Happy reading❣
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Aku terluka :) pergilah!
-N
***Bolehkah Aku Mencintai?***
"Maafkan kami tuan.... Kami tidak bisa menyelamatkan nona Neara" jelas dokter Adi
Amarah Ali Tersulut saat mendengar penjelasan dari dokter Adi....
"Maksud lo apaan ha!!.... Lo masuk sekarang! Lo harus buat dia selamat..... Jangan main main sama gue brengsek" ancam Ali. Ali menarik kerah dokter adi. Memberikan tatapan intimidasinya.
"Ta...tapi tuan...."
"Dok.... Jantung nona Neaea kembali berdetak tetapi sangat lemah" seru suster yang datang tiba tiba. Ali yang mendengar itu kembali merasa memiliki harapan baru. Ia sangat berharap gadisnya selamat.
"Jangan sampai dia kenapa napa!! Kalau gak! Nyawa lo taruhannya!"
"Ba... Baik Tuan"
Dokter Adi kembali memeriksa kondisi Neara. Ali menunggu dengan harap harap cemas. sungguh, ia benar benar takut kehilangan Neara.
Tidak bisa ia bayangkan jika nanti harus kehilangan untuk kedua kalinya. Ali bisa saja mengakhiri hidupnya jika orang yang dicintainya kembali pergi.
Tidak berapa lama dokter Adi keluar, Ali yang melihat itu segera menghampiri dokter tersebut.
"Bagaimana keadaan dia?"
"Syukurlah ini adalah sebuah keajaiban. Atas kuasa Tuhan, Nona Neara masih diberi kesempatan untuk hidup" Ali mengusap kasar wajah nya. Untuk pertama kalinya Ali sangat bersyukur, benar benar merasa lega perasaan takut seakan hilang lenyap walau belum sepenuhnya.
"Tapi tuan...." Dokter Adi sedikit memberi jeda sebelum melanjutkan ucapannya kembali.
"Peluru itu melukai dinding rahim nona Neara. Dan itu mempengaruhi kesehatan rahimnya" jelas dokter Adi
"Maksud dokter?"
"Kemungkinan nona Neara untuk hamil nantinya sangat kecil. Karena rahimnya yang sempat terluka membuat kondisi rahimnya sangat lemah, ditambah saya menemukan luka lebam di sekitar perut nona Neara"
Ali tercengang mendengarnya. Kenapa gadis itu harus menyelamatkannya? Kenapa Bukan dirinya yang harus terbaring Disana. Jika seperti ini, apa yang harus Ali katakan pada Neara dan keluarganya. Terutama Neara apakah gadis itu bisa menerima kenyataan bahwa dirinya sulit mempunyai keturunan nanti.
"Kondisi nya sudah stabil. Mungkin sekitar 1 atau 2 jam lagi dia akan sadar"
"Terima kasih dok"
"Saya permisi dulu"
Selepas dokter Adi pergi, Ali terduduk lemas di kursi rumah sakit. Pikirannya bercabang, memikirkan bagaimana perasaan Neara nantinya. Apakah Ali sanggup melihat gadis itu terluka.
"Akan lebih baik gue sembunyiin semua ini"
***
KAMU SEDANG MEMBACA
Bolehkah Aku Mencintai(?)✅
Romance(SUDAH DI REVISI) Tidak ada yang tahu bagaimana kehidupan kedepannya akan berjalan. Mencari kehidupan yang sempurna layaknya sebuah usaha mengambil air di sungai dengan wadah yang berlubang. Mustahil dan tidak akan pernah terjadi. Menjadi dewasa ter...
