Saat Lania sampai rumah Reyhan, rumah terasa sepi mungkin mereka semua sudah tidur. Namun ia mendengar kegaduhan yang berasal dari kamar Kinara.
"Reyhan lepass!!"
"Gak aku gak mau, pokoknya kamu harus layanin aku"
"Fiks lo gilaaa Reyhannnnhh!!!"
Tangannya terkepal saat mendengarnya, ia harus menghentikannya, saat hendak akan membuka pintunya tangan di cekal seseorang.
"Ikut gua"
Nova Angel dan Luna menarik Lania dan membawanya ke sebuah tempat yang gelap dan berdebu.
"Tempat ini pantes buat lo bye"
Mereka meninggalkan Lania sendirian disana.
"Keluarin gua dari sini, Lunaaa? Novaa Angel!!! Sialan liat aja pembalasan gua setelah gua jadi nyonya besar disini...aaaa tolong!!"
.
.
.
.
Hari sudah pagi, Kinara bangun lebih awal rasanya seluruh tubuhnya seperti hancur tak berbentuk karena ulah Reyhan yang memintanya agar terus melayani dirinya hingga pagi buta.
"Jerk!!!"
Kinara menggunakan kembali pakaiannya dan mengikat rambutnya, saat akan bangun tangannya di cekal oleh Reyhan.
"Mau kemana?"
"Mau mandilah" Kinara langsung masuk kekamar mandi dan membersihkan dirinya, Reyhan ikut masuk kekamar mandi ia ingin mandi bersama Kinara pagi ini.
"Ngapain kesini?"
"Kita mandi bareng yah baby"
Kinara berdecih dan mengacuhkan Reyhan, Reyhan tak terima dengan perlakuan Kinara ia pun mencium bibir Kinara dengan lumatan dan gigitan.
.
.
.
.
Mereka sarapan lebih dulu, karena jika menunggu Kinara dan Reyhan akan lama.
"Pengantin baru belum keluar kamar?"
Baru saja di bicarakan terdengar kegaduhan di tangga itu pasti Reyhan dan Kinara.
"Ihh apa-apaan sih Reyhan lepasin"
"Kamu ko marah sih, semalam aja kamu anteng gak marah malah terus sebut nama aku"
Kinara berusaha menahan amarahnya karena perkataan Reyhan yang tidak pantas di dengar.
"Sinting"
"Ko sinting sih baby"
Kinara langsung duduk di kursi dan mengambil sarapan untuk dirinya, merasa di perhatikan Kinara pun melihat kearah keluarganya.
"Kenapa liatin aku kaya gitu?"
"Semalam banyak nyamuk yah kak, kok leher kakak pada merah sih"
Mereka menahan tawa mereka untuk memastiknnya Kinara mengambil kaca yang di pengang Angel dan ia melihat di lehernya banyak tanda merah ini semua kelakuan Reyhan.
"Reyhann!!!"
"Apa baby? Kamu suka kan"
Kinara berpindah duduk, untuk sekarang ia tidak ingin berdekatan dengan Reyhan.
"Baby ambilin aku sarapan dong"
Karena kesal Kinara memberikan sarapan untuk Reyhan cukup banyak.
"Nih abisin!!"
Reyhan memandang piringnya yang terisi penuh oleh nasi dan lauk pauknya, ia akan menghabiskannya demu Kinara.
Reyhan makan begitu lahap Mereka tidak yakin jika Reyhan akan menghabiskannya apalagi satu piring penuh.
"Kita taruhan, kalo menurut aku kak Reyhan bakalan abisin menurut kalian?"
"Gak" ucap nova.
"Iya" ucap Angel.
"Gak" ucap Gendra.
Di luar dugaan ternyata Reyhan menghabiskan satu piring penuh, itu artinya Angel dan Luna yang menang. Kinara yang melihatnya hanya bisa menganga dan membulatkan matanya ia sungguh tidak percaya atas apa yang ia libat barusan.
"Habis!!"
Kinara langsung pergi dari area ruang makan dan memilih diam ruang latihan sambil melihat para bodyguard yang sedang berlatih.
"Nona Kinara?"
Mereka memberi hormat ketika melihat Kinara ada disana.
"Tuan Reyhan"
Mereka juga memberi hormat pada Reyhan yang baru saja datang.
"Aku akan ikut berlatih bersama kalian"
Sebelum itu Reyhan mengganti pakaiannya terlebih dahulu, Reyhan kembali bertepatan dengan Kinara yang hendak pergi.
"Kinara, kamu gak boleh kemana-mana tetep disini temenin aku"
Kinara tak mendengarkan perkataan Reyhan ia kembali melangkah.
"Berani ngelangkah aku bakalan cium kamu didepan Mereka semua"
"Ihh nyebelin!!!"
Kinara terpaksa duduk kembali dan melihat Reyhan latihan. Reyhan fokus berlatih dengan Bima dan yang lain.
"Kakak!!" Luna mengejutkan Kinara, ia duduk disamping Kinara sambil memandang kearah Satria yang begitu tampan dan gagah.
"Liatin siapa kamu?"
Luna tersenyum pada Kinara, Kinara menaikan alisnya sebelah tanda bingung.
"Kenapa?"
"Menurut kakak Satria ganteng gak?"
"Emm...ganteng, keren cool pokoknya pas buat kamu mah"
Luna tersenyum bahagia karena kakak iparnya sangat mengerti dengan perasaannya.
"Satria?" Kinara memanggil Satria hingga semua mata tertuju padanya dan pandangan cemburu dari Reyhan untuk Satria yang di panggil oleh istrinya.
"Iya nona, ada apa?"
"Sini" Kinara mengayunkan tangannya dan meminta Satria untuk menghampirinya, saat Satria mendekat Luna salah tingkah ia berusaha menutupi wajahnya yang pasti sudah memerah.
"Ada apa Nona?"
"Beres latihan nanti kamu sama Luna tolong belanja kebutuhan dapur, rumah dan kebutuhan lainnya nanti saya buat daftarnya terus dikasih Luna. Cuma kalian berdua ngerti!!"
"Tapi nona bukannya itu...."
"Saya gak terima penolakan"
"Baik nona"
"Kamu bisa balik latihan, saya mau buat daftarnya dulu"Kinara langsung pergi tanpa memperdulikan teriakan Reyhan yang terus memanggilnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
KINARA & REYHAN
Roman d'amourSebelum baca budayakan Follow Authornya....💞💞 Masih ingat dengan Kinara dan Kirana anak kembar Yusuf dan Aluna yang ada di Novel CINTA DUDA KEREN? aku bikin cerita kisah Kinara, disini kisahnya bakal di penuhi konflik dan skandal percintaan dan sa...
