakan ibunya Reyhan yang ingin memiliki semua milik orang tuanya.
"Ayok kita mulai permainan ini"
Ia tersenyum jahat dibalik kegelapan malam yang sunyi.
KAMU SEDANG MEMBACA
KINARA & REYHAN
RomansaSebelum baca budayakan Follow Authornya....💞💞 Masih ingat dengan Kinara dan Kirana anak kembar Yusuf dan Aluna yang ada di Novel CINTA DUDA KEREN? aku bikin cerita kisah Kinara, disini kisahnya bakal di penuhi konflik dan skandal percintaan dan sa...
