(SUDAH DI REVISI)
Tidak ada yang tahu bagaimana kehidupan kedepannya akan berjalan. Mencari kehidupan yang sempurna layaknya sebuah usaha mengambil air di sungai dengan wadah yang berlubang. Mustahil dan tidak akan pernah terjadi.
Menjadi dewasa ter...
jangan lupa tinggal kan jejak kalian berupa vote dan comment.
#budayakanbacasampaiselesai
happy reading....
----------------------
Aku mulai takut. Takut untuk jatuh cinta, karena aku sadar jatuh cinta harus siap akan resiko saat sakitnya jatuh atau indahnya cinta:)
***Bolehkah Aku Mencintai***
Rian Putra mahendra, adik dari Surya Alifian mahendra. lebih akrabnya ia dipanggil Rian, kini usianya menginjak 21 tahun. saat ini Rian bekerja di salah satu perusahaan ayahnya.
Rian tengah menikmati angin sore dari atas gedung tua, tidak banyak orang mengetahui gedung ini, Rian saja menemukannya secara tidak sengaja mungkin karena sepi orang tidak berani masuk kedalam, tapi lain halnya dengan Rian, dia justru penasaran dan lihatlah dari rooftop ini dia bisa melihat pemandangan kota yang sangat indah ditambah dengan indahnya matahari saat akan tenggelam.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Rian memicingkan matanya saat melihat orang yang dikenalnya.
"Anggi?" gumam Rian, segera dia bergegas turun saat ia yakin bahwa yang dilihatnya tadi adalah Anggi dan dia tidak mungkin salah mengenali wanita itu.
"Anggi sama siapa?" Rian menghentikan langkahnya saat ia melihat Anggi berbincang dengan seorang pria, Rian tidak mungkin mendekat karena dari ekspresi mereka sepertinya ini obrolan yang cukup serius.
"Siapa pria itu, apa kekasih anggi?" Rian tetap memantau percakapan mereka dari balik tembok gedung tersebut. tidak lama pria tersebut pergi dan meninggalkan Anggi sendirian, saat Rian ingin menghampiri Anggi, perempuan itu sudah lebih dulu pergi menaiki taksi.
"Siapa sebenarnya dia, dan ada hubungan apa mereka?" gumam rian
***
dilain tempat.
"Keruangan saya sekarang!" Neara berdecak sebal saat mendengar suara itu. Ya siapa lagi pemilik suara yang menyebalkan itu kalau bukan Ali, bos yang sangat Neara benci(sepertinya).
"Ada apa tuan?"
"Tidak ada apa apa" Neara menampilkan wajah cengo, lalu untuk Apa memanggil nya Kalau Tidak Ada Apa Apa, sungguh menyebalkan. Pikir Neara.