Reyhan begitu khawatir akan kondisi Kinara yang sepertinya sedang kurang sehat, ia terus menemani Kinara di kamar kondisinya sangat lemas dan pucat.
"Hueekkk....hueekkk" Kinara kembali memuntahkan cairan bening, untung Reyhan suami siaga Kinara tidak perlu kekamar mandi karena Reyhan meletakkan tempat sampah jadi Kinara bisa memuntahkannya di tempat sampah.
"Panggil dokter aja yah, aku takut kamu kenapa-kenapa?"
Kinara menggelengkan kepalanya.
"Rey sini aku ngantuk pengen tidur di pelukan Kamu"
Reyhan tersenyum ia pun naik keatas tempat tidur, Kinara langsung memeluk Reyhan entah kenapa ia ingin tidur di pelukan Reyhan.
"Baby"
"Iya, panggil dokter aja yah"
"Gak, aku gak mau aku kan gak sakit mungkin aku cuma masuk angin aja"
Reyhan mengelus rambut Kinara dengan lembut sesekali menciumnya, Kinara yang berada di dekapan Reyhan merasa nyaman detak jantung Reyhan bagaikan lagu tidur bagi Kinara dan Kinara pun tidur di dalam dekapan Reyhan.
"Baby..sayang"
Kinara tidak menjawab, terdengar deru nafas tenang Kinara pasti Kinara tidur saat menyentuh kening Kinara suhu tubuhnya begitu panas.
"Sayang bangun sayang"
Reyhan panik ia memutuskan untuk membawa Kinara ke rumah sakit saja ia takut terjadi sesuatu dengan istrinya.
"Kakak mau kemana? Terus itu kak Kinara kenapa?"
"Kakak mau bawa kak Kinara ke rumah sakit, dia sakit"
"Kita ikut yah"
"Yaudah sebaiknya kita pergi sekarang"
Mereka ikut dengan Reyhan membawa Kinara ke rumah sakit, tak lupa Reyhan menghubungi keluarga Kinara.
.
.
.
.
Di rumah sakit, mereka masih menunggu dokter yang memeriksa Kinara di dalam sana. Dari tadi Reyhan terus mondar-mandir karena cemas akan Kinara.
Akhirnya Dokter keluar juga dari ruang pemeriksaan.
"Gimana sama istri saya dok?"
"Selamat yah pak, istri anda positiv hamil dan usia kandungannya sudah 3 minggu"
Reyhan tidak menyangka jika ia akan mendapatkan kabar sebahagia ini, ia amat senang ketika tau istrinya tengah mengandung buah cintanya.
"Tapi karena kondisinya sangat lemah terpaksa istri anda harus di rawat"
Reyhan langsung masuk kedalam ruangan itu untuk melihat keadaan Kinara, yang memang lemah.
"Baby?"
"Reyhan!!" suara Kinara terdengar lirih, kondisinya sangat lemah bahkan wajahnya sangat pucat.
"Makasih yah" baru kali ini Reyhan meneteskan air matanya dihadapan Kinara.
"Makasih buat apa?"
"Kamu udah kasih kebahagian yang begitu besar buat aku, baby kita bakalan punya anak sekarang kamu lagi hamil"
"Kamu serius?"
"Iya, sekarang disini ada anak kita"
Reyhan mengelus perut rata Kinara. Kinara sangat terharu sebentar lagi ia akan jadi ibu, seorang suster masuk untuk memeriksa Kinara.
"Minum dulu vitaminnya nona, oh iya nona ada yang ingin bertemu dengan anda"
"Suruh masuk aja sus"
Suster itu keluar dan memanggil orang yang ingin bertemu Kinara, ternyata itu orang kepercayaan Kinara.
"Rey, bisa tinggalin kita berdua dulu"
Reyhan keluar, kini hanya Kinara dan orang itu saja.
"Ada apa?"
"Ini" orang itu memberikan map coklat besar, Kinara membukanya dan membaca berkas-berkasnya.
"Saya mendapatkan informasi ini dari Brandon dan salah satu anak buahnya"
Kinara membaca setiap tulisan di kertas itu.
"Apa kamu yakin?"
"Iya nona"
Matanya terbelalak terkejut saat tau siapa pelaku di balik semu kejadiannya.
"Saya tidak mengangka jika orang itu pelaku sebenarnya, kamu bisa pergi nanti bayaran kamu saya transfer"
"Kalo begitu saya permisi" orang itu pergi, Reyhan masuk kembali.
"Kenapa sayang?"
"Gpp, cuma berkas kantor"
"Mendingan kamu istirahat"
"Iya"
Reyhan menemani Kinara diruang rawat.
.
.
.
.
Luna memilih pulang saja, karena ia tidak suka dengan bau rumah sakit, saat akan masuk ia berpapasan dengan Satria.
"Nona" satria memberi hormat padanya.
"Iya" Luna hendak masuk kedalam rumah tapi tangannya di cekal oleh Satria.
" kenapa Satria? "
"Aku cinta kamu Luna"
Luna terkejut dengan apa yang baru saja Satria katakan padanya.
"Apa?"
"Aku cinta kamu Luna"
Dengan pelan tapi pasti Satria mulai mendekatkan wajahnya dengan wajah Luna bahkan Luna menutup matanya dan merasakan deru nafas Satria di kulitnya dan Satria mengecup pipi Luna.
"Aku juga cinta sama kamu Satria"
Luna menarik tengkuk Satria dan kini mereka berciuman menebarkan rasa cinta Mereka, Luna melepaskan pagutannya dan mengelus wajah tampan Satria dengan nafas terengah-engah Mereka menempelkan kening Mereka satu sama lain.
"I love you"
"I love you too Satria"
Mereka kembali berciuman.
.
.
.
.
Nona sedang duduk santai di kursi taman rumah Sakit banyak bunga di taman tersebut membuatnya sangat nyaman.
"Maaf Nona apa Saya mengganggu anda?"
Nova melirik siapa yang bicara padanya, ternyata itu Bima.
"Ada apa Bim?"
"Saya ingin bicara sesuatu yang penting pada anda"
"Ngomong aja, emang mau ngomong apa?"
"Mungkin ini lancang, tapi saya tidak bisa menahannya lebih lama lagi. Nona Nova Saya sangat mencintai anda"
Apa yang Nova dengar? Apa ia tidak salah dengar, Bima baru saja mengungkapkan perasaanya pada Nova.
KAMU SEDANG MEMBACA
KINARA & REYHAN
Storie d'amoreSebelum baca budayakan Follow Authornya....💞💞 Masih ingat dengan Kinara dan Kirana anak kembar Yusuf dan Aluna yang ada di Novel CINTA DUDA KEREN? aku bikin cerita kisah Kinara, disini kisahnya bakal di penuhi konflik dan skandal percintaan dan sa...
